ADVERTISEMENT

Oase Kehidupan Minggu, 23 Mei 2021

Oleh : Romo Antonius Prakum Keraf, PR

WARTA -NUSANTARA.COM-Oase Kehidupan, MInggu : 23 Mei 2021| HARI RAYA PENTEKOSTA |Kis. 2:1-11|Mzm. 104: 1ab,24ac,29bc,30,31,34|Gal. 5:16-25|Yoh. 15:26-27;16:12-15|Roh Kudus membarui hati kita|MEMBARUI artinya ‘memperbaiki supaya menjadi baru’. Kita beruntung, Yesus memberi kita seorang penolong, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus, hadir sebagai ‘layanan spiritual pembaharu hidup gereja’. Yesus memerintahkan para murid-Nya tetap tinggal di Yerusalem. Untuk apa? Mereka mesti menunggu kiriman layanan pembaharu!

Berkas layanan spriritual itu mesti kita unduh ke dalam diri kita; mesti kita minta dalam doa. Para rasul berkumpul, dalam doa menantikan instal layanan pembaruan! Apa yang terjadi sesudah menerima layanan pembaruan oleh Roh Kudus! Para murid dapat menjangkau apa yang tidak mungkin mereka lakukan dengan kekuatan sendiri! (Kis. 2:1-11)

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Apakah kita selalu menerima / menginstal layananan pembaruan spiritual ke dalam diri kita? Apakah kita selalu minta Roh Kudus membarui hati dan pikiran kita? Layanan spiritual menumbuhkan kebijaksanaan! Kita mengalami Allah sendiri melalui Roh-kebijaksanaan mengerjakan segala perbuatan baik dalam hidup kita! (Mzm. 104: 1ab,24ac,29bc,30,31,34) Apakah kita selalu mohon roh kebijaksanaan menuntun hidup kita? Bukti kita menerima layanan pembaruan dari Roh Kebijaksanaan, yaitu jika kita menampilkan buah-buah Roh itu dalam hidup kita. ‘Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri’ (Gal. 5:16-25)

Apakah kita selalu menghadirkan buah-buah Roh dalam hidup kita sebagai bukti layanan pembaruan? Betapa pentingnya kehadiran Roh Kudus dalam hidup gereja! Ia memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Buah-buah Roh menjadi pedoman untuk berpikir, berkatan dan berbuat dalam kebenaran! (Yoh. 15:26-27;16:12-15) Sejauhmana Roh Kudus membarui hati saya sehingga saya selalu berpikir, berkata dan bertindak dalam kebenaran? (RD Antonius Prakum Keraf)*

RelatedPosts

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *