ADVERTISEMENT

Pemkab Flotim Fasilitasi Pemberian Vaksin Bagi Wartawan

LARANTUKA : WARTA-NUSANTARA.COM- Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) memfasilitasi Pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik sudah dilakukan, kini giliran para awak media (wartawan) yang berdomisili di Kabupaten Flores Timur NTT ikut diberikan vaksin. Demikian laporan Wartawan Warta Nusantara dari Larantuka, Rabu, 31/3/2021.

Proses vaksinasi dilakukan di Kantor Dinas Kependudukan  dan Pencatatan Sipil  dan diikuti 7 (tujuh) orang wartawan dari berbagai media di Kabupaten Flotim.

Pemberian vaksin ini difasilitasi oleh Pemkab Flotim dalam hal ini Dinas Kesehatan,   untuk memberikan akses mudah bagi wartawan yang selama ini bekerja di lapangan dan bertemu dengan banyak orang. Diharapkan dengan pemberian vaksin ini dapat bermanfaat maksimal bagi para wartawan di masa pandemi Covid-19.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Dr. Agustinus Ogie Silimalar mengatakan, pemberian vaksin ini sangat aman karena telah melalui berbagai uji coba. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan sebagai penerima vaksinnya.

” Ogie menyebut ada 7 orang yang masuk dalam daftar penerima vaksin. Di antaranya wartawan TVRi, Balinews.com, Zonalinenews.com, AFB Tv, Metrotvnews, SelatanIndonesia.com, targetindo.com

RelatedPosts

Media di Flotim harus kita minta di vaksin karena sebagai mitra kami dalam bekerja sehingga mereka juga harus mendapatkan vaksin untuk kebutuhan mereka, vaksin ini aman dan dari semua penerima vaksin telah memenuhi persyaratan dan melalui tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum vaksin dilakukan. Tapi setelah menerima vaksin kita tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan maksimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, setiap calon penerima vaksin akan dilakukan pendaftaran penerima, kemudian pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah dan cek kesehatan lainnya. Jika mempunyai riwayat penyakit bawaan akut maka calon penerima dianggap tidak memenuhi persyaratan, sedangkan yang lolos cek kesehatan akan masuk tahap konseling dan edukasi terkait vaksinasi, selanjutnya vaksin pun disuntik.

Setelah vaksinasi, setiap penerima akan diberikan waktu 30 menit untuk istirahat di tempat untuk melihat efek vaksin.

Sementara itu salah satu penerima vaksin, Redem Welan mengatakan setelah mendapatkan vaksin ia mengaku tidak merasakan efek samping dari vaksin yang dia terima.

“Sampai saat ini saya tidak mengalami efek samping yang signifikan, cuman pegal saja di bagian lengan yang tadi disuntik,” ungkapnya. **(WN-PP).*

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *