ADVERTISEMENT

OASE KEHIDUPAN, MINGGU, 14 MARET 2021

Oleh : RD Antonius Prakum Keraf, PR

Pastor Paroki Santa Bernadete Soubirous Pukaone, Dekenat Adonara Keuskupan Larantuka

ADONARA : WARTA-NUSANTARA.COM-Oase Kehidupan, Minggu Prapaskah IV: 14 Maret 2021|2Taw. 36:14-16, 19-23|Mzm. 137:1-2,3,4-5,6|Ef.2:4-10|Yoh. 3:1-21|Tantangan Keluarga Katolik dalam Menciptakan Generasi Baru|TANTANGAN Paling mengerikan dalam sejarah iman bangsa Yehuda – zaman raja Zedekia – yaitu para pemimpin ‘berubah setia’. Mereka mengikuti kekejian bangsa lain dan menajiskan tempat kudus di Yerusalem! Mereka tidak kuat berakar dalam nilai-nilai tradisi iman dan budaya leluhurnya! Lebih berbahaya para pemimpin mulai tidak mendengarkan utusan Tuhan, menghina segala firman-Nya dan mengejek nabi-nabi-Nya! Berubah setia dan sikap tidak mendengarkan menjadi tantangan besar dalam sejarah iman!( 2Taw. 36:14-16, 19-23).

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejarah iman semacam itu terus terulang dalam kehidupan keluarga kita dewasa ini! Fransiskus Kopong Kung, Uskup Larantuka pada minggu ke-IV prapaska menggaris bawahi beberapa tantangan seperti tidak menggunakan alat komunikasi secara benar; kekerasan dalam keluarga; materialistis dalam urusan adat perkawinan! Buruknya tata kelola ekonomi keluarga karena budaya pesta, perjudian.

Kecenderungan meninggalkan budaya hemat, kerja keras dan tekun berusaha dalam pelbagai pilihan usaha produktif, lemahnya disiplin diri! (SG, 2021 Minggu prapaska IV). Apakah anda dan keluargamu tengah berubah setia, tidak kuat berakar dalam nilai-nilai tradisi iman dan budaya? Jika kita tidak kuat berakar dalam tradisi iman dan budaya, kita menjadi orang buangan, menyesal dan meratapi hilangnya nilai-nilai tradisi iman dan budaya! ‘Di tepi sungai Babel kita duduk sambil menangis apabila kita mengingat Sion’ (Mzm. 137:1-2,3,4-5,6).

RelatedPosts

Nilai-nilai tradisi iman dan budaya macam apakah yang sedang hilang dari kehidupan keluarga kita? Rasul paulus mengingatkan kita ‘jangan lagi memegahkan diri’. Hidup penuh damai sejahtera bukan hasil usaha kita! Semua itu semata-mata karena kasih karunia Allah dalam Yesus Putra-Nya! (Ef.2:4-10). Renungkan kasih karunia Allah dalam hidup keluargamu dan berhentilah memegahkan diri!!! Yesus mengingatkan para murid-Nya untuk tidak membiarkan seorang pun menyesatkan mereka! Yesus mesti menjadi tokoh model dalam gerakan cinta nilai-nilai tradisi iman dan budaya yang menghidupkan dan menciptakan generasi baru! (Yoh. 3:1-21). Apakah Yesus menjadi pusat hidup keluargamu? Sejauhmana saya memahami dengan benar tantangan keluarga katolik dalam menciptakan generasi baru dan menemukan solusinya dalam diri Yesus? (RD Antonius Prakum Keraf)*

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *