ADVERTISEMENT

Ibu Hamil Positif Covid-19 di Babokerong Sembuh, Lembata Kembali Zona Hijau

LEMBATA: WARTA-NUSANTARA.COM – Kabupaten Lembata akhirnya kembali ke zona hijau pandemic Covid-19. Sebab ibu hamil yang dinyatakan positif Corona Virus alias Covid-19, beberapa waktu lalu, dinyatakan sudah sembuh setelah menjalani swab test.

Kabar gembira bagi masyarakat Lembata itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Dominggus Mere saat ditemui wartawan di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Rabu (29/7/2020). Dominggus berada di Balauring bersama rombongan Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat yang melakukan kunjungan kerja di Lembata selama dua hari, sejak Selasa (28/7/2020).

Menurut Dominggus, pasien positif Covid-19 di NTT yang dinyatakan sembuh total sudah sebanyak 123 orang.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dia mengatakan bahwa Pemprov NTT sudah memberikan alat catridge supaya pemeriksaan Swab untuk skala kecil bisa dilakukan di Lembata. “Kalau dalam skala besar harus di Kupang,” ungkapnya.

Alat catridge ini diberikan kepada daerah-daerah yang berpotensi adanya transmisi lokal. “Saya khawatir itu di Lembata banyak pelabuhan rakyat dan kita harus jaga wilayah kita. Tetapi jangan karena Covid-19 kita larang kapal masuk,” ucap dia.

RelatedPosts

Dia mengimbau kepada para dokter di Lembata untuk selalu siap melakukan perawatan kepada pasien Covid-19.

Asal tahu saja, Desa Babukerong sempat di-lock down selama tiga hari mulai hari Minggu (19/7/2020) sampai Selasa (21/7/2020), ketika seorang ibu hamil dinyatakan positif Covid-19. Masyarakat desa dilarang bepergian keluar kampung, dan yang dari luar dilarang masuk ke desa Babukerong. Apalagi, pasien itu mengaku sudah melakukan kontak fisik dengan seluruh keluarga kandungnya.  

Pasien itu baru pulang dari Ujungpandang bersama suaminya. Mereka menumpang KM Siguntang yang bertolak dari Makasar (Ujungpandang) tanggal 3 Juli 2020, dan tiba di pelabuhan laut Larantuka tanggal 4 Juli 2020.

Keduanya melanjutkan perjalanan ke Lewoleba dengan kapal cepat Batam Line Ekspress, yang bertolak pada pukul 10.00 Wita, tanggal 4 Juli 2020. Tiba di Lewoleba, dilakukan pengukuran suhu. Karena suhu tubuhnya di atas batas normal, maka dilakukan rapit test. Ternyata, hasilnya reaktif rapit test. “Hasil rapid saat itu reaktif. Sehingga diambil sampel swab,” jelas Paskalis Ola Tapobali, seraya menambahkan, bahwa Tim Gugur Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Lembata mengantar yang bersangkutan ke Babukerong dengan mobil ambulance mengingat ia datang dari wilayah zona merah Covid-19.

Diperoleh juga informasi bahwa ibu hamil yang menjadi pasien positif pertama di Lembata itu punya riwayat sakit saat masih berada di Makasar. Dia tinggal di kos-kosan beralamat Jalan Abdul Kadir, Makasar, dan sempat dirawat di RS Wisata UIT pada akhir bulan Maret 2020 selama 1 (satu) minggu. Ketika itu, keluhannya mual dan muntah berlebihan. Pun, dia sempat ditransfusi darah sebanyak 1 (satu) kantong.

Setelah keluar dari Rumah Sakit, pasien yang diketahui masih berstatus mahasiswi di Kota Kupang, NTT, melakukan kontrol di tempat praktek Dr. dr. Hj Isharya Sunarno SpOG (K) di RS Wisata UIT, pada tanggal 6 April 2020.

Sejak dinyatakan positif Covid-19, ibu hamil itu menjalankan masa karantina di rumahnya di Desa Babukerong, Kecamatan Nagawutung, Lembata. Dikabarkan bahwa ibu tersebut melakukan teraphy mandi laut untuk proses kesembuhannya.***(*/fre-AN/WN-02).***

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *