ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ribuan Pengungsi Ile Lewotolok Jalani Rapid Test Massal

Suasana pelaksanaan rapid test bagi pengungsi Gunung Ile Lewotolok, Sabtu (5/12) (foto: istimewa)

Jumlah Pengungsi Ile Lewotolok saat ini sebanyak 9.028 orang.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM-Kepala Bagian Humas Setda Lembata, Petrus Demong mengatakan, ribuan pengungsi Gunung Ile Lewotolok sejak Sabtu (5/12) pagi tadi menjalani rapid test secara massal. Hal ini merupakan kebijakan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur segera dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona paska erupsi gunung berapi itu.

Pengambilan rapid test secara massal dilaksanakan di Kantor Perpustakaan Lembata, yang merupakan salah satu lokasi pengungsian.

RelatedPosts

Ribuan Pengungsi Ile Lewotolok Jalani Rapid Test Massal
Petugas medis sedang persiapan untuk rapid test massal

Dengan pengungsi berjumlah 9.028 orang, diperkirakan pelaksanaan rapid test massal bisa memakan waktu hingga 1 minggu. Jika hasil rapid test menunjukkan status reaktif, maka yang bersangkutan langsung menjalani swab test.

Kabag Humas Setda Lembata Petrus Demong menjelaskan rapid test massal secara rutin dilakukan selama persediaan alat bantu kesehatan masih ada.

Rapid test bagi pengungsi merupakan kebijakan terbaru Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur. Kebijakan ini untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 sekaligus mengantisipasi munculnya klaster baru di lokasi pengungsian.

Ribuan Pengungsi Ile Lewotolok Jalani Rapid Test Massal
Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur

Bupati Lembata beralasan ribuan orang yang mengungsi berasal dari Kecamata Ile Ape dan Ile Ape Timur, yang termasuk zona merah penyebaran Covid-19 di kabupaten yang terletak di Pulau Lembata itu.

Eliazer Yentji Sunur, Bupati Lembata dua periode itu berharap warga pengungsi bertanggungjawab menegakkan protokoler kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan sering mencuci tangan.

Ribuan Pengungsi Ile Lewotolok Jalani Rapid Test Massal
Suasana pengambilan rapid test massal (foto: istimewa)

Elisabeth, seorang pengungsi asal Desa Waimatan mengaku rapid test massal merupakan kebijakan tepat untuk mengeliminir penularan virus corona.

Dia mengaku sangat senang bisa menjalani pengambilan darah, sehingga dia tahu kondisi dan status kesehatannya.

Kabupaten Lembata merupakan salah satu daerah terpapar Covid-19 di Propinsi NTT. Hingga saat ini, konfirmasi positip mencapai 33 kasus.

Pasangan suami istri dari daerah ini, yang waktu itu sekitar Pebruari 2020 baru kembali dari Inggris, sempat menggegerkan warga NTT, menyusul keduanya dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.*** (*/WN-01).

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *