ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Advokat Pattyona : “Gubernur Papua Lukas Enembe Heran, Tukang Cukurnya diperiksa KPK

JAKARTA : WARTA-NUSANTARA.COM – Tim Hukum & Advokasi Gubernur Papua (THAGP) melakukan kunjungan ke Rutan KPK, Jakarta, tempat Gubernur Papua Bapak Lukas Enembe ditahan, pada Selasa pagi (7/2/2023). Usai melakukan pendampingan hukum terhadap Bapak Lukas Enembe tersebut, THAGP memberikan keterangan pers seputar perkembangan kasus dugaan gratifikasi, yang dituduhkan kepada Bapak Lukas Enembe.

Gubernur Papua, Lukas Enembe

Menurut Ketua Tim Litigasi THAGP, Petrus Bala Pattyona,SH.,M.H.,CLA ketika melakukan pendampingan hukum, terlihat kedua kaki Bapak Lukas Enembe dalam keadaan bengkak. “Jalannya juga pelan-pelan sekali, sehingga ketika masuk ke ruang kunjungan terpaksa kami papah,” tukas Petrus.

Ditambahkannya, untuk keperluan mandi pun, Bapak Lukas Enembe, tidak dapat melakukannya sendiri dan harus dibantu penghuni rutan lainnya. “Bapak Lukas Enembe berkata sejak Selasa lalu, saat terakhir kami kunjungi hingga Selasa ini, belum pernah mendapat kunjungan dokter.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Untuk obat-obatan yang diberikan, dari 11 jenis obat yang diberikan, hanya satu jenis obat, yang sama jenisnya seperti yang diresepkan dokter Singapura, sedangkan sisanya, tidak sama jenisnya,” ujar Petrus yang didampingi Tim THAGP lainnya, seperti Petrus Jaru, Cosmas Refra, dan Antonius Eko Nugroho.

Ketika ditanya materi pemeriksaan, Bapak Lukas Enembe, sempat menanyakan kenapa tukang cukur yang biasa memotong rambutnya, ikut dipanggil dan diperiksa penyidik KPK, sebagai saksi? “Kalau perkara yang dituduhkan kepada Bapak Lukas Enembe, tentang dugaan gratifikasi, kenapa sampai tukang cukur langganannya, ikut diperiksa juga?,” kata Petrus. Dijelaskannya, tukang cukur itu memang langganan Bapak Lukas Enembe, sejak 2001, atau sejak Bapak Lukas Enembe, menjadi Wakil Bupati Puncak Jaya.

RelatedPosts

Kemudian THAGP sempat bertanya tentang berita penggeledahan rumah, yang diwartakan milik Bapak Lukas Enembe di Batam, Bapak Lukas Enembe menjawab, tidak pernah punya rumah di Batam. “Jangankan punya rumah di Batam, ke Batam saja, Bapak Lukas mengatakan, belum pernah,” ujar Petrus.

Dan tentang surat pribadi yang dikirimkan Bapak Lukas Enembe ke Ketua KPK, Firli Bahuri, Petrus mengatakan, dari perkataan Bapak Lukas Enembe, diketahui bahwa, ketika Bapak Lukas Enembe ditangkap di Rumah Makan Sendok Garpu, di Jayapura, pada 10 Januari 2023, Ketua Tim Penyidik KPK, memberitahu Bapak Lukas Enembe, bahwa akan diizinkan berobat ke Singapura.

“Kata Bapak Lukas, Ketua Tim Penyidik itu, sebelumnya bicara lewat telepon, dengan Ketua KPK, baru kemudian bicara dengan Bapak Lukas, bahwa dirinya (Lukas) akan diizinkan berobat ke Singapura, kalau mau datang dulu ke Jakarta. Karena dijanjikan itulah, maka Bapak Lukas Enembe mau ke Jakarta,” kata Petrus. Jadi karena dijanjikan itulah, maka Bapak Lukas mau ke Jakarta.

Sedangkan saat ditanya tentang nama-nama pengusaha, yang dipanggil dan diperiksa penyidik KPK, pada beberapa hari yang lalu, Bapak Lukas Enembe, mengatakan, tidak kenal. “Tidak ada yang dikenalnya, saya tanya, Bapak Lukas menjawab, tidak kenal,” tukas Petrus. Bala Pattyona kepada Warta-Nusantara.Com melalui Siaran Pers, Selasa, 7/2/2023.

Siaran Pers tersebut ditanda tangani Timi Hukumdan Advokasi Gubernur Papua, Lukas Enembe ditandatangani oleh : Antonius Eko Nugroho, S.H. (Sekretaris Tim), Roy Rening,Petrus Bala Pattyona, dan Emanuel Herdyanto. (*/WN-01)

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *