ADVERTISEMENT

Bupati Sunur : Daerah Tertinggal Bukan Berarti gagal Pembangunan

Foto: Bupati Lembata Eliaser Yenthji Sunur di Dampingi Sekertaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali saat melakukan jumpah Pers di Kuma Resort Desa Waijarang Kecamatan Nubatukan.11/5/2020

Menurut Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur , sebelum kita mengatakan tentang suatu daerah tertinggal itu Kita harus tahu sejarahnya dulu baru kita omong. Lembata menjadi daerah tertinggal itu sejak dulu. Artinya, Lembata dikategorikan menjadi daerah tertinggal tentu dengan berbagai alasan, dan bukan berarti kegagalan pembangunan.

Demikian kata Bupati Sunur Kepada media  usai melakukan rapat kordinasi penanganan covid-19 bersama seluruh OPD lingkup pemerintah Kabupaten Lembata di Kuma Resort Desa Waijarang Kecamatan Nubatukan.11/5/2020

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Yang menjadi pertanyaan adalah sejak kapan kabupaten Lembata ini menjadi daerah tertinggal. Kalau mau dibilang kabupaten Lembata adalah daerah tertinggal itu sejak Sebelum saya menjadi Bupati,” ungkap Bupati Sunur kepada media saat jumpah pers.

Dikataknya bahwa,  Presiden Republik Indonesa  Joko Widodo selama ini mempunyai  target untuk membangun Indonesia yakni dengan target pembangunan yang dimulai dari daerah pinggiran.  Total daerah kabupaten yang tertinggal secara keseluruhan di seluruh Indonesia hanya tinggal 62 Kabupatena saja. Dengan demikian maka solusi untuk bisa keluar dari daerah tertinggal ini,  harus melalui penguatan dan peningkatan terhadap kinerja Mentri dalam melaksanakan  kebijakan melalui peraturan Presiden,”Ujar Bupati Sunur

RelatedPosts

Menurut Bupati Sunur,  peningkatan kinerja ini perluh dilakukan agar supaya  Mentri pembangunan daerah tertinggal termasuk beberapa Mentri lainya bisa lebih fokus terhadap anggaran percepatan pembangunan daerah agar kita bisa keluar dari daerah tertinggal. Kata Bupati Sunur

Kepada media Bupati Sunur mengatakn bahwa Seharusnya pemerintah kabupaten Lembata berterimah kasih bahwa ada prioritas bapak Presiden untuk kita keluar dari daerah tertinggal seperti kabupaten lainya. Untuk di tahun 2024 pas masa berahkirnya Presiden. Sehingga sudah tidak ada lagi daerah tertinggal di Indonesia. Ujar Bupati Sunur. 

Untuk Lembata kita akan dapat giliran di tahap terahkir dan itu harus kita syukuri. Karena dengan adanya daerah kita masih tertinggl uang kita tetap banyak melalui kebijakan penguatan  Perencanaan kerja dan anggaran. Ini yang perluh kita pertahankan Supaya Mentri juga tahun bahwa ini adalah kebijakan Presiden yang menjadi fokus. 

Ada dua aspek dalam menentukan daerah tertinggal, yakni aspek masyarakat dan aspek wilayah, aksebilitasnya,  sarana prasarana,  pendidikan manusia,  bagaimana kesehataan manusia,    aspek utama ini baru dibawah masuk didalam beberapa kriteria yakni kriteria Indeks Pembangaunan Manusia (IPM). Indeks pembangunan manusia yang dimaksud itu sudah harus 

meningkat speerti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lembata yang selama ini terus meningkat dari tahun 2018 yakni sebesar 63,46 point menjadi  64,91 point di tahun 2019. Sementara itu prosentase kemiskinan mengalami penurunan dari 26,45 % tahun 2018 menjadi 36,30 % tahun 2019.

Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lembata juga meningkat dari 5,04 %  tahun 2018 menjadi 5,09 persen tahun 2019. Ini adalah salahsatu syarat untuk Masuk didalam fiskal daerah. Fiskal daerah juga termasuk dalam kapasitas keuangan kita,  infrasturktur, sumber daya manusia, bicara tentang infrastruktur itu bukan hanya jalan saja tetapi imfrastrukur kesehatan, Infrastruktur pendidikan, infrastruktur pertanian, infrastruktur perikanan  semuanya tergabung  dalam perencanan target pembangunan daerah,”Ucap Bupati Sunur

Konteks pengembangan pembangaunan infrastruktur juga kita harus menaikan indeks pembangunan manusia, melalui fasilitas sarana dan prasarana. Dibidang pendidikan untuk itu kita harus siapkan sekolahnya,  begitu juga kesehatan manusia,  berarti kita harus siapkan Rumah Sakit, alat Kesehatan, tenaga medis dan lain-lainya.  

Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita selama ini juga meningkat. Dan Kabupaten Lembata  sudah dalam kategori naik 100 miliar,  hanya karena tahun ini ada wabah covid-19 sehingga anggaran kita terpotong sampai 40 miliar lebih. Sehingga untuk target capaian kita pasti tidak mungkin,”Jelas Sunur

Terkait daerah tertinggal ini,  kalau bukan prioritas Presiden kenapa kita mau cepat-cepat keluar dari daerah tertinggal,? Karena secara politis kebijakan anggaran bisa saja tidak berpihak. karena ini adalah peraturan Peresiden berarti jelas menjadi fokus dan kita akan diinterfensi oleh lembsga terkait maka jelas pasti akan masuk diluar Dana Alokasi Khusus (DAK) dan  Dana Alokasi Umum (DAU). Kalau sudah punya hitungan rumusan berarti sudah ada tugas pembantuan masuk, dari afirmatif. Kita mestinya bangga sebenarnya karena pembangunan kita sudah menjadi fokus Presiden dalam prioritas untuk kita keluar dari daerah tertinggal. Dan perluh kita ketuhi bahwa daerah tertinggal itu bukan hanya kabupaten Lembata saja, kabupaten Alor yang sudah lama juga masih termasuk dalam kategori daerah tertinggal. Ada juga beberapa kabupaten lainya disekitar kita yang ahkirnya juga menyesal sendiri. Ketika mereka melihat  kita  di Lembata  terus fokus pada pembngunan puskesmas di semua wilayah kecamatan. Dan di kabupaten Lembata kita tetap dapat kebijakan pembangunan dimana-mana. Malahan di 1 kecamatan kita bisa bangun 2 Puskesmas di lokasi yang berbeda.  Contoh di kecamatan Nubatukan pembangunan Puskesmas di Desa Pada, Kecamatan Omesuri juga di bangun puskesmas dan di kecmatan Buyasuri.  Semua kebijakan pemvngunan ini adalah bagian daripada percepatan untuk mengejar ketertinggalan.

 Kita berharap agar infrastruktur jalan dan air bersi bisa terakomodir dalam prioritas pembangunan daerah. perintah Kabupaten Lembata akan siap dengan keputusan Presiden, dengan demikian kedepan tentunya pemerintah kabupaten Lembata juga harus sudah bisa mulai berbenah. 

Daerah tertinggal ini akan perlahan-lahan dikasih keluar sehingga target presiden sampai tahun 2024 Lembata sudah bisa keluar dari daerah tertinggal. 

Dan memang kabupaten Lembata adalah daerah tertinggal tetapi Ini bukan suatu kegagalan pemerintah tetapi kita malahan menjadi naik. Contah pertumbuhan ekonomi kita naik,  infrastruktur kita sudah di bangun kemana-mana,  sarana prasarana pendidikan,  kesehatan semuanya berjalan dengan baik,”ungkap Bupati Sunur

Menurut Bupati Sunur bahwa untuk keluar dari daerah tertinggal itu adalah program Perintah pusat yang memang harus dilaksnakan dengan upaya membuat supaya daerah yang tertinggal itu menajdi tolak ukur seperti daerah tertinggal lainya jadi,  “Kalau gagal itu kita tidak bangun daerah.  Contoh Pendapatan Aasli Daerah Kita tidak meningkat itu baru dibilang gagal. Namun karena dalam rangka fokus prioritas Presiden sampai dengan masa berahkir jabatan.  Sehingga kedepan ada 62 Kabupaten yang akan masuk di tahap terahkir untuk bisa keluar dari daerah tertinggal. Adapun 6 kriteria Persyaratan  untuk kita. Tergantung pada pemerintah pusat. Kita tentunya akan prioritaskan pengembangan ke infrastruktur jalan untuk bisa ada akses ke kantong-kantong produksi dan Irigasi untuk meningkatan hasil komoditi para petani. Salah satu program pengembangan yang selama ini kita lakukan adalah pariwisata yang selama ini sudah membentuk seluruh sektor. Tinggal interfensi anggaran itu yang diperkuat dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia.

Jadi saya berharap agar kita harus pahami suatu daerah tertinggal   jangan salah paham atau gagal paham karena Presiden sudah melakukan penguatan kebijakan supaya bisa dilaksanakan oleh para Mentri terkait.  

Daerah tertinggal ini, Yang menilai gagal itu siapa?  Tidak ada Pengumuman Presiden yang mengatakan bahwa daerah yang tertinggal adalah daerah yang gagal,” Itu tidak benar. 

Kita akan tetap membangun daerah kabupaten Lembata dan tidak ada yang gagal. Jadi harus rasional harus memahami dulu apa maksud daripada peraturan Presiden. Kita mestinya berterimah kasih karena Presiden masih berpikir dan dia mau meyelesaikan supaya beberapa daerah tertinggal yang masih belum tuntas itu dia mau tuntaskan sebelum masa ahkir jabatanya di tahun 2024 nanti.”Ujar Sunur

Saya sangat bersyukur karena masa kepemimpinan saya berahkir di tahun 2024. Dan kita harus bangga karena strategi pembangunan kita sudah masuk didalam kebijakan Presiden,Pungkas Bupati Sunur. **WN02**    

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *