ADVERTISEMENT

Madrasah Aliyah Negeri Lembata Gelar Ujian Berbasis Anroid

Peserta Ujian berbasis anroid di Madrasah Aliyah Negeri Lembata, Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Senin (22/3/2021)

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM – Sebuah teroboson baru di dunia pendidikan justeru muncul dari pedalam kampung nun jauh di desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Betapa tidak, kali perdana dalam sejarah Ujian Madrasah Aliya Negeri (MAN) Kabupaten Lembata membuat terobosan baru yang menggelar ujian berbasis android.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kepala Sekolah MAN Lembata, Abdullah Malik, S.Pd kepada Wartawan Senin (22/3/2021) menyebutkan, pelaksanaan ujian dimulai 22 Maret sampai 29 Maret 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 129 siswa. “Ujian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Lembata, Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata,” katanya.

RelatedPosts

Abdullah mengatakan, sudah saatnya beralih dari kertas ke mobile. “Aplikasi (JIBAS CBE) ini dirancang khusus untuk proses pembelajaran dan proses ujian Madrasah, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah Negeri, dengan keadaan Covid-19 yang belum berakhir. Dan ini merupakan sebuah langkah efektif dan efisien harus di ambil sebagai terobosan baru yaitu Ujian Madrasah Berbasis Android,” sebutnya.

Dikatakan Abdullah, dengan beberapa kali uji coba dan dianggap berhasil 99% maka team IT MAN LEMBATA meluncurkan dan mengenalkan sistem Android dengan beberapa kelebihan yang sangat memudahkan peserta didik dalam melakukan ujian akhir sekolah.

“Aplikasi ini memudahkan peserta didik untuk mengakses dari rumah namun tetap terpusat pada satu server yang dikendalikan langsung oleh team Admin MAN Lembata, sehingga kemungkinan kecurangan pun sangat tipis. Anak-anak tetap terpantau mengerjakan secara jujur, soal ujian Madrasah dan ujian sekolahnya,” ujar Abdullah.

Menurutnya, kelebihan dari aplikasi ini adalah penggunaannya dalam mode pesawat atau non data seluler (offline) sehingga tidak menghabiskan atau menyedot pulsa data, dan dirancang khusus agar ketika peserta didik sedang mengerjakan ujian tidak mengganggu dengan notifikasi yang masuk dan bug serta cache penelusuran dalam Google di sarankan agar di bersihkan.

“Aplikasi ini hanya memakan 2 MB dari total download soal hingga pengiriman hasil ujian. Peserta didik pun langsung bisa mengetahui hasil setelah pengiriman hasil ujian. Saatnya kita mulai membuat terobosan yang berbeda dalam dunia pendidikan. Karena pesan Khalifah Ali Bin Abi Thalib ‘didiklah anakmu sesuai zamannya’. Dam Covid bukanlah alasan bagi kita untuk berhenti berkarya namun sebaliknya, dari ruang ujian Madrasah Aliyah Negeri Lembata kami yakin bahwa akan tumbuh penerus baru dalam dunia pendidikan,” kata Kepala MAN Lembata Abdullah.**(*/SI/WN-01).**

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *