LARANTUKA : WARTA-NUSANTARA.COM– Anak Muda Flores Timur, Somba Tapoona yang merintis Karier di dunia usaha kerajinan tangan sejak tahun 2016 silam berharap agar pemerintah daerah lebih serius mengurus program pemberdayaan masyarakat sejalan dengan semangat program Selamatkan Orang Muda Flores Timur.
Kalau Pemerintah Daerah mau selamatkan orang muda Flores Timur ya selamatkan jangan menghancurkan, ungkap Somba Tapoona kepada vivatimur.com, di kediamannya kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Sabtu (22/8/2020).
Somba mengaku sudah berhasil membantu mempekerjakan 8 orang karyawan karena ada keresahan dari para karyawannya terkait persoalan ekonomi.
“Berangkat dari keresahan mereka maka saya membuka lapangan pekerjaan dan mempekerjakan mereka dengan membuka usaha kerajinan pot bunga, perhiasan taman, dan rumah”, ujarnya.
Pengusaha muda Flotim ini mengatakan, dari tahun 2016 hingga saat ini sudah banyak peminat dan pelanggan kerajinan pot bunga dan perhiasan taman, bahkan sudah membuka cabang di kota Maumere kabupaten Sikka.
“Minggu kemarin kami sampai di rumah bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Bupati Sikka menyambut kami dengan sangat luar biasa dan memberikan apresiasi terhadap karya kami, Bupati Sikka juga membangun kesepakatan agar prodak kami akan di gunakan untuk taman di kabupaten Sikka”, tuturnya.
Selain di kabupaten Sikka, pihak Somba Tapoona saat ini sedang membangun kerja sama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur untuk mempercantk taman kota di Larantuka.
Ditanya terkait Penghasilan, Somba Tapoona mengaku hasil dari menjual kerajinan pot dan perhiasan taman cukup untuk memberi gaji karyawan, membeli bahan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya paling pertama menggeluti dunia musik, di masa kepemimpinan Gubernur NTT Bapak Frans Lebu Raya saya pernah mengajukan proposal untuk festival Band di kota Larantuka, dengan berjalannya waktu saya berpikir dunia musik tidak terlalu menjamin kehidupan ekonomi walaupun musik itu bagian dari hobi”, ungkapnya.
Somba mengaku mengawali kariernya di kota Kupang, Ia belajar membuat pot bunga dari seorang sahabatnya. Setelah kembali ke Larantuka ia terpacu dengan beragam permintaan konsumen baik pot bunga, air mancur taman, bangku taman dan accesories di taman kota dan taman rumah di penuhinya.
Lebih jauh ia mengaku mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan tetangga sekitar
dalam mengembangkan usahanya.
“Tetangga responnya baik, karyawan saya ini juga para tetangga. Karyawan saya sebelumnya bekerja pada perusahan ikan tuna, namun karena pandemi covid 19 dan macet maka saya mengajak mereka bergabung dalam usaha ini”, ujarnya. ***(*/VT/WN-01).**