ADVERTISEMENT

41.Minggu, 11 Oktober 2020 : MAUKAH KITA MENERIMA UNDANGAN TUHAN Bacaan Injil Mat 22:1-14

RelatedPosts

Undanglah setiap orang yang kamu jumpai ke pesta nikah ini.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa
Yesus berbicara kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi
dengan memakai perumpamaan.
Kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.
Ia menyuruh hamba-hambanya
memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu,
tetapi mereka tidak mau datang.
Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,
‘Katakanlah kepada para undangan:
Hidangan sudah kusediakan,
lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.
Semuanya telah tersedia.
Datanglah ke perjamuan nikah ini!’
Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.
Ada yang pergi ke ladangnya,
ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap hamba-hamba itu,
menyiksa dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu.
Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana
untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu
dan membakar kota mereka.
Kemudian ia berkata kepada hamba-hambanya,
‘Perjamuan nikah telah tersedia,
tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan
dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana
ke perjamuan nikah ini.’
Maka pergilah hamba-hamba itu
dan mereka mengumpulkan semua orang
yang dijumpainya di jalan-jalan,
orang-orang jahat dan orang-orang baik,
sehingga penuhlah ruang perjamuan nikah itu dengan tamu.
Ketika raja itu masuk untuk menemui para tamu,
ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya,
‘Hai saudara,
bagaimana Saudara masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta?
Tetapi orang itu diam saja.
Maka raja itu lalu berkata kepada hamba-hambanya,
‘Ikatlah kaki dan tangannya
dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap,
di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikitlah yang dipilih.”
Demikianlah Injil Tuhan.
————————————
REFLEKSI:

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0
  1. Kerajaan Surga diibaratkan dengan sebuah pesta pernikahan. Mereka yang diundang tidak mau hadir karena berbagai alasan berkaitan dengan kepentingan hidup mereka, aktivitas rutin yang mereka jalani. Akhirnya tuan pesta menyuruh hamba-hambanya mengundang orang-orang yang ada di jalan-jalan bukan hanya orang-orang baik melainkan juga orang jahat. Semua mereka datang dengan pakaian pesta kecuali seseorang yang datang tanpa pakaian pesta. Akhirnya dia diikat dan dibuang ke dalam kegelapan.
  2. Ini sebuah perumpamaan, kita tahu bahwa Yesus selalu mengajar dalam bentuk perumpamaan yang diambil dari kisah hidup atau pengalaman hidup sehari-hari. Mengapa demikian? Supaya setiap pengajaran Yesus itu mudah dimengerti oleh mereka. Dengan demikian mereka begitu takjub kepada Yesus sebagaimana seorang wanita yang dikisahkan dalam Injil kemarin. “Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau!”
  3. Yesus sendiri selama hidup-Nya dua ribu tahun silam telah mengajar dan memberitakan bahwa bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus pun telah memanggil dan mengutus para murid-Nya untuk meneruskan kabar sukacita itu kepada siapapun. Dan kita pun, anda dan saya telah terpanggil untuk meneruskan, mewartakan kabar sukacita itu kepada siapapun. Kita pun telah diundang untuk mendengarkan kabar sukacita itu. Kita telah diajak melalui pemberitaan Injil untuk menjalani hidup ini seturut rencana dan kehendak Allah supaya ketika kita kembali ke alam baka, kita dapat menikmati kehidupan yang kekal di Surga.
  4. Namun demikian, kita tidak menghiraukan undangan itu. Kita lebih mengutamakan hal-hal yang duniawi, hal-hal yang remeh temeh, kita lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan ego kita. Kita belum mau menjaga keseimbangan antara hidup rohani dan jasmani. Kita musti ingat bahwa hidup di bumi ini sangat sementara sifatnya, dan hidup di akhirat itu permanen, abadi dan kekal. Karena itu selama hidup di dunia ini kita musti mempersiapkan dengan sangat baik jiwa kita untuk menuju kepada tujuan akhir hidup kita yaitu hidup yang kekal di Surga. Jangan sampai kita bernasib seperti orang yang berpakaian tidak layak ke tempat pesta dalam perumpamaan tersebut di atas. Maka raja itu lalu berkata kepada hamba-hambanya, “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sana akan ada ratap dan kertak gigi.” Mungkin ada di antara kita yang seringkali menolak undangan Tuhan untuk menghadiri misa Kudus pada hari minggu dan menyambut Komuni Kudus. Juga ibadat lingkungan dan doa rosario serta pendalaman Kitab Suci dan kegiatan gereja lainnya dengan berbagai alasan.
  5. Ya Yesus, hari demi hari Engkau selalu membimbing kami dengan firman-Mu yang penuh kuasa ini. Tolonglah kami untuk mempersiapkan hati dan jiwa kami sebaik-baiknya agar jika waktunya tiba, kami dapat menikmati kebahagiaan hidup kekal di Surga, Amen🙏

Selamat pagi para sahabatku yang baik hati♥️Salam Damai dan Sejahtera bagi kita sekalian. Selamat beribadah, Selamat berhari minggu, Tuhan memberkati🙏Herman Wutun.

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *