ADVERTISEMENT

Keluarga Flobamora Kapuas Hulu Galang Dana Untuk Korban Letusan Ile Lewotolok

KAPUAS HULU-KALBAR : WARTA-NUSANTARA.COM– Keluarga Besar dari Provinsi NTT yang tergabung dalam Organisasi FLOBAMORA di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat adalah organisasi sosial yang terbentuk karena semangat persaudaraan yang lahir dari keturunan orang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Kabupaten Kapuas Hulu. Didorong rasa cinta dan peduli Lewotana Lembata, Keluarga Flobamora gelar konsolidasi menggalang dana untuk sesama korban erupsi Ile Lewotolok. Demikian Rilis dari Yohanes Belen Wuwur yang lazim disapa Yanche Wuwur, anggota Flobamora asal Lembata yang diterima Redaksi Warta Nusantara, Selasa, 23/2/2021.

Salah satu Anggota Flobamora Putusibau, Yanche Wuwur yang juga Ketua P erhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kapuas Hulu menceritakan, menurut keterangan para tetua Flobamora, motivasi awal terbentuknya Flobamora di Kabupaten Kapuas Hulu adalah untuk mempererat persaudaraan guru-guru NTT yang dikirim ke Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Kapuas Hulu sejak tahun 1977. Minggu, (21/02/2021)

Akhirnya, tambahnya, terbentuklah Organisasi Flobamora Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. Sebelumnya hanya beranggotakan para guru NTT dan kelurganya masing-masing, namun seiring waktu bertambah banyak karna orang NTT dari berbagai macam latar belakang pekerjaan yang merantau ke Kapuas Hulu  juga ikut bergabung.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Flobamora di Kabupaten Kapuas Hulu adalah organisasi sosial yang terbentuk karena semangat persaudaraan masyarakat keturunan asli NTT yang berdomisili di Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkapnya.

Yanche menambahkan, sampai saat ini Flobamora Putussibau – Kapuas Hulu semakin berkembang baik dengan persatuan yang sangat kuat dan terus berpartisipasi aktif dalam semua aspek  kegiatan yang memerlukan kehadiran Flobamora Putussibau, khusunya  dalam kegiatan sosial dan secara internal juga ada kelompok Arisan yang dilaksanakan setiap bulan sebagai momen temu persaudaraan sesama Flobamora Putussibau.

RelatedPosts

“Ada juga kelompok arisan di luar Fobamora Putussibau yaitu Kelompok Arisan Flobamora Taman dan lain-lain menyesuaikan dengan lingkungan dimana ada orang NTT berdomisili,” tutur Yanche Wuwur.

Meskipun begitu perlu diketahui bahwa kelompok-kelompok Arisan ini tidak menjadi sekat antara kelompok yang satu dengan yang lain dan juga tidak menjadi sekat antara yang bergabung di kelompok arisan dan yang tidak bergabung di  kelompok arisan,” tutur Ketua Presidium PMKRI Calon Cabang Kapuas Hulu tersebut.

Yance Menilai, mau kelompok manapun yang membawa nama Flobamora, siapa saja, yang adalah keturunan NTT dan saat ini berada di Kabupaten Kapuas hulu, semua adalah Felobamora Kapuas Hulu.

Karena persatuan ini, lanjutnya, akhirnya melalui kelompok arisan Flobamora Putussibau ada kesepakatan bersama untuk  hadir dan peduli terhadap bencana meletusnya gunung Ile lewotolok di Ile Ape Kabupaten Lembata- NTT.

“Orang Tua yang tergabung dalam arisan Flobamora Putussibau kemudian memberikan kepercayaan kepada anak-anak muda regenerasi Flobamora untuk melakukan kegiatan penggalangan dana, bekerja sama dengan kelompok Arisan Flobamora Taman dan sesama Flobamora yang tidak bergabung dalam kelompok arisan,” terang Yanche.

Sumber dana terkumpul dari sumbangan sukarela anggota kelompok arisan dan sumbangan dari keluarga Flobamora yang tidak bergabung dalam arisan.

Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan  arisan Flobamora Putussibau di rumah Ketua Flobamora Putussibau, Alowisius Laba Kerong. Saat itu juga langsung dilaksankan serah terima sumbangan kepada Yanche Wuwur. Meski jumlah dana kecil, tapi itu memberi dari ketulusan hati untuk sesama korban bencana Ile Lewotolok.

Selanjutnya, dana sumbangan itu dikirimkan ke Kelompok  Caritas Titen Lembata pimpinan Yohanes Vianey K. Burin, SH.,yang nanti membantu menyalurkan.

Dalam sambutannya ketua Flobamora Putussibau Bapak Alowisius Laba Kerong , salah satu guru NTT  asal Ile Ape menyampaikan terima kasih untuk semua yang sudah memberikan sumbangan.

“Terimakasih untuk sumbangannya, sebagai ketua Flobamora Putussibau  dan guru asal Ile Ape, saya sekali lagi berterima kasih mewakili kelurga di kampung, mereka pasti sangat bahgia mendapt bantuan dari kita. Semoga semangat persaudaraan ini tetap erat meski kami sudah menua. Harapan kami anak-anak muda sebagai regenerasi Flobamora Kapuas Hulu bisa menjaga persatuan ini dan melanjutkan hal-hal baik yang sudah kami buat sampai saat ini,” katanya dalam sambutannya di acara arisan tersebut. Minggu, 07/02/2021.

Hal serupa juga di sampaikan oleh Bapak Bertolomeus Mere, guru asal Bajawa- NTT.

“Semangat berbagi dalam kebersamaan merupakan warisan Embu Kajo ( NENEK MOYANG ) dalam bahasa Keo, hendaknya terus dilestarikan. Maju terus, harapan kmi sebagai orang tua Flobamora Kapuas Hulu: Anak mudah sebagi regenerai harus menjaga persatuan dan persaudaraan ini, jangan sampai dicedrai oleh kepantingan-kepentingan yang tidak sesuai dengan motivasi  awal terbentuknya Flobamora di Kapuas Hulu ini,” ujar Bapak Bartolomeus Mere.

Mewakili Kelompok Arisan Flobamora Taman, Bapak Rafael Lango Belen juga menyampaikan terima kasih dan harapan semoga bencana ini tidak terulang lagi.

“Sumbangan apa adanya namun sangat berarti. Sebagai orang asli Ile ape tempat terjadinya bencana ini, saya berterima kasih sekali untuk Flobamora Kapuas Hulu. Kita jauh di perantauan tetapi persaudaraan tetap terjaga dan kali ini meski jauh namun bisa hadir membantu saudara/i di kampung melalui sumbngan ini. Semoga bencana ini tidak terulang lagi,” tutup Rafael Lango Belen **(WN-Yanche Wuwur-01).**

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *