ADVERTISEMENT

PLT Bupati Lembata Prioritas Perbaikan Ruas Jalan Menuju Wulandoni

LEMBATA| : WARTA-NUSANTARA.COM – Pembangunan infrastruktur jalan jalur tengah menuju Wulandoni melalui Boto dan Puor Kabupaten Lembata menjadi prioritas. Hal tersebut disampaikan, Plt. Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Rabu (3/8/2021) di rujab Bupati Lembata usai memimpin rapat penataan kota Lewoleba, Penanganan sampah kota, penataan jalan lingkungan, penerangan jalan, penataan drainase dan sanitasi kota serta pohon peneduh untuk menciptakan green city.

“Saya bilang kepala dinas PUPR untuk melihat itu. Jalan segmen Waikomo, Boto ke Wulandoni. Kita fokus itu saja dulu, kecamatan lain kita beritahu, nanti bupati lain yang melanjutkan. Kita tahun ini fokus itu dulu”, ungkap Plt. Bupati Lembata Thomas Ola Langoday.

Plt. Bupati Lembata Thomas Ola Langoday menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata akan fokus ke ibu kota kecamatan yang infrastruktur jalannya dinilai rusak berat.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Itu yang menjadi prioritas. Kalau masih ada sisa anggaran baru kita lihat prioritas yang kedua ada dimana”, tandasnya.

Dijelaskan, selain Infrastruktur jalan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata pastinya tidak melupakan persoalan air bersih.

RelatedPosts

“Sehingga siapapun bupati yang baru nanti bisa fokus ke persoalan lain”, ungkapnya.

Untuk diketahui, Plt. Bupati Lembata Thomas Ola Langoday juga sedang menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dalam kota Lewoleba Kabupaten Lembata.

Pengerjaan Infrastruktur jalan dalam kota Lewoleba pun terus dilakukan dengan target selesai pada Januari 2022.

Dijelaskan, saat ini pemerintah daerah kabupaten Lembata sedang mendudukan regulasi yang yang baik benar, regulasi yang benar itu sesuai undang-undang otonomi daerah dan turunannya.

Lebih jauh ia menjelaskan, infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan kabupaten tetap di kerjakan sampai tuntas. Nantinya di perubahan APBD II pemerintah daerah fokus di infrastruktur jalan dalam kota Lewoleba.

“Kita masih punya waktu 4 bulan, satu bulan untuk tender proyek dan 3 bulan waktu proses untuk pengerjaan jalan. Kita kejar ini, dan target bulan Januari 2022 jalan dalam kota selesai. Kalau membutuhkan waktu dan biaya lebih besar maka kita undur ke APBD II tahun 2022. Fokus kita hari ini adalah soal kota Lewoleba, setelah itu baru dilanjutkan jalan yang menghubungkan kantor camat Nubatukan”, tutupnya. (VT/WN-01)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *