ADVERTISEMENT

Penggunaan Sistem Irigasi Tetes Menghadapi Musim Kemarau

Oleh : Jenfiana Filadelvia Muti (21118157)

Mahasiswi Program Studi Teknik Sipil, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

WARTA-NUSANTARA.COM-Nusa Tenggara Timur khususnya Pulau Timor terletak pada daerah sub tropis dengan curah hujan minim. Dengan sebagaian besar masyarakat memiliki mata pencaharian sebagai petani maka kebutuhan terhadap sumberdaya air sangatlah besar.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Memiliki musim kemarau lebih panjang dari musim penghujan mengharuskan para petani mengupayakan segala cara agar tetap produktif dalam menghasilkan produk pertanian. Ketersediaan air di sektor pertanian tentunya dapat menunjang kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat. Namun ada saatnya ketersediaanย  air minim dan ada saatnya air melimpah tergantung musim. Selain itu, lahan yang jauh dari sumber air akan mengalami kesulitan air untuk pertanian.

Jika jumlah air yang di berikan kepada tanaman di lahan tidak mencukupi maka pertumbuhan tanaman tidak akan optimal dan tidak akan menghasilkan panen sesuai yang diharapkan. Ketika musim kemarau seperti sekarang keresahan petani lahan kering semakin meningkat. Terbatasnya persediaan air irigasi untuk usaha tani menjadi masalah. Dan salah satu kendala pada daerah ini adalah terbatasnya ketersediaan air pada tanaman sehingga menimbulkan banyak dampak yaitu kebutuhan makanan yang tidak terpenuhi juga kondisi ekonomi yang menurun.

RelatedPosts

ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  Sistem irigasi tetes merupakan salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan air. Sistem ini sangat cocok digunakan di daerah yang kesulitan air apalagi untuk musim kemerau seperti sekarang. Contohnya di lokasi KKN saya yaitu Desa Tasain, kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu. Di daerah ini hampir semua masyarakat dapat bertahan hidup dengan bertani/berkebun. Jadi pada musim kemerau seperti sekarang mereka sangat kesulitan untuk melakukan pekerjaan mereka karena kesulitan air.

Saya memilih sistem ini karena banyak tani yang belum tahu tentang sistem irigasi ini. Sebetulnya sistem ini lebih terarah pada mereka yang bagian pertanian. Tetapi teknik sipil juga belajar tentang irigasi maka saya mengambil sistem ini. Sistem irigasi tetes adalah sistem yang dibuat untuk meminimalisir penggunaan air atau sistem hemat air yang diaplikasikan pada tanaman melalui penetes. Sistem ini dapat dilakukan dengan banyak cara namun disini saya membuat sistem yang paling sederhana.

Disini untuk merakit sistem irigasi sederhana ini saya menggunakan Selang 7 mm, drip putar, tee join, keran air dan ember sebagai ganti tandon air. Cara merakitnya pun sangat gampang sehingga mudah dibuat oleh semua tani.Sistem irigasi ini juga dapat diterapkan pada pertanian lahan kering maupun sebagai persiapan petani menghadapi musim kemarau.

Jadi dapat disimpulkan bahwah air merupakan unsur paling penting untuk tanaman. Jadi harapan saya sistem ini harus di coba oleh semua tani terlebih di daerah yang kesulitan air. Karena dengan sistem ini kita bisa menghemat air,tanpa harus membasahi seluruh lahan sehingga dapat mereduksi kehilangan air yang berlebihan dan pemakaian air lebih efisien. **

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *