ADVERTISEMENT

Bupati Sunur Himbau Kesbangpol Dan Seluruh Camat Kerahkan Steril Wilayah Masing-Masing

Lewoleba – Bupati Lembata Eliaser Ynethji Sunur menggelar rapat kerja perdana melaui video Conference (Vicon) rapat kerja tersebut diawali dengan mengabsen semua kepala OPD dan Para Camat yang memantau rapat Kerja dari kediamannya masing-masing.

Bupati sunur dari kediamanya Kuma Resort membuka rapat kerja melalui Vicon dalam melakukan absensi ada beberapa camat yang tidak mengikuti rapat kerja tersebut. hal ini sontak membuat Bupati Sunur marah dan menegur keras terhadap beberapa camat yang saat itu tidak mengikuti vicon.

Dikatakanya bahwa rapat kerja ini kita akan membahas masalah besar atau kejadian luar biasa iniu, sehingga diharapkan agar melalui rapat kerja ini kita harus sama-sama mengefaluasikan kondisi merebaknya covid-19 ini. saya harap agar kalau sudah ada edaran jadwal rapat kerja maka para camat harus segera mencari tempat yang ada signalnya baik di wilayah kecamatan sendiri atau diluar kecamatan yang masih dalam dearah kabupaten Lembata,” ujar Bupati Sunur.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hadir bersama Bupati Sunur pada rapat kerja tersebut Sekertaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali, Kepala Dinas Kesehatan Dokter Lusia Chandra, Direktur RSUD Lewoleba, Dokter Bernard Yosep Beda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Markus Labi dan beberapa OPD lainya yang mengikuti forum rapat kerja tersebut dari kediamanya masing-masing melaui video conference.

Menurut Bupati Lembata Eliaser Yenthji Sunur bahwa rapat kerja kali ini adalah rapat kerja perdana untuk membahas tentang relokasi dan refocusing. Terhadap OPD yang melakukan relokasi untuk dananya difokuskan kepada penanganan virus corona covid-19 itu diharapkan agar semua OPD harus segera menyampaikan anggaranya kepada Sekertaris Daerah.

RelatedPosts

Apabila tidak di laporkan maka dananya akan terpotong dengan sendirinya oleh Pemerintah Pusat.

Bupati Sunur mengingatkan bahwa yang namanya kerja dirumah itu bukan berarti istirahat, dua minggu pertama kita kerja di rumah bukan berarti kita menyelesaikan pekerejaan rumah, tetapi kita selesaikan pekerjaan kantor itu dari rumah.

Saya juga dapat laporan dari Badan Keuangan Daerah (BKD) bahwa ada OPD yang belum kerja laporanya. Untuk itu saya berharap agar kepala OPD itu harus segera meneyelesaikan laopranya, yang lain boleh kerja dirumah tetapi kepala OPD harus bekerja di Kantor.

Soal materi pencegahaan penanganan covid-19 itu saya ingin kita segera mebentuk tim kordinasi pada seluruh kepala OPD untuk pembagian piket kordinator wilayah yang membawahi bebrapa desa untuk setiap hari memonitor dan meberikan laporan kepada posko Gugus Tugas.

Tim kelompok kordinator ini yang akan dibagi oleh Sekertaris Daerah untuk memonitor para stafnya secara bergilir dan memberikan tugas pada hari selanjutnya. Kepala OPD juga harus meberikan kertas kerja kepada mereka yang kerja di rumah,” kata Sunur.

Rapat keraj ini tujuanya lebih pada penekanan Covid-19. Sehingga yang paling utama adalah peran kepala dinas kesehatan dalam menyiapkan logistic kesehatan.

Sehingga saya berharap agar segera lakukan kordinasi dengan direktur RSUD Lewoleba dan seluruh kepala puskesmas untuk bisa memastikan logistik apa saja yang sudah ada dan logistic apa saja yang belum ada dan apakah sudah didistribusikan untuk dimanfaatkan atau belum.

Kepala dinas kesehatan juga harus sudah bisa memastikan ruang karantina dan harus segera lakukan penataan baik pada Puskesmas Lewoleba maupun Puskesmas di kecamatan Omesuri di Balauring. Saya beraharap camat Omesuri harus membantu semaksimal mungkin karena Puskesmas Meru akan kita jadikan tempat karantina.

“Harus segera pastikan yang perluh diperbaiki harus segera di kerjakan. Semua pelaksanaan kegiatan harus segera dikordinasikan dengan Sekdah untuk pemanfaatan danah dan segera melengkapi fasilitas seperti tempat tidur, alat-alat masak dan kebutuhan lainya. Kepala dinas kesehatan juga harus sudah memastikan ruang isolasi di Rs.

Sunur mengingatkan agar Dinas Sosial juga harus menyiapkan pasokan beras untuk tanggap darurat dan segera kordinasikan logistic lainya. Soal keamanan dan penegakan hukum pihak Kesbangpol dan Kasat Polisi Pamong Praja dapat melakukan kordinasi dengan pihak Polri dan TNI.

Keterlibatan Linmas di desa-desa untuk terus memantau Orang Dalam Pengawasan (ODP) supaya jangan keluar dari rumahnya karena sampai dengan saat ini ada laporan bahwa ada ODP yang berkeliaran dipasar, termasuk dengan pasar Wairiang dan di pasar Roho.

Saya berharap peran aga Kesbangpol, Polisi Pamong Praja, Linmas harus perketat pemantauanya di wilayahnya masing-masing. Kita sudah masuk dalam siaga penuh sehingga siapapun yang masuk desa harus ditanya riwayat perjalananya. Kalau ada indikasi yang meragukan maka tidak boleh biarkan orang itu masuk ke Desa,” sebut Sunur.

Menurut Bupati Sunur bahwa hal-hal yang dilakukan ini, merupakan langkah-langkah strategi satu pintu dan apabila ada indikasi dalam pemantauan seperti itu maka orang itu segera dikirim ke Kabupaten untuk diamanakan. Saoal aspek pencegahaan kita harus meminimalisir potensi penularan yang saat ini cukup tinggi.

Mengapa tinggi karena ada banyak orang yang melakukan perjalanan sehingga meningkat terus dan menjadi status siaga. Untuk itu kita perluh mengambil langkah sesegera mungkin jangan tunggu ada masalah dulu baru kita sibuk. Namun sebaliknya kita harus sibuk diawal masa pencegahaan.

Kepada Kesbangpol dan para camat dan seluruh OPD yang diberi petunjuk untuk terus melakukan kordinasi dengan pihak desa agar segera melakukan mitigasi dan deteksi sehingga OPD dapat membuat laporan untuk kita publikasikan setiap saat. Perluh diperhatikan juga pengadministrasian harus jelas soal riwayat perjalanan orang, dan segera pastikan tim medis untuk melakukan pematauan setiap hari ke rumah Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Untuk trenasportasi laut khusunya kapal kayu dari daerah-daerah terdekat mislanya Lembata, Adonara, Solor dan Larantuka, Baranusa, Kabir dan Alor itu akan ditutup 2 minggu sekali dan ini adalah sistim Calstering yang kita bangun. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pemantauan.

“Dan saya berharap agar para Camat juga diwajibkan untuk terus On Time memantau pergerakan masyarakat di wilayahnya masing –masing. Para camat juga harus bisa menjaga kesehatan dan minum vitamin dosis tinggi,” kata Sunur.

Dinas koprindag juga harus segera melakukan operasi pasar, sistim pemantauannya harus dengan cara inneligensi. Untuk wilayah pasar kita harus lakukan fhysikal disthanting. Kita berharap agar para pedagang juga jangan menaikan harga barang ikut suka.

Untuk dana DAU sunur menyampaikan bahwa nanti akan dialokasikan melalui perimbangan dengan melihat prioritas program starategis yang mendukung pencapaian visi misi kepala daerah dan wakil kepala daerah, dan dengan kondisi ini maka tentu banyak anggaran terpangkas dan diguanakan untuk kepentingan pencegahan merebaknya virus Corona covid-19.

Kalau Danah Alokasi Khusus (DAK) itu sudah jelas. Terhadap semua OPD saya berharap untuk segara melakukan kordinasi kebutuhan-kebutauhan yang bgerkaitan dengan penanganan covid-19.”Tutup Sunur.WN02

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *