ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah Tarik sejumlah alsintan

PAPUA, WARTA NUSANTARA–  Sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan pemerintah pusat melalui Rumah Aspirasi  yang diperjuangkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sulaeman Hamzah  kepada petani untuk digunakan  dalam kelompok, rupanya disalahgunakan.

Beberapa orang justru  memanfaatkan alsintan untuk kepentingan pribadinya, bahkan tidak membajak areal persawahan, tetapi menarik kayu dari hutan. Mengetahui itu akhirnya ditarik dan dialihkan ke kelompok lain.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Penangungjawab Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah, Fauzun Nihayah yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) kepada sejumlah wartawan Senin (27/7) mengatakan, sejak tahun 2015 silam, kurang lebih 400-an alsintan diperjuangkan Sulaeman Hamzah di Kementerian Pertanian RI untuk diberikan kepada petani di Kabupaten Merauke.

Ratusan alsintan yang diberikan kepada petani  diantaranya handtraktor, jonder, harvester combine dan lain-lain. Pemanfaatanya juga tak perorangan tetapi dalam bentuk kelompok.

RelatedPosts

Dikatakan, sehubungan dengan iuran yang dipungut dari pengelola alsintan, sesungguhnya untuk biaya pemeliharaan. Dimana jika ada alat rusak, iuran dimaksud dimanfaatkan atau digunakan.  

“Memang banyak alsintan rusak dan tak produktif lagi. Setelah managemen Rumah Aspirasi saya pegang, akan kami control dengan menurunkan tim  memantau apakah digunakan dengan baik atau tidak,” ujarnya.

Menyangkut jumlah alsintan yang ditarik, Fauzun mengaku kurang lebih lima. Sesuai peraturan menteri, boleh ditarik atau dinamakan relokasi alat. Lalu diserahkan ke kelompok lain agar digunakan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman Hamzah menegaskan bukan pungutan yang diambil dari petani, tetapi iuran. Itupun semata-mata membeli peralatan ketika mengalami kerusakan.

“Jadi saya perlu klarifikasi bahwa iuran itu semata-mata  mengantisipasi ketika alat rusak, langsung diperbaiki atau dibeli ganti. Olehnya perlu dipahami semua orang,” pintanya. (WN-kobun)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *