ADVERTISEMENT

Bupati Merauke : Saya Lebih Tegas Lagi, Warga Tak Pakai Masker Selain Hukuman Push Up, Dirotan

MERAUKE, WARTA NUSANTARA- Lagi-lagi Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT  memberikan statement keras dan tegas kepada seluruh masyarakat,  setelah 13 sampel darah yang dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan  Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI di Jakarta,  hasilnya 10 orang covid-19 dengan varian delta.

“Saya akan instruksikan kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang bergerak setiap hari ke berbagai penjuru  dan ketika  menemukan warga tak mengenakan masker, selain disuruh push up, dirotan saja,” tegas Bupati Mbaraka kepada sejumlah wartawan Rabu (21/7/2021).

Dengan munculnya varian delta ini, masyarakat tidak boleh menganggap remeh. Karena penyebarannya sangat cepat, dalam hitungan detik.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Jika sebelumnya mungkin hanya satu  tertular akibat  covid-19  dalam keluarga, kalau sekarang setelah munculnya varian delta, dalam hitungan detik, semua dalam rumah pasti kena,” ungkapnya.

Selain hitungan detik varian  delta menyebar, lanjut Bupati Mbaraka,  inkubasinya sangat cepat pula. Lalu dalam hitungan tiga hari, orang dengan pembawaan penyakit lain terjangkit varian delta, bisa meninggal dunia.

RelatedPosts

“Ini gambaran yang saya sampaikan kepada seluruh masyarakat agar tak menganggap remeh  varian delta. Karena 10 orang telah tervirus dan dipastikan menyebar ke banyak orang dalam sebulan terakhi,” ungkapnya. (WN-kobun)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *