ADVERTISEMENT

Pengobatan Ilegal di Muting, Satu Jarum Suntik Untuk 12 Pasien

PAPUA, WARTA NUSANTARA–  Pengobatan secara illegal oleh  BXS (25) jenis kelamin laki-laki dilakukan di dalam area PT BIA  Distrik Muting. Sebanyak 40 pasien telah berobat sekaligus mendapatkan tiga jenis obat yakni paracetamol, amoxilin serta dexametason.

Dari puluhan  pasien yang berobat, 12 diantaranya diambil  sampel darahnya oleh pelaku BXS  dengan menggunakan satu jarum suntik. Setelah digunakan, jarum  itu disterilkan dengan cara direndam di air panas untuk digunakan lagi  ketika ada pasien ingin diambil darahnya.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Pengakuan pelaku, alasan mengambil darah, tidak lain mengetahui apakah aliran darah pasien masih jalan atau tidak,” ungkap Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ariffin diruang kerjanya Kamis (16/7).

Lebih lanjut dijelaskan, tanggal 9 Juli 2020,  managemen PT BIA mendapatkan informasi  kalau telah terjadi pengobatan illegal yang  dilakukan BXS. Selanjutnya melapor ke  pos polisi (pospol) dalam area perusahan dimaksud.

RelatedPosts

Laporan tersebut, demikian Kasubag, ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan akhirnya pelaku diamankan.  Saat diperiksa,  dia mengaku menjalankan praktek pengobatan di dalam area PT BIA tanpa memiliki izin praktek.

“Pelaku juga sudah jujur kalau  sempat kuliah di akademi keperawatan, tetapi hanya dua semester saja dan setelah itu keluar,” ungkapnya.

Ditanya alasan banyak orang berobat kepadanya, Kasubag menjelaskan, pelaku mengaku telah kerjasama dengan kilinik PT BIA. Untuk sekali berobat, dipungut biaya sebesar Rp 25.000 per pasien.

Dikatakan, saat ini pelaku diamankan sambil menunggu jangan sampai adanya pengaduan korban yang telah berobat maupun diambil darahnya jika ada efek sampingan  dialami atau rasakan. (WN- kobun)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *