ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BPOLBF Boyong 5 Pelaku Perjalanan Wisata Labuan Bajo Ikut BBTF di Bali

LABUAN BAJO : WARTA-NUSANTARA.COM – Bali Beyond Travel Fair (BBTF) merupakan event tahunan ajang promosi dan bisnis pariwisata yang mempertemukan sellers dan buyers nasional maupun internasional secara business to business (B2B). Karena itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memboyong 5 (lima) pelaku Perjalanan Wisata Labuan Bajo untuk mengikuti BBTF tersebut di Bali.

Diselenggarakan sejak tahun 2014, pelaksanaan tahun 2021 mengangkat tema Sustainable & Wellness TTourism, dan diselenggarakan secara hybrid offline dan online pada tanggal 8-12 Juni 2021 Bali, seperti disebutkan dalam Siaran Pers BPOLBF yang diterima Warta Nusantara, Jumat (11/06)

Pada kesempatan kali ini terdapat 125 seller dari 11 provinsi, dimana dipertemukan dengan 61 buyers domestik, 66 buyers lokal bali, dan 67 buyers internasional.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) pada kesempatan kali ini membawa 5 pelaku jasa perjalanan wisata lokal yang menjual produk paket wisata Labuan Bajo Flores secara khusus, melengkapi total 10 industri pariwisata yang berasal dari NTT.

Dalam kesempatan yang sama, BPOLBF juga melakukan launching peta wisata 30 desa wisata terintegrasi Labuan Bajo Flores yang meliputi pulau Flores, Lembata, Alor, dan Cagar Biosfer Komodo.

RelatedPosts

Dalam talkshow upacara pembukaan BBTF 2021, Kamis (10/06) Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan bahwa untuk mewujudkan percepatan pembangunan pariwisata kawasan Labuan Bajo Flores membutuhkan langkah-langkah terobosan.

“Langkah terobosan tersebut lewat kolaborasi dan inovasi serta adaptasi, percepatan pembukaan pariwisata kawasan Labuan Bajo Flores dapat segera terealisasi dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ucap Shana,

Dijelaskannya, beragam upaya yang dilakukan tidak hanya memulihkan sektor ekonomi semata, namun juga membutuhkan dukungan SDM yang berkualitas dengan menebar semangat kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha parekraf di sekitar Labuan Bajo Flores. (WN-Syarif ab)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *