ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kominfo Makassar Gelar Pelatihan DEA Pelaku UMKM Manggarai Barat

MANGGARAI BARAT : WARTA-NUSANTARA.COM – Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Makassar menggelar Pelatihan Digital Enterpreuner Academy (DEA) Tahun 2020 bagi Ibu Rumah Tangga dan Pelaku UMKM di Manggarai Barat, Kamis (26/11/2020).

Pelatuhan DEA dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 26-27 November 2020 di La Prima Hotel Labuan Bajo yang diikuti oleh 60 peserta perwakilan ibu Rumah Tangga dan pelaku UMKM Manggarai Barat. Demikian laporan Wartawan Warta Nusantara, Syarif ab dari Labuan Bajo.

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Makassar Ir. H. Ruslan Harun dalam sambutannya mengatakan era digitalisasi pada industri 4.0 saat ini, khususnya kita di indonesia, dihadapkan pada tantangan yang cukup besar.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Yaitu adanya permintaan yang tinggi terhadap SDM-SDM yang familiar dengan teknologi atau biasa kita sebut talenta digital.

Ruslan Harun mengatakan tentu saja SDM dan talenta digital tersebut untuk mendukung perkembangan ekosistem industri teknologi di negara kita.

RelatedPosts

Tantangan tersebut perlu kita jawab, perlu kita dihadapi bersama-sama melalui berbagai hal, melalui kegiatan-kegiatan yang bermuatan inovasi serta inisiasi- inisiasi dari berbagai pihak.

Dijelaskannya Kementerian Kominfo melalui Badan Litbang SDM sejak beberapa tahun terakhir ini telah menginisiasi beberapa kegiatan besar, salah satunya adalah pelatihan digital talent scholarship.

“inisiasi ini tentu saja merupakan upaya-upaya untuk memenuhi tantangan serta permintaan akan kurangnya SDM atau talenta-talenta digital di indonesia, tahun kemarin 2019, peserta kami pada pelatihan DTS sebanyak 26 ribu peserta,” jelas Ruslan Harun

Ia menjelaskan tahun ini, digital talent scholarship menargetkan lebih banyak lagi, yaitu sebanyak 60 ribu peserta, dan tetap berfokus untuk peningkatkan keterampilan serta daya saing SDM di bidang TIK yang merupakan bagian dari program pembangunan prioritas nasional.

Program DTS secara garis besar menyasar angkatan kerja muda, masyarakat umum, serta ASN dan dibagi menjadi tujuh akademi, yaitu: Fresh Graduate Academy (FGA): program pelatihan yang ditujukan kepada peserta pelatihan bagi lulusan s1 bidang TIK dan MIPA, dan terbuka bagi penyandang disabilitas.

Kemudian Vocational School Graduate Academy (VSGA), yang ditujukan kepada peserta pelatihan bagi lulusan SMK dan pendidikan vokasi bidang TI, Telekomunikasi, Desain, dan multimedia; Coding Teacher Academy (CTA), yang ditujukan khusus bagi para guru-guru kita setingkat SMA/SMK/MA/SMP/SD di bidang pemrograman.

Online Academy (OA) yaitu program pelatihan online yang ditujukan bagi masyarakat umum, ASN, mahasiswa, dan pelaku industri; Thematic Academy (TA), yang ditujukan kepada peserta dari jenjang dan multidisiplin yang berbeda;

Regional Development Academy (RDA) yang merupakan program pelatihan pengembangan sumber daya manusia yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi ASN di kawasan prioritas pariwisata dan 122 kabupaten prioritas pembangunan.

Kemudian yang terakhir, yang insyaallah akan kita laksanakan ini, yaitu Digital Entrepreneurship Academy (DEA), yang merupakan program pelatihan pengembangan sumber daya manusia yang ditujukan kepada talenta digital di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Setidaknya kurang lebih 60 para peserta pelatihan yang ada di sini, merupakan bagian dari 60.000 peserta pelatihan DTS tahun ini yang tersebar di berbagai daerah di indonesia.

“Kami berterima kasih atas antusias dan perhatiannya,” ungkap kepala Balai Ruslan Harun.

Pada tempat yang sama Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Barat Ir. Aurelia Imelda Meze dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan DEA yang dilaksanakan di Manggarai Barat

Sekdis Kominfo berharap kepada seluruh peserta mengikuti pelaksanaan pelatihan ini dengan baik, agar supaya ada peningkatan pemahaman terkait digitalisasi produk yang kita buat.

Tantangan ke depan di era digitalisasi 4.0 semakin kompleks, sehingga diharapkan kepada seluruh peserta untuk menyerap seluruh materi yang akan disampaikan oleh para instruktur.

“Guna menjawab tantangan di daerah destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo ini,” ungkapnya. ** (WN-Syarif ab).**

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *