ADVERTISEMENT

KKP Diminta Bangun Industri Pengolahan perikanan di Merauke

PAPUA-WARTA NUSANTARA –  Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Ruslan Ramli menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Komisi IV DPR RI yang telah melakukan kunjungan di Merauke, sekaligus melaksanakan kegiatan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan).

Demikian disampaikan Sekda dalam sambutannya Senin (27/7). “Saya meminta agar KKP melalui Direktorat Jenderal  Penguatan Daya Saing serta anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman Hamzah memperjuangkan penambahan cold storage  serta dorongan  pembangunan industri pengolahan perikanan di Merauke,” pintanya.

Direktur Pemasaran KKP, Machmud mengatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan pengolahan dan pemasaran produk perikanan di Kabupaten Merauke dengan memberikan bantuan sarana pengolahan  serta pelatihan pengolahan agar  konsumsi ikan di daerah ini meningkat.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan perluasan Gemarikan untuk wilayah Kabupaten Merauke dialokasikan  500 paket berupa ikan layang beku sebanyak 1 ton dan 2 jenis olahan ikan yaitu bakso ikan dan nugget ikan. Total volume bantuan 1,5 ton  senilai Rp 130 juta.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor Distrik Merauke.  Selanjutnya  didisitribusikan kepada masyarakat yang terdampak covid-19. Bantuan ikan olahan diperoleh dari UKM (pembudidaya dan nelayan) setempat dengan harapan membantu penyerapan produksi serta menjaga keberlangsungan usahanya.

RelatedPosts

Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman Hamzah mengharapkan  kedepan KKP bersama pemerintah setempat dan Muspida dapat melaksanakan kegiatan gemar makan ikan secara rutin guna dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak, sekaligus bersaing dengan negara lain.

Dikatakan, paket gemar makan ikan tidak hanya diberikan kepada masyarakat Merauke tetapi juga dikirim ke Kabupaten Boven Digoel sebanyak 500 paket berupa layang beku 1 ton dan 3 jenis olahan ikan yaitu kerupuk ikan, pilus dan amplang ikan dengan total volume bantuan 1,1 ton atau senilai Rp 130 juta.

Ditambahkan, suasana kekeluargaan adalah landasan kuat menghadirkan keseimbangan kehidupan masyarakat kota dan kampung. Guna mengantisipasi situasi kehidupan new normal dengan melihat keadaan di kampung khususnya nelayan dan petani, perlunya bantuan alat tangkap ketinting  untuk membantu  nelayan lokal. (WN-kobun)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *