ADVERTISEMENT

Peran Orangtua dan Guru Menghadapi Anak Belajar Dari Rumah

Oleh : Thomas Krispianus Swalar

Guru SMAN 1 Nagawutung

WARTA-NUSANTARA.COM-Pandemi covic 19 yang melanda dunia setahun berjalan, berimbas pada semua sektor kehidupan manusia tanpa kecuali. Begitupun pada dunia pendidikan sangat terasa .

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ini realita yang sedang kita jalani, kita tidak bisa bergeming dengan keadaan ini. Pandemi yang melanda dunia tidak mengenal ampun,tua,muda, besar maupun kecil.

Hal ini terasa pada dunia pendidikan, di salah satu pihak pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan, tanpa pendidikan seseorang tidak dapat berbuat apa-apa.

RelatedPosts

Anak sebagai generasi yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan hidup dimasa yang akan datang harus merasakan dampak dari pandemi ini.

Anak harus belajar dari rumah, ini membutuhkan peran serta orang tua dalam membimbing dan mengarahkan anak agar dapat belajar secara baik.

Ada kecemasan tersendiri bukan saja oleh orang tua tetapi hal ini juga dirasakan oleh guru, mampukah anak bertahan dan terus melaksanakan proses belajar dari rumah terus?

Memang kita tidak bisa pungkiri banyak hal yang berpengaruh terhadap mental dan perilaku sang anak. Ada kekuatiran banyak pihak terhadap hal ini.

Belajar dari rumah membutuhkan sarana dan prasarana yang harus disiapkan oleh orang tua untuk menunjang anak dalam belajar.

Belajar dari rumah mengharuskan orang tua harus membeli  handphone androit agar anak dapat mengakses pelajaran ataupun tugas-tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru.

Selain itu orang tua harus membeli pulsa data agar anak dapat mengoperasikan handphone androit tersebut. Ini bukanlah hal muda, banyak keluhan dari orang tua tentang bagaimana anak harus belajar dari rumah. Terkadang karena faktor ekonomi orang tua tidak bisa membeli sarana-sarana penunjang tersebut. Memang miris tetapi  itulah fakta yang terjadi.

Lalu siapa yang mesti dipersalahkan? Pihak sekolah dalam hal ini guru juga tidak tutup mata, ada berbagaicara yang ditempuh untuk mengatasi persoalan anak โ€“ anak yang tidak memiliki sarana penunjang.

Anak โ€“anak dibagi dalam kelompok belajar berdasarkan tempat tinggal dengan teman-temannya yang memiliki sarana penunjang yang  lengkap.

Dengan jalan ini akan membantu mereka untuk bersama-sama menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru dari sekolah.

Di sini membutuhkan peran serta orang tua agar bisa membimbing, mengarahkan menjaga anak-anak pada saat mereka belajar atau mengerjakan tugas.

Selain membagi anak-anak dalam kelompok belajar berdasarkan tempat tinggal, bapak dan ibu guru juga turun langsung ke kelompok-kelompok belajar sehingga dapat menjaga anak-anak saat belajar.

Situasi ini memang membutuhkan kesabaran kita semua tanpa kecuali, banyak sorotan tentang ini tetapi inilah kenyataannya.

Kita semua sedang ditantang dalam mempersiapkan generasi yang akan datang. Masa depan bangsa ini ada pada tangan anak-anak kita ini, maka perlu ada kerjasama yang baik guna keberhasilan anak-anak kita ini.

Kita tidak saja membekali anak dengan ilmu saja tetapi yang lebih utama adalah membekali mereka dengan etika dan moral yang baik sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tulisan ini kiranya dapat menggugah hati kita semua agar dapat memahami situasi yang sedang kita hadapi ini secara baik. ***

Related Posts

Next Post

Comments 1

  1. hironimus says:

    alamat malam bapak guru T C Swalar. memang covid 19 membuat kita harus beradaptasi dgn cepat. dan tak hayal kita semua di paksa memulai dgn hal yg tak pernah di pikirkan sebelumnya. semua sendi2 kehidupan mendadak di stop. tak hanya KBM, tpi industri, jasa, semua di paksa berhenti. tentu semua tak tinggal diam. semua harus mencari cela supaya roda roda kehidupan bisa berputar walau terseok2. tentu dunia pendidikan di kota besar masih bisa berjalan dgn baik karena ada internet gratis dan punya WIFI di rumah masing2. sedangkan di lembata baru mw belajar pake soom meting jaringan seluler uda anjlok dan semua berantakan. jadi pak guru harus DTD. hanya itu yg sangat membantu generasi kita. salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *