ADVERTISEMENT

Pembangunan Jalan Dalam Kota Lewoleba-Lembata Kini Menggeliat

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Lembata kini mulai gencar melakukan penggusuran dan pengaspalan sejumlah ruas jalan dalam Kota Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Geliat pembangunan kota mulai tampak. Sebagai ibukota kabupaten, kondisi ruas jalan dalam Kota Lewoleba sejauh ini masih jauh dari harapan. Masih banyak jalan di ruas dalam kota yang rusak. Selain menimbulkan ketidaknyamanan pengguna kendaraan, ruas jalan yang rusak ini juga menyebabkan polusi udara bagi warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lembata, Aloysius Muli Kedang kepada Wartawan, Selasa (3/8/2021), mengatakan, sejauh ini ada lima segmen jalan yang ditargetkan Pemda Lembata rampung pada 2021.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sebagian ruas jalan saat ini sedang dikerjakan kontraktor PT Lima Satu Merdeka yakni Paket 1 ruas pertama depan Kantor KSP Ankara sampai Aula Dekenat Lembata sepanjang 965 meter, ruas kedua dari Pasar Pada sampai Bluwa sepanjang 400 meter.

Paket kedua, ruas pertama dari Taman Kota Swaolsa Titen menuju rumah Bapak Kor Baha, ruas kedua dari Taman Kota Swaolsa Titen menunu Masjid Al Iklas sampai ke terminal lama belakang Hotel Rejeki sepanjang 900 meter.

RelatedPosts

Sedangkan ruas ketiga dari Masjid Yam Nurul Salam ke arah utara sampai pantai teluk Lewoleba sepanjang 400 meter. Dua paket ini sedang dikerjakan PT Lima Satu Merdeka.

Tidak hanya itu, pembangunan jalan menuju Rujab Bupati baru untuk pekerjaan galian dan urukan pilihan, dan ruas jalan ruas Simpang 3 wangatoa menuju SMP Negeri 1 Nubatukan sudah selesai dikerjakan.

Aloysius mengatakan, ada kemungkinan penambahan anggaran untuk ruas jalan dalam kota dari dana sisa tender pada APBD Perubahan Kabupaten Lembata.

“Kalau kita berbicara di perubahan itu satu yang menjadi harapan kita adalah dana sisa tender. Kalau memang memungkinan kita cari satu ruas lagi dari simpang Toko Central menuju Jembatan Komak sekitar 500 meter.”

“Kalau kita dapat uang Rp 700 juta masih bisa dapat. Kita coba lihat dulu,” pungkasnya.  (BN/WN-01)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *