ADVERTISEMENT

PMKRI Larantuka Dukung Kemenag RI Tetapkan Semana Santa Jadi Ikon Katolik Nasional

LARANTUKA : WARTA-NUSANTARA.COM-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang St. Agustinus Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) menyatakan mendukung penuh niat dan rencana serta itikad baik dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk menetapkan Semana Santa menjadi Ikon Katolik Nasional.

Ketua PMKRI Cabang St. Agustinus Larantuka, Flotim, Desidarius Sabon menyampaikan pernyataannya tersebut kepada wartawan, Jumat,5/3/2021 di Larantuka. Menurut Sabon, Larantuka sebagai Kota Katolik adalah wacana yang dibangun sejak lama. Semua kalangan masyarakat juga mengakui posisi Larantuka sebagai Kota Katolik di Indonesia.


Desidarius Sabon lebih lanjut mengatakan, hingga pada tanggal 6/2/2021 , Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Semana Santa menjadi Ikon Katolik Nasional. Kementerian Agama RI juga bertekad untuk membangun Monumen Kebangsaan di Larantuka dengan ikon Katolik sebagai simbol kebangsaan dalam bingkai kerukunan umat beragama.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Wacana ini disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dalam hal ini Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon dan tentunya seluruh masyarakat Flores Timur dari berbagai kalangan termasuk Organisasi Kemahasiswaan yaitu Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Larantuka St Agustinus. PMKRI Cabang Larantuka St Agustinus menyatakan mendukung penuh rencana dan niat serta iktikad baik dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia.,


Ketua Presidium PMKRI Cabang Larantuka St Agustinus, Desidarius Sabon mengatakan “PMKRI Cabang Larantuka mendukung penuh niat dan iktikad baik dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membangun monumen Kebangsaan di Larantuka dengan ikon Katolik sebagai simbol kebangsaan dalam bingkai kerukunan umat beragama”

RelatedPosts


Sabon menambahkan “Masyarakat Flores Timur sangat kental dengan toleransi sehingga budaya kerukunan dalam hidup berdampingan antar umat beragama ini mesti tetap dirawat seiring perkembangan zaman dan kemajuan dan Kebijakan dari pemerintah ini juga merupakan salah satu cara untuk memupuk budaya bangsa Indonesia dan merawat sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. **(WN-PP)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *