ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ketua DPRD NTT Nomleni Ajak Masyarakat Dukung Anton Tifaona Pahlawan Nasional

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM – Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni, menyatakan dukungan bersama keluarga, Forum Perjuangan Pahlawan Nasional (Forpalnas) NTT dan masyarakat untuk memperjuangkan almarhum Brigjen Pol (Purn) Anton Enga Tifaona menjadi alah satu calon pahlawan nasional atas jasanya.

Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang , Keluarga Tifaona dan Para Pejabat foto bersama di depan Monumen Patung Anto Enga Tifaona

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni dalam sambutannya pada peresmian patung Anton Enga Tifaona di Lewoleba, Jumat (27/1/2023). Meneladani Anton Enga Tifaona, dia mengajak masyarakat untuk menjadi pahlawan di lingkungan sekitar, di tengah masyarakat dan di mana saja semua orang berkarya.

Menurut Emilia Nomleni, tidak penting berkarya di mana, mati dengan cara apa dan di mana. Tetapi yang paling penting adalah ketika hidup dan memberi arti bagi banyak orang. Secara fisik orang pasti mati, tapi jasa, budi dan karyanya pasti terkenang sepanjang masa.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Hari ini saya baru tahu ada putra luar biasa untuk Lembata dan di Timor pun tak tahu akan hal itu. Begitu juga masyarakat di sini pun tak tahu orang-orang hebat di Tanah Timor. Kenapa harus ada peristiwa seperti ini, paling tidak ada spirit dan energi positif ini ditinggalkan untuk generasi Lembata, NTT dan Indonesia,” ujar Emilia Nomleni.

Rombongan Penjabat Bupati Lembata ketika memasuki area Patung Anton Enga Tifaona

Disampaikan, pengusulan pahlawan ini bukan soal keinginan keluarga dan masyarakat saja tapi justru jadi momentum bahwa ternyata putra putri NTT sangat luar biasa berkarya di luar NTT.

RelatedPosts

“Seorang putra NTT dia berkiprah di luar sana dan dia berhasil. Paling tidak kita ketahui dia punya spirit energi luar biasa, kalau bicara Pahlawan Nasional maka kita tahu ada Putra Lembata yang luar biasa ini seperti Anton Enga Tifaona,” ungkapnya. “Apakah energi Anton jadi bagian dari kita atau tidak. Jangan hanya sekadar jadi monumen,” ungkap Emi Nomleni.** (WN-01)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *