ADVERTISEMENT

Kodim 1602 Ende Gelar Nobar Wayang Pandawa Boyong

Laporan Okta, Reporter Warta-Nusantara.Com dari Kota Pancasila Ende

Kodim 1602/Ende Gelar Nobar Pergelaran Wayang Orang dengan Lakon “PANDAWA BOYONG” Yang Diperankan Panglima TNI Dan Kapolri

ENDE : WARTA-NUSANTARA.COM – Komandan Distrik Militer (Kodim 1602/Ende) , Letkol Kav I Nengah Pendi R., S.T. menggelar nonton bareng (Nbar) pergelaran Wayang orang bersama seluruh Perwira, anggota dan PNS, yang diselenggarakan di Aula Makodim 1602/Ende Jln. Kartini, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT, Munggu 15 Januari 2023. Pergelaran Wayang Orang ini, mengangkat kisah “PANDAWA BOYONG”.

google.com, pub-8821474514474742, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dilaksanakan kegiatan nonton bareng tersebut, berdasarkan petunjuk dari Komando atas melalui ST/34/2023 pada tanggal 15 Januari 2023. Dalam Pergelaran Wayang Orang ‘Pandowo Boyong’ Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, berperan sebagai Bima Sena sedangkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit berperan sebagai Prabu Puntadewa.

Kemudian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Bathara Guru, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, sebagai Batara Baruna dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Eyang Abiyasa. Sedangkan istri Yudo Margono, Vero Yudo Margono, yang juga Ketua Umum Dharma Pertiwi berperan sebagai Dewi Nagagini.

RelatedPosts

Lakon ini mengajak penonton untuk lebih memahami, menghayati, dan mengamalkan semangat serta nilai-nilai Pancasila yang diwakili oleh masing-masing sosok Pandawa Lima.

Pandawa Boyong, menceritakan tentang Lakon Pandawa Boyong di mana ketika lima orang ksatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura. Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa.

Makna yang terkandung dalam cerita Boyong Pandawa ke Astina, menjadi pesan moral kita semua sebagai bagian dari masyarakat untuk lebih memahami, menghayati, dan mengamalkan semangat serta nilai-nilai luhur Pancasila.

(Okta/WN)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *