ADVERTISEMENT
google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Taan Tou” Menangkan Paket Tujuh Maret Demi Lembata Maju Sejahtera

Foto : Pasangana Tujuh Maret

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM– Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lembata 2024-2029, Dr. Thomas Ola, SE. M.Si (TOL) , Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Akademisi (Dosen), dan Politisi. Pernah jadi Wakil Bupati Lembata. Bahkan naik posisi jadi Bupati Lembata sisa masa jabatan periode 2017-2022. Sedangkan Yohanes Viany K. Burin, SH., seorang politisi menjadi anggota DPRD Lembata dua periode dan Tokoh Pejuang Otonomi Lembata Tahun 1999 dan kini, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Lembata bersepakat menamakan Paket 7 Maret berkomitmen Ta’an Tou (bersatu) membangun Lembata berperadapan. Keduanya merupakan duet Pemimpin ideal Lembata yang tak perlu diragukan lagi. Karena itu, seluruh rakyat Lembata mari Taan Tou dengan riang gembira memenangkan Paket 7 Maret untuk Lembata bersih, maju, sejahtera dalam bingkai berbudaya, berkarakter dan berperadaban.

Figur Bakal Calon Bupati (Bacabup) Lembata Dr. Thomas Ola Langoday, SE. M.Si. (TOL) adalah seorang yang berpengalaman di dunia pendidikan sebagai dosen (Akademisi) yang paham Bidang Ekonomi. Dia juga seorang politisi Partai Demokrat, yang sebelumnya terjun ke panggung politik Pilkada Lembata. Pernah menjadi Wakil Bupati Lembata berpasangan dengan Bupati Lembata, Yance Sunur (YS) periode 2017-2022. Setelah YS meninggal tahun 2021, TOL bahkan naik status jadi Bupati Lembata sisa masa jabatan sekitar 9 bulan. Rekam jejak politik dan pemgalaman pemerintahannya ini, TOL layak kembali pimpin Lembata sebagai Bupati periode 2024-2029.

google.com, pub-9566902757249236, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sedangkan Bakal Calon Wakil Bupati Cawabup Lembata, Yohanes Viany K. Burin, SH., adalah politisi yang pernah menjadi Anggota DPRD Lembata selama dua periode. Salah satu tokoh pejuang Otonomi Lembata tahun 1999 itu, kini tetap berkiprah didunia politik sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Lembata. Vian Burin, juga sebagai Advokat/Pengacara dan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT Perwakilan Lembata itu, selama lima tahun memberikan Bantuan Hukum Gratis kepada masyarakat Lembata yang tidak mampu. Karena itu, ia layak diperhitungkan menjadi Cawabup Lembata mendampingi TOL sebagai Bacabup Lembata, dalam koalisi Partai Demokrat dan Partai Gerindra, Partai yang dipimpin Prabowo Subianto, Presiden RI terpilih.

Visi Misi 7 Maret ini disampaikan Thomas saat Fit & Proper Test di Partai Demokrat pada Jumat (17/5/24) di Hotel Kristal Kup

RelatedPosts

Bacabup Lembata Thomas Ola Langoday (TOL) menjelaskan, Kabupaten Lembata terbentuk berdasarkan UU Nomor 52 Tahun 1999 tanggal 12 Oktober 1999 diubah dengan UU Nomor 12 Tahun 2000. Namun setelah 25 tahun otonom (12 oktober 1999) dan 70 tahun perjuangan otonomi (7 maret 1954), lembata masih tergolong kabupaten tertinggal berdasarkan PERPRES Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal di Indonesia Tahun 2020-2024

Ada 6 Kriteria dan 27 Indikator untuk menggolongkan sebuah Kabupaten menjadi Kabupaten tertinggal atau atau tidak, yakni:

  1. KRITERIA INFRASTRUKTUR. Ada 11 indikator yaitu: jalan aspal, jalan perkerasan, jalan tanah, jenis jalan lainnya, infrastruktur pasar, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, jumlah dokter, jaringan air, jaringan listrik, dan jaringan telepon).
  2. KRITERIA AKSESIBILITAS. Ada tiga (3) indikator yaitu: jarak kantor desa ke kantor Kabupaten; jumlah desa dengan akses ke layanan kesehatan lebih dari 5 km; akses ke pelayanan kesehatan.
  3. KRITERIA KARAKTERISTIK DAERAH. Ada tujuh (7) indikator yaitu: persentase jumlah desa terkena: gempa bumi, tanah longsor, banjir, bencana lainnya,  persentase desa di kawasan hutan lindung, tanah kritis, dan konflik.
  4. KRITERIA EKONOMI. Ada dua (2) indikator yaitu: persentase penduduk miskin, dan persentase pengeluaran per kapita.
  5. KRITERIA SUMBER DAYA MANUSIA. Ada tiga (3) indikator yaitu: angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, angka melek huruf.
  6. KRITERIA KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH. Kriteria ini menggunakan satu (1) indikator (KKP = PUD – BPASN di mana KKP = Kemampuan Keuangan Daerah; PUD = Pendapatan Umum Daerah; BPASN = Belanja Pegawai Aparatur Sipil Nenaga. Permendagri no. 62/2017 membagi kemampuan keuangan daerah menjadi. Tinggi: jika KKP lebih dari 550M. Sedang: 300M-550M. Rendah: kurang dari 300M.

Membangun masyarakat Lembata berperadaban atau masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan pokok (primer), serta mampu meraih kebutuhan sekunder dan tersier, lanjut Thomas, tentu harus berbasis data, yaitu:

  • DATA INFRASTRUKTUR JALAN

Total Panjang jalan raya di Kabupaten Lembata sepanjang 668,203 km, jalan dengan permukaan aspal 238,083 km, jalan dengan permukaan kerikil 109,632 km, jalan dengan permukaan tanah 210,856 km dan jalan dengan permukaan lainnya 109,632 km.

“Ini yang harus segera diselesaikan. Sehingga mobilitas ekonomi masyarakat lebih hidup”, ucapnya.

  • DATA INFRASTRUKTUR KESEHATAN

Di Kabupaten Lembata ada 12 Puskesmas yang tersebar di sembilan Kecamatan. Sesuai PMK No. 43 Tahun 2019, semua puskesmas minimal mempunyai masing-masing seorang dokter gigi. Kondisi saat ini, ada 10 Puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi.

Setiap Puskesmas wajib memiliki dua orang dokter umum. Kondisi saat ini, 10 Puskesmas masing-masing memiliki hanya seorang dokter umum.

Puskesmas yang memenuhi standar dokter umum hanya di Puskesmas Lewoleba dan Puskesmas Pada di Kota Lewoleba.

Sesuai KMK 015 tahun 2023, semua fasilitas Kesehatan tingkat desa menjadi Puskesmas pembantu dengan kriteria tenaga Kesehatan yang wajib adalah seorang bidan dan seorang perawat. Saat ini, pada setiap desa sudah ada tenaga Kesehatan bidan, tetapi tenaga Kesehatan Perawat 100 persen belum ada.

Sesuai arah kebijakan dan strategi Ditjen Nakes, RSUD wajib mempunyai dokter spesialis dasar. Saat ini, RSUD Lewoleba belum mempunyai doskter spesialis bedah dan spesialis penyakit dalam yang tetap.

  • DATA INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN

Untuk fasilitas Pendidikan sudah menyebar sampai ke desa-desa, baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Dasar Negeri dan Swasta, Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta, serta Sekolah Menengah Umum dan Kejuruan (SMU/SMK) Negeri dan Swasta sudah menyebar ke setiap kecamatan.

Data tahun 2023 menunjukkan bahwa Jumlah Lembaga Pendidikan Taman Kanak-Kanak sebanyak 98 TK; Kelompok Bermain sebanyak 44 KB; Sekolah Dasar sebanyak 160 SD; SMP 52; SMA 14; dan SMK 11 dan SLB 2.

  • DATA AKSESIBILITAS

Dengan adanya dana desa, hampir semua desa sudah membangun infrastruktur di desa, baik infrastruktur jalan, Kesehatan, Pendidikan penguatan sinyal telepon dan listrik swasta. Dengan adanya pinjaman dana PEN, aksesibilitas dari ibukota kabupaten ke ibu kota kecamatan dan fasilitas pelayanan umum seperti Kesehatan dan Pendidikan sudah terjangkau. Masih beberapa desa terluar yang sampai saat ini belum bisa memenuhi kriteris aksesibilitas karena jaraknya jauh dari desa dan pemukiman lainnya.

  • KONDISI DAERAH

Di Kabupaten Lembata, terdapat lima gunung dan semuanya masuk dalam kategori gunung berapi. Ada gunung api yang masih aktif seperti  gunung Ile Lewotolok dan gunung Ile Werung. Sementara gunung api yang tidak aktif lagi adalah gunung Uyelewun, Gunung Labalekan dan gunung Mingar.

Oleh karena aktifitas gunung berapi tersebut maka sebagian  desa sering terkena gempa bumi fulkanik, tanah longsor, banjir dan bencana lainnya. Sejauh ini, masih ada desa yang berada  di kawasan tanah kritis dan mengalami konflik antar desa.

  • KONDISI EKONOMI

Data makro tahun 2023 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lembata sebesar 24,78 %, lebih tinggi dari rata-rata NTT,  Kabupaten Kupang, TTU, Belu, Alor, Flotim, Sikka, Ende, Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, Malaka, Kota Kupang.

Persentase penduduk miskin ekstrim sebesar 7,98 %, lebih tinggi dari rata-rata NTT, Kabupaten Kupang, Belu, Alor, TTU, Flotim, Sikka, Ngada, Manggarai, SBD, Nagekeo, Malaka dan Kota Kupang.

Dari sudut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita, tahun 2023, PDRB per kapita Lembata sebesar Rp. 15.123; lebih rendah dari rata-rata PDRB per kapita NTT, dan bersama SBD (Rp. 13.972) dan Manggarai Timur (Rp. 13.541) dikategorikan sebagai tiga Kabupaten dengan PDRB per kapita terendah di NTT.

  • KONDISI SUMBER DAYA MANUSIA

Secara makro, salah satu ukuran kemajuan pembangunan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Lembata tahun 2023 sebesar 68,41; masih di bawah NTT, kota Kupang, Nakegeo, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka dan Sumba Timur.

Sampai dengan tahun 2023, rata-rata lama sekolah masyarakat Lembata adalah 8,26 lebih tinggi dari NTT tetapi masih di bawah Alor dan Ngada.

ANGKA melek huruf (AMH), tahun 2022 sebesar 96,63, sudah di atas rata-rata NTT tetapi masih di bawah Kota Kupang, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Ngada, Ende dan Alor.

Pada tahun 2023, AHH Kabupaten Lembata adalah 67,87 lebih tinggi dari NTT tetapi lebih rendah dari Sikka, Ngada, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Manggarai Timur dan Kota Kupang.

  • KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH

Untuk kriteria kemampuan keuangan daerah, sampai tahun 2023, tingkat ketergantungan Keuangan Kabupaten Lembata sebesar 94 %, karena PAD Lembata hanya berada di kisaran 6 % dari total pendapatan daerah; pada sisi lainnya, kemampuan keuangan daerah berada pada level sedang di kisaran 300M-550M.

“Visi kita adalah Masyarakat Lembata Yang Sehat, Sejahtera, Berbudaya, Berkarakter melalui Misi keluar dari ketertinggalan infrastruktur. Ya kita menata kembali  status jalan desa, kabupaten, provinsi dan jalan negara atau jalan strategis nasional (lingkar luar lembata). Tugas pemerintah daerah adalah menuntaskan pembangunan 430,12 km jalan raya dengan permukaan yang belum beraspal menjadi jalan dengan permukaan beraspal/hotmix. Aaranya adalah kerjasama dengan Pemerintah Pusat (Pempus), Pemerintah Provinsi (Pemprov), serta penghematan belanja operasional”, ungkap Thomas.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN INFRASTRUKTUR KESEHATAN

Thomas mengatakan, untuk keluar dari ketertinggalan infrasruktur kesehatan, maka perlu dilakukan perekrutan minimal 10 orang dokter gigi, minimal 10 orang dokter umum dan beberapa dokter spesialis dasar,  dan minimal 151 perawat untuk melayani 151 Puskesmas Pembantu pada masing-masing desa/kelurahan, dengan system kontrak jangka pendek, dan permanen jangka Panjang.

CARANYA: Beasiswa Pemerintah Daerah & Beasiswa Lembaga Penjamin Dana Pendidikan  (LPDP).

Untuk beasiswa LPDP, pemerintah daerah bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Keterampilan Susteran SPSS Pada dengan mendatangkan trainer professional untuk mendidik dan melatih anak-anak dan para pemuda-pemudi Lembata termasuk ASN, agar memenuhi standar TOFL sebagai syarat mendapatkan beasiswa LPDP dan Latihan soal masuk Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta baik dalam negeri maupun luar negeri dengan dengan tujuan mendapatkan beasiswa LPDP.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN INFRASTRUKTUR LISTRIK DAN TELEPON

Untuk keluar dari ketertinggalan infrastruktur listrik dan telepon, pemerintah perlu membangun kerjasama dengan manajemen PLN agar menuntaskan pembangunan jaringan listrik ke Desa Dulir di Kecamatan Atadei.

Untuk infrastruktur jaringan telepon seluler, dilakukan Kerjasama dengan kementerian Kominfo dan BUMN terkait agar dilakukan revitalisasi/rehabilitasi dan atau pengadaan baru tower pemancar signal telepon seluler agar kendala signal dapat diatasi secepatnya.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN INFRASTRUKTUR AIR

Untuk keluar dari ketertinggalan infrastruktur air, maka perlu kerjasama dengan Kementerian PUPR untuk Pembangunan embung, optimalisasi sumber mata air WAI PLATEN untuk kebutuhan air bersih, serta survey mata air WAI MA untuk keperluan air bersih dan irigasi di hamparan NAGAWUTUN dan BOUR.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN AKSESIBILITAS DAN KARAKTERISTIK DAERAH

Dengan menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan, air, listrik, telepon, infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan, maka sekaligus menjawab masalah ketertinggalan aksesibilitas dan meminimalisir karakteristik daerah.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN EKONOMI

Sesuai data makro tentang ketertinggalan ekonomi, maka tugas bersama ke depan adalah berupaya meningkatkan produktivitas sektor primer, pertanian, kelautan perikanan dan peternakan; suatu nilai tambah yang besar akan diperoleh jika sector industry menjadi salah satu pilar. Alangkah baiknya Lembata mempunyai branding, dan pada tahun 2021, telah ditetapkan branding yang masuk dalam rencana pembangunan daerah Lembata 2023-2026 yaitu Healthiest from the East. Satu-satunya Kabupaten di NTT yang mempunyai branding saat itu adalah Kabupaten Lembata. Fokus dari branding ini adalah komoditi Jagung, Sorgum, Porang, Kambing dan ikan.

Meningkatkan produktivitas sektor primer, pertanian, kelautan perikanan dan peternakan.

Suatu nilai tambah yang besar akan diperoleh jika sector industry menjadi salah satu pilar. Diperlukan branding “Healthiest from the East. Fokus dari branding ini adalah komoditi Jagung, Sorgum, Porang, Kambing, Ayam dan ikan.

Untuk menjamin mata rantai ekonomi (supply chain management)  maka perlu dibentuk kelembagaan pusat distribusi dengan melibatkan semua stakeholder,  mengaudit dan revitalisasi BUMD Purin Lewo, BUMDES pada setiap desa, bekerjasama dengan Lembaga keuangan bank dan non bank serta kemitraan dengan UMKM. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjamin kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produksi adalah terus focus membangun sector ekonomi dengan branding HEALTHIEST FROM THE EAST,  sehingga pola pemasaran produk adalah dengan menjual branding/merek.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN

Dalam jangka menengah, 2-5 tahun, mempersiapkan anak-anak dan para pemuda dan pemudi serta ASN Lembata melalui Pendidikan dan pelatihan keterampilan Bahasa Inggris, kursus komputer, dan Latihan soal-soal menghadapi test masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

CARANYA: Menghadirkan trainer professional dengan biaya PEMDA untuk melatih anak-anak Lembata untuk mendapatkan beasiswa LPDP.

Menghadirkan sebuah perguruan tinggi (VOKASI) di Lembata agar sekitar dua ribuan anak Lembata yang tamat sekolah menengah atas setiap tahun sebagiannya dapat melanjutkan Pendidikan tingginya di Lembata. Efek berantainya akan dinikmati semua orang Lembata.

  • KELUAR DARI KETERTINGGALAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH

Upaya ke depan adalah membangunkan sumber PAD yang masih tertidur dan menjangkau sumber PAD yang belum terjangkau sesuai dengan UU No. 1 Tahun 2023 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.

Perlu dianalisis Kembali belanja operasional, baik untuk kendaraan dinas maupun kebutuhan habis pakai. Jika bisa dilakukan penghematan yang rasional, maka akan ada pendanaan yang berasal dari sumber penghematan. Penghematan ini dapat digunakan untuk kesejahteraan bersama atau pembangunan fasilitas public yang dinikmati secara bersama.

  • REFORMASI BIROKRASI

Untuk dapat keluar dari enam kriteria dan 27 indikator ketertinggalan, maka mesin penggerak utama adalah birokrasi. Untuk itu, upaya yang dilakukan adalah menempatkan ASN sesuai kualifikasi, kompetensi dan rekam jejak. Melibatkan ketua suku dalam pengambilan sumpah/janji jabatan setiap pimpinan OPD untuk melakukan sumpah/janji jabatan secara adat dan seremonial di rumah adat.

Membentuk Zona Integritas (ZI) yaitu predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan

  • MEMBANGUN DI ATAS NILAI

Sebuah visi yang kuat dengan misi yang dapat diimplementasikan, harus berlandaskan nilai-nilai agama, adat-istiadat, budaya, dan peraturan pemerintah. Untuk itu, dalam rangka mewujudkan visi: TA’AN TOU (BERSATU) MEMBANGUN LEMBATA BERPERADABAN, maka diperlukan nilai-nilai yang mendasarinya, yaitu:

Gelekat Lewo Gewayan Tana/Kaleka Leu. Nilai pengabdian tertinggi bagi seorang anak Lembata adalah mengabdi kepada Masyarakat, mencintai, mengasihi masyarakat (ribu ratu), kampung halaman, daerah. Padamu negeri kami berjanji; padamu negeri kami berbakti; padamu negeri kami mengabdi.

Ta’an Tou/ O’neq U’deq. Nilai Persatuan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Untuk menerapkan nilai Gelekat Lewo Gewayan Tana/Kaleka Leu, semua komponen masyarakat harus Bersatu. Bersatu membangun Lembata yang berperadaban.

Tapaholo/ Sare Dame/Bela Kame. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keluarga, berdamai dengan sesama, berdamai dengan Alam Lembata, berdamai dengan arwah Leluhur dan berdamai dengan Allah Yang Maha Kuasa. Jika masyarakat Lembata sudah saling memaafkan dan berdamai satu sama lain maka persatuan, semangat ta’an tou akan terwujud.

Pao Boi/Iu Uhe Bei Ara. Sebelum melakukan nilai Tapaholo, didahului dengan melaksanakan nilai-nilai Pao Boi, yaitu mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, meminta ijin kepada Allah, Alam dan Arwah Leluhur, dan bersedekah kepada sesama, yatim piatu, para janda dan yang berkekurangan.

Tugul Gawak/Tawun Mawu. Cinta Kasih. Merangkul, menghimpun masyarakat dengan kasih sayang, memberi edukasi akan pentingnya Gelekat Lewo Gewayan Tana/Kaleka Leu.

  • STRATEGI IMPLEMENTASI

Pembentukan tim atau lembaga khusus (OPD) untuk mengawal pencapaian visi. Penyusunan rencana aksi berbasis waktu yang jelas dan terukur. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk PARTAI POLITIK, Pemerintah Pusat, lembaga swadaya masyarakat, Para Donatur dan sektor swasta. Monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pencapaian visi.

CURRICULUM VITAE

  1. IDENTITAS DIRI :
  1. Nama Lengkap                        : Dr. Thomas Ola, SE.,M.Si.
  2. Tempat/Tanggal Lahir             : Holoziang/24 Juli 1962
  3. Kewarganegaraan                   : Indonesia
  4. Pekerjaan                                   : Dosen Tetap STIE OEMATHONIS Kupang – Jln.

                                                     Frans Seda – Kupang – NTT.

  • Nomor Kontak                        : +6281339320099
  1. Alamat Email                          : thomasolalangoday01@gmail.com

II.    RIWAYAT PENDIDIKAN

  1. Doktor (Dr.) Ilmu Ekonomi – Bidang Keahlian EKONOMI MAKRO dan Keuangan Daerah – Universitas Brawijaya Malang. Berijasah tahun 2006.
  2. Magister Sains (M.Si) Ekonomi Perencanaan Pembangunan – Universitas Hasanuddin Makassar. Berijasah tahun 1994.
  3. Sarjana Ekonomi (SE.) Jurusan Ilmu  Ekonomi dan Studi Pembangunan – Fakultas Ekonomi – Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Berijasah tahun 1990.
  4. SMAK Syuradikara Ende – Flores. Berijasah  tahun 1983.
  5. SMP Palugodam – Lewokemie – Adonara Timur – Flotim. Berijasah  tahun 1980.
  6. SDK Tobiwutung – Ile Ape – Lembata. Berijasah  tahun 1976.
  7. RIWAYAT PEKERJAAN
  1. Dosen tetap Yayasan Pendidikan Santo Aloysius Kupang – Unit Kerja STIE Oemathonis Kupang sejak tahun 2023.
  2. Bupati Lembata 2021 – 2022.
  3. Wakil Bupati Lembata 2017 – 2021.
  4. Dosen tetap Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus – Unit Kerja Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira Kupang – terhitung sejak 1 Pebruari 1990 sampai dengan 2023.
  5. Dosen Pembina pada Fakuldade de Economia – Univerdade de Dili – Timor Leste sejak 1 September 2008 sampai sekarang.
  6.  RIWAYAT KELUARGA

Menikah dengan Maria N. Sadipun, SE.,MM., dan dikaruniai 5 orang anak: Theresia F.B. Langoday (almh); Yohanes Langoday, Falentino Langoday & Emilia Budiyanti Hulo Roma, Ireneyus Langoday & Elisabeth Fahiberek dan Teresa Langoday. Cucu: Ina Pulo.

  • KARYA TULIS BUKU
  1. Ekonomi Keuangan Publik dan Lokal: Teori, Desain dan Implementasi di Era Otonomi Daerah dan Desentralisasi Fiskal. Penerbit FE. Unwira Kupang.
    1. Kewirausahaan dan Etika Bisnis: Pengantar untuk Mengubah Mindset Generasi Muda Menjadi Entrepreneur SUCCESS. Penerbit SONPEDIA.Com
    2. Manajemen Produksi dan Operasi: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Keberhasilan. Penerbit SONPEDIA.Com
    3. Pengantar Ilmu Ekonomi Pembangungan: Teori dan Konsep Pembangunan Ekonomi Era Industri 4.0 & Society 5.0 (dkk). Penerbit SONPEDIA.Com
    4. Pengantar Ilmu Ekonomi: Jalan Masuk untuk Memahami Ilmu Ekonomi Deskriptif, Ilmu Ekonomi Teori & Ilmu Ekonomi Terapan (dkk). Penerbit Literasi Nusantara (Litnus).
    5. Teori Pengambilan Keputusan Bisnis: Pengantar untuk Manajer Hebat di Era Global (dkk). Penerbit SONPEDIA.Com
    6. Navigasi Bisnis Dalam Era Ekonomi Manajerial: Strategi untuk SUCCESS jangka Panjang (dkk). Penerbit Literasi Nusantara (Litnus).
    7. Menjadi Akuntan Profesional: Jalur Global Menuju SUCCESS (dkk). Penerbit Literasi Nusantara (Litnus).
    8. Perekonomian Indonesia: Konsep, Masalah dan Kebijakan Ekonomi dari Masa ke Masa (dkk). Penerbit Literasi Nusantara (Litmus).
    9. Transformasi Ekonomi Subsisten ke model Ekonomi Kerakyatan di Timor Leste: Konsep, Alternatif Kebijakan dan Sinergi (dkk). Penerbit Literasi Nusantara (Litnus).
    10. Metodologi Penelitian: Mengarungi Samudra Penelitian untuk Mahasiswa Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi. Penerbit SONPEDIA.Com
    11. Entrepreneur yang Bahagia & SUCCESS: Menjaga Keseimbangan Batin & Bisnis. Penerbit KBM Indonesia.
    12. Ekonomi Pembangunan: Membangun Negeri Unggul & Berperadaban. Penerbit Arta Media Nusantara.
    13. Desentralisasi Fiskal: Konsep, Sejarah & Penerapannya di Indonesia. Penerbit Arta Media Nusantara.
    14. Filosofi Dasar Ekonomi Makro: Pengantar untuk Berpikir Besar dan Bertindak Besar dalam Era Digital. Penerbit SONPEDIA.Com
  • KURSUS/PELATIHAN
  1. Mengikuti Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan X (P3DAX)  di Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) selama tiga (3) bulan dari Bula September – Bulan November 2019 dengan barhasil membuat 14 karya ilmiah yang dipresentasekan dalam forum ilmiah LEMHANNAS.
  2. Pelatihan Peralatan Analisis Kuantitatif untuk Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi: Fokus Structural Equation Modeling. Kerjasama Program Pascasarjana Magister Manajemen Unwira dengan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang, tanggal 4-8 Oktober 2014 di Unwira Kupang. Mentor: Prof. Dr. Augusty Ferdinand Tae, MBA.
  3. Pelatihan Pengembangan Karakter. Diselenggarakan oleh Asosiasi Dekan Fakultas Ekonomi Anggota APTIK. Univesitas Parahyangan Bandung, tanggal 19-22 Juni 2014.
  4. Pelatihan Supplay Chain Management untuk Pengembangan Business. Penyelenggara Alomet. Jakarta gedung Trade Centre: 12-13 Desember 2012.
  5. Course of Promoting Local Economy and Businesses: ACC10: The business Support Agency of the Ministry of Innovation, Universities and Enterprise of the Goverment of Catalonia. 15 – 17 September 2010.
  6. Trainning of Traners Entrepreneurship Educator pada Universitas Ciputra Entrepreneurship Centre-Batch 4 selama 3 bulan sejak 21 Mei -21 Agustus 2010.
  7. Lokakarya –  Pelatihan – Bimtek: Penyusunan Indikator Pembangunan Daerah:  kerjasama GTZ, Pemda NTT dan URDI yang dilaksanakan tgl 5-10 Oktober 2009 di Hotel Sasando Kupang.
  8. Pelatihan Peralatan Analisis Kuantitatif untuk Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi: Kerjasama Program Pascasarjana Magister Manajemen Unwira dengan FE. Unwira Kupang, tanggal 8-10 Oktober 2007 di Unwira Kupang.
  9. Pelatihan Penggunaan Metode Participation Action Research (PAR) untuk Intensive dan Rapid Study, oleh Konsultan Nippon Koei Co., Ltd & Associate, Tanggal 27 – 29 Juni 2000, bertempat di Hotel Fatuleu Kupang. 
  10. Pelatihan Manajemen untuk Usaha Kecil, kerjasama IASTP – II dengan Depkop, PK dan M, tanggal 17 – 21 Mei 1999, bertempat di Hotel Gajah Mada Kupang.
  11. Pelatihan Jaringan Kerjasama Akademik  (Academic Networking), kerjasama LPSDM – IPB Bogpr dengan LPIU – ADB Undana, tanggal 10 – 20 Pebruari 1999, bertempat di Universitas Nusa Cendana Kupang.
  12. Pelatihan Metodologi dan Manajemen Penelitian Bidang Ekonomi dan Akuntansi : kerjasama LPIU – ADB UNTAD dengan LP3UK IPB Bogor tanggal 31 Oktober – 16 Nopember 1996 bertempat di Universitas Tadulako – Palu.
  •  PENGALAMAN  SEBAGAI KONSULTAN
  1. Konsultan Ekonom Kementerian Keuangan RI Wilayah NTT. 1 Maret – 31 Desember 2016.
  2. Konsultan Business Plan Kementerian Sosial RI di NTT untuk Unit Business Panti Efata Naibonat – Kupang bulan Maret-Desember 2015.
  3. Tim Ahli DPRD Provinsi NTT (Komisi III) Bulan Mei – Desember 2015.
  4. Konsultan Ekonomi Bappeda Provinsi NTT pada Sekretariat Bersama Terpadu untuk kajian Kerjasama Pembangunan Lembaga Internasional (SPADU-KPLI). Terhitung Tanggal 1 Pebruari 2014 – 31 Desember 2014 dan Tanggal 1 Pebruari 2015 – 31 Desember 2015.
  5. Konsultan Regional Manajemen (RM) pada Bappeda Provinsi NTT untuk Program Pengembangan Komoditi Unggulan di Wilayah Timor dan Sumba dari proyek Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Terhitung mulai Tanggal 1 Juli 2013 – Desember 2014.
  6. Thematic Leader: Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pengelola Keuangan Daerah di Provinsi NTT: (Lokasi: Provinsi NTT, Flotim, Ngada, TTU dan SBD). Kerjasama Australia Indonesia Partnership for Decentralisation dengan LPPM Universitas Brawijaya Malang terhitung tanggal 1 Mei 2013 – 31 Maret 2014.
  7. Field Coordinator: Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pengelola Keuangan Daerah di Provinsi NTT: (Lokasi: Provinsi NTT, Flotim, Ngada, TTU dan SBD). Kerjasama Australia Indonesia Partnership for Decentralisation dengan LPPM Universitas Brawijaya Malang terhitung tanggal 1 Mei 2012 – 31 Maret 2013.
  8. Direktur Lembaga Pengembangan Usaha Mandiri dan Kewirausahaan (LPUMK) Universitas Katolik Widya Mandira Kupang periode 2009 – 2017.
  9. Ketua Pusat Konsultasi, Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Pengembangan Usaha Mandiri dan Kewirausahaan (LPUMK) Universitas Katolik Widya Mandira Kupang periode 1996 – 2009.
  10. Konsultan Pelaksanaan Alokasi Dana Desa – Kerjasama Pemda Kabupaten Lembata dengan FE Universitas Brawijaya Malang untuk Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Lembata, Tahun 2004.
  11. Konsultan pada Nippon Koei Co., Ltd & Associates sebagai Rural Development Specialist dari tanggal 1 Oktober 2000 sampai dengan 31 Maret 2002.
  12. Konsultan pada PT. Tata Guna Patria Jakarta, assosiasi dengan Nippon Koei Co., Ltd & Associates, sebagai Specialist Regional Planning di NTT, pada Sub Project Rural Development  kerja sama Departemen Pemukiman dan Pengembangan  Wilayah RI tanggal 27 Juni 1998 – 27 September 2000.

VIII.  PENGALAMAN PENELITIAN

  1. Analisis Potensi Daerah untuk Penerapan Layanan Keuangan Digital di Provinsi NTT. Kerjasama LPPM Unwira Kupang dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT. Agustus 2015.
  2. Kajian Daya Saing Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kota Kupang. Kerjasama LPPM Unwira dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Kupang. Juni 2015.
  3. Kajian Perkembangan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Pasca Sail Komodo. Ketua Tim. Kerjasama  Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT dengan Lembaga Pengembangan Usaha Mandiri dan Kewirausahaan (LPUMK) Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Agustus – Nopember 2014).
  4. Survey Konsumen dalam Rangka Penentuan Tingkat Inflasi di Kota Kupang (setiap bulan dari Bulan Januari – Desember 2014); dilanjutkan untuk Bulan Januari 2015 – Desember 2015. Ketua Tim. Kerjasama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT dengan Lembaga Pengembangan Usaha Mandiri dan Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
  5. Kajian Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Kaki Lima dan Asongan di Kota Kupang. Ketua Tim Peneliti pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Kupang. Pebruari – Juni 2014.
  6. Kajian Daya Saing Usaha Kelompok di Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah untuk Wilayah Sumba, Flores dan Timor. Ketua Tim. Kerjasama Pemerintah Daerah Provinsi NTT (Bappeda Provinsi NTT) dengan LPUMK FE Unwira Kupang. 2013.
  7. Pelaksanaan Program Pemetaan dan Analisis Sisi Permintaan dalam Dimensi Kualitas, Kuantitas, Lokasi dan Waktu. Fokus Kajian Sektor Industri di Kota Kupang. Anggota Tim. Kerjasama Kementerian Pendidikan Nasional dengan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. November 2012.
  8. Studi Kelayakan Pendirian Perusahaan Penjamin Kredit Daerah di Provinsi NTT. Ketua Tim. Kerjasama Pemerintah Daerah (Biro Bina Perekonomian Setda Provinsi NTT) dengan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Oktober 2012.
  9. Optimalisasi Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ketua Tim. Kerjasama LPPM Unwira Kupang dengan Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT. Tahun 2011.
  10. Survey Kinerja Keuangan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur. Ketua Tim. Kerjasama ANTARA AusAID dengan Lembaga Penelitian Undana  Kupang. Maret 2010.
  11. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Otonomi Daerah: Kabupaten Lembata, Rote Ndao dan Manggarai Barat: Kerjasama Pemda Provinsi NTT dan Unwira Kupang, 2009.
  12. Analisa Pengeluaran Publik Provinsi Nusa Tenggara Timur: Pengeluaran untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Overview Report): kerja sama AUSAID,  WORLD BANK, ANTARA, Pemda Prov NTT dan Perguruan Tinggi Lokal di NTT, 2008.
  13. Analisa Pengeluaran Publik Provinsi Nusa Tenggara Timur, kerja sama AUSAID,  WORLD BANK, ANTARA, Pemda Prov NTT dan Perguruan Tinggi Lokal di NTT, 2008.
  14. Analisa Pengeluaran Publik Kota Kupang, kerja sama AUSAID,  WORLD BANK, ANTARA, Pemda Prov NTT dan Perguruan Tinggi Lokal di NTT, 2008.
  15. Kajian Makro Pengembangan Ekonomi Kawasan Perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Belu, disponsori oleh LP2MAS NTT, 2009.
  16. Evaluasi Perbenihan di Provinsi NTT ditinjau dari Aspek Penganggaran: Disponsori oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTT, 2007.
  17. Peranan Sektor Informal dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi NTT, kerjasama Balitbangda NTT dengan PT. Puri Dimensi Kupang, 2007.
  18. Analisis Kebijakan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Gizi Buruk dan Busung Lapar di Provinsi NTT. Anggota Tim. Kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTT dengan PT. Maha Charisma Adiguna Kupang, 2006.
  19. Survey Potensi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Flores Timur. Ketua Tim. Kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dengan LPPM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (2006).
  20. Survey Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kabupaten Sikka – Kerja sama Coremap Kabupaten Sikka dengan Konsultan Jasa Patria Kupang, 2005).
  21. Pemberdayaan Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten TTU tahun 2001 (kerjasama FE Unwira Kupang dengan Pemda TTU)
  22. Prospek Usaha Sektor Informal di Kelurahan Bansone dan Kefa Utara –  Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten TTU – Tahun 2000 (Penelitian tim, kerjasama FE Unwira Kupang dengan Pemda TTU).
  23. Intensif Study : Rural Development Pioneer Project NTT tahun 2000. (Hasil penelitian mandiri sebagai Rural Development specialist pada Nippon Koei Co., Ltd & Association).

IX.    KARYA  ILMIAH (DIPUBLIKASIKAN DALAM MEDIA CETAK)

  1. Ekonomi Sakit: tak Bakal Krisis. Harian Timor Expres. Rabu, 2 September 2015.
    1. Ekonomi Indonesia Sakit tapi tidak Krisis. Opini dimuat pada harian Timor Express hari Kamis, 27 Agustus 2015.
    2. Ptovinsi Ternak: NTT terlambat merespon Program Pemerintah Pusat. Harian Pos Kupang, Rabu, 19 Agustus 2015.
    3. Koperasi Mensejahterakan Rakyat NKRI. Harian Umum Timor Expres. Senin, 13 Juli 2015.
    4. Rupiah Terdepresiasi: Pelaku Ekonomi Jangan Panik. Opini dimuat dalam Surat Kabar Harian Timor Expres, hari Sabtu 14 Maret 2015.
    5. Membumikan RPJMN di NTT: Mengejar Target Nasional. Harian Umum Timor Expres. Jumat 20 Maret 2015
    6. Memahami Isu-Isu Kunci Persoalan Anggaran di NTT. Opini. Dimuat dalam Surat Kabar Harian Pos Kupang, 30 Agustus 2014 (sebagai sumbang saran menjelang pelantikan anggota DPRD Provinsi NTT dan Kab/Kota di NTT periode 2014-2019).
    7. Menciptakan Daya Saing Sumber Daya Manusia dan Produk Indonesia di Pasar Global. Opini dimuat dalam Tabloit Inspirasi Jakarta. Vol 3, No. 60, 10 Januari 2013.
    8. Analisis Permintaan Kredit Usaha Kecil pada Kantor Cabang Utama Bank NTT (bersama Ananias Febriyanto Marcus dan Marius Masri). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah. Volume 1, Nomor 2, Februari 2012, hal. 98-111. ISSN 2088-5822.
    9. Survey Public Finance Management (PFM) di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Journal of Indonesia Applied Economics. Volume 5, Nomor 2, Oktober 2011. Halaman 205-223. ISSN. 1907-7947.
    10. Studi Kompetensi Inti Daerah di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Journal of Indonesia Applied Economics. Volume 5, Nomor 1, Mei 2011. Halaman 28-43. ISSN. 1907-7947.
    11. Menanti Lembata Tersenyum: Sumbang Saran Untuk Pemimpin Lembata Baru. Opini dimuat dalam Mingguan Fajar Lembata. Edisi 3, tahun 1, Minggu ke II September, tanggal 11-24 September 2011.
    12. Waralaba: Model Kemitraan Usaha Besar dengan Usaha Kecil Menengah (UKM). Opini dimuat dalam Tabloit Inspirasi Jakarta. Vol 2, No. 23, 25 Juni 2011.
    13. Menjadikan NTT Provinsi Kewirausahaan. Opini berkenaan penyelenggaraan Global Entrepreneurship Week (GEW) di NTT. Dimuat dalam Harian Umum Timor Expres. Hari Senin Tanggal 15 November 2010.
    14. Pentingnya Investasi Pemerintah dan Swasta dalam Menciptakan Pemerataan dan Pewrtumbuhan Ekonomi Suatu Daerah. Dimuat dalam Media Investasi (Inspirasi Membangun NTT Baru) Edisi Perdana Vol. 1/Thn 1 Desember 2010 halaman 8 (bagian 1); dan bagian 2 dimuat dalam Media Investasi (Inspirasi Membangun NTT Baru) Vol. 2/No. 2/2011 hal. 8.
    15. Ajaran Sosial Gereja Katolik Tentang Perekonomian. Jurnal Ekonomi Pembangunan – Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan. Volume 1. Nomor 1. Maret 2011. Halaman 1-6.  ISSN: 2088-1606.
    16.  Pengaruh Desentralisasi dan Pemerataan Fiskal Terhadap Indikator Kemandirian Fiskal Daerah di Provinsi NTT. Jurnal Ekonomi Pembangunan – Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan. Volume 1. Nomor 1. Maret 2011. Halaman 7-19. ISSN: 2088-1606.
    17. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Otonomi Daerah pada Kabupaten Pemekaran di Provinsi NTT. Jurnal Ilmiah Manajemen. JIM: Vol. I No. 1 – Januari 2011. Halaman 33-51. ISSN: 2087-7803.
    18. Penggunaan Model Kewenangan Pemerintah Daerah sebagai Formula Alternatif Alokasi Dana Desentralisasi Fiskal di Indonesia (Studi Kasus Provinsi Nusa Tenggara Timur) – Jurnal of Economic and Management – volume 8, Nomor 3 – Oktober 2007- ISSN 1411-5794- Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen Universitas Gajayana – Terakreditasi SK Dirjen Dikti No. 39/DIKTI/Kep/2004.
    19. Desentralisasi Fiskal dan Perilaku Fiskal Moral Hazard Pemerintah Daerah Otonom di Indonesia (Jurnal Manajemen Wira Vol. 1 No. 1 – September 04).
    20. Ekonomi Bumi Flobamora: 130 tahun Pra Kemerdekaan Hingga 59 tahun Pasca Kemerdekaan (Warta Nusa Tenggara Timur, Edisi ke XIII Agustus 2004).
    21. Saatnya Melunasi Transaksi di Pasar Politik (Opini: Radar Timor, Sabtu, 15 Mei 2004).
    22. Regionalisasi Ekonomi : Menghipnotis Pelaku Ekonomi NTT (Opini : Pos Kupang, Senin, 12 Januari 2004).
    23. Transfer Keuangan Antar Pemerintah (Opini : Kupang News, Jumat, 11 Juli 2003).
    24. Birokrat dan Inefisiensi Fiskal (Opini : Pos Kupang, Jumat, 13 Juni 2003).
    25. Kebijakan Makro Ekonomi Baru di KTI (Opini : Pos Kupang, Senin, 30 September 2002).
    26. Ekonobiologi (Opini : Pos Kupang, Sabtu, 14 September 2002).
    27. Dibalik Kelangkaan BBM (Opini: Surya Timor, Selasa, 13 Juni 2000).
    28. Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Daerah (Opini: Surya Timor, Jumat, 26 Mei 2000).
    29. Memotong Lingkaran Kemiskinan Di NTT (Opini: Surya Timor, Jumat, 5 Mei 2000).
    30. Kenaikan Tunjangan Bagi Koruptor (Opini: Sasando Pos, Sabtu, 15 April 2000).
    31. BBM dan Kemandirian Bangsa (Opini: Pos Kupang, 12 April 2000).
    32. APBD Tanpa Prioritas Perbaikan Ekonomi Rakyat (Opini: Pos Kupang, Kamis, 30 Maret 2000).
    33. Kapet Mbay (Opini: Pos Kupang, 3 Oktober 1998)

X.     KARYA ILMIAH (DIPRESENTASIKAN DALAM SEMINAR)

  1. Menjadikan NTT Provinsi Unggul dengan Membentuk Kluster Unggulan. Disampaikan dalam Rapat Koordinasi para Asisten II Bidang Pembangunan Ekonomi Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTT serta Kepala Bagian Ekonomi dan Kepala Biro Ekonomi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTT di Kefamenanu, Timor Tengah Utara, tanggal 4 Juni 2014.
  2. Menjadikan BUMD Mandiri melalui Penerapan Balance Score Card. Disampaikan dalam rapat Koordinasi para Asisten II se Kabaupaten/Kota se NTT dengan para Direktur BUMD se NTT di Kalabahi, Kabupaten Alor, tanggal 18 Oktober 2013.
  3. Koperasi Unggul Menciptakan UKM dan Daerah Unggul. Disampaikan dalam Seminar Nasional Perkoperasian dalam rangka 25 Tahun Kopdit Swastisari Kupang. Hotel Ima, 26 Januari 2012.
  4. Membuka Mental Blok Bisnis: menjadi SARJANA ENTREPRENEUR yang luar biasa. Seminar Nasional diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM-RI, bekerja sama dengan FE UNWIRA Kupang dalam rangka sosialisasi Program Kewirausahaan bagi calon sarjana dan sarjana di Provinsi NTT, bertempat di Hotel Maya Kupang, tanggal 13 – 16 April 2011.
  5. Membuka Mental Blok Bisnis Rakyat Timor Leste Menuju Negara Entrepreneur Baru di Kawasan Asia. Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universidade Dili – Timor Leste – Tanggal 8 Pebruari 2011.
  6. Ide, Kreativitas dan Innovasi berbasis Entrepreneurship. Karya Tulis Ilmiah, disampaikan dalam dialog publik nasional: Industri Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Ekonomi Gelombang ke-4. Diselenggarakan oleh Kementrian Informasi dan Komunikasi RI. Kupang, 22 September 2010.
  7. Peningkatan dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan dari Aspek Ekonomi – Seminar Nasional – Penyelenggara Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi NTT – Hotel Cendana: 4 Des 2009
  8. Menumbuhkan Komitmen Menjadikan NTT Provinsi Agropolitan (Kerja sama Harian Umum KOMPAS, HU Pos Kupang dan Unwira Kupang Tgl. 25 September 2009 di Unwira)
  9. Penerapan Metodologi Penelitian dalam Penullisan Skripsi dan Laporan Penelitian (Universidade Dili – Timor Leste, 6-9 Agustus 2009)
  10. Strategi Membangun Ekonomi Kawasan Perbatasan Republik Demokratik Timor Leste – Republik Indonesia (disampaikan di Kampus Universidade Dili – Timor Leste, Rabu 22 Oktober 2008)
  11. Technical Workshop: Analisis Pengeluaran Publik Provinsi NTT: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Hotel Kristal, 25 February 2008)
  12. Technical Workshop: Analisis Pengeluaran Publik Kota Kupang: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Hotel Kristal, 26 February 2008).
  13. Draft Review Meeting I: Analisis Pengeluaran Publik Provinsi Nusa Tenggara Timur: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Hotel Kristal, 31 Maret 2008).
  14. Draft Review Meeting I: Analisis Pengeluaran Publik Kota Kupang: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Hotel Kristal, 1 April  2008).
  15. Draft Review Meeting II: Analisis Pengeluaran Publik Provinsi NTT: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Hotel Inna Beach– Kuta – Bali, 19 April 2008).
  16. NTT PEACH Researchers Workshop: Analisis Pengeluaran Publik Sektor Strategis Provinsi NTT: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Jakarta, World Bank Office, 6  May 2008).
  17. NTT PEACH Researchers Workshop: Analisis Pengeluaran Publik Provinsi NTT: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Jakarta, World Bank Office, 7 May 2008).
  18. NTT PEACH Researchers Workshop: Analisis Pengeluaran Publik Provinsi NTT: kerjasama World Bank, Antara, Ausaid, Pemda NTT dan Perguruan Tinggi Lokal NTT (Jakarta, World Bank Office, 28-30 Juni 2008).
  19. Seminar Nasional: Pertumbuhan Ekonomi di Nusa Tenggara Timur: (Penyelenggara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kupang 15 Agustus 2007).
  20. Perkembangan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2007: Analisis Pertumbuhan Ekonomi Per Sektor (Penyelenggara Bank Indonesia Kupang: Hotel Kristal tanggal 27 Maret 2008)
  21. Membangun Masyarakat Ekonomi di Wilayah Perbatasan RI-RDTL (Penyelenggara DEPINFOKOM-RI, di Atambua, 11 Juli 2007)
  22. Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Otonomi Daerah (disampaikan dalam Forum Diskusi Terarah: Peran Ideal DPD RI Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia: Kerjasasama Universitas Nusa Cendana Kupang dengan DPD RI bertempat di Kampus Undana Penfui, tanggal 27 April 2007).
  23. Membedah Potensi Ekonomi Kawasan Perbatasan: Disampaikan dalam Seminar di Universitas Timor, Hari Sabtu Tanggal 9 Juni 2007.
  24. Desentralisasi Fiskal Dalam Keuangan Daerah pada Era Otonomi Daerah (disampaikan dalam Seminar Otonomi Daerah dan Desentralisasi Fiskal – HIMA IESP UNWIRA Kupang, tanggal 10 November 2007 di Kampus UNWIRA- Merdeka).
  25. Kondisi Makro Ekonomi Indonesia 62 Tahun Merdeka: Seminar Nasional – Penyelenggara AMMAPAI Kupang tanggal 16 Agustus 2007.
  • PENUTUP

Demikian Curriculum Vitae ini dibuat untuk dapat dipergunakan sesuai kebutuhan.

Kupang, 6 Maret 2024 ***

KONSEP VISI MISI BACAWABUP VIAN BURIN

Bacabup Vian Burin juga tampil dengan Visi Misi dan Program untuk membangun Lembata lima tahun ke depan. Konsep ini akan dipadukan dengan konsep Bacabup Thomas Ola Langoday ketika menjadi Paket final yakni Paket 7 Maret adalah sebagai berikut :

  • Masalah Pokok
    1) Mental Spritual
    2) Infrastruktur
    3) Ekonomi
  • VISI
    Masyarakat yang Sejahtera Lahir dan Batin
  • MISI
    Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya
  • Program Straegis
    1) Membina mental spiritual
    2) Meningkatkan pembangunan infrastruktur
    3) Meningkatkan ekonomi masyarakat
    4) Meningkatkan mutu penddikan masyarakat
    5) Meningkatkan pemeliharaan kesehatan masyarakat
    6) Mengembangkan pariwisata
    7) Menjadikan lembata sebagai Kabupaten Koperasi
  • Program Aksi
    1) Membina Mental Spiritual
    a) Melakukan sikronisasi perogram pemberdayaan mental spiritual masyarakat/umat antara Pemerintah dengan tokoh agama (Gereja dan Masjid), tokoh adat dan tokoh masyarakat.
    b) Mewujudkan aparatur yang bersih, jujur dna berwibawa serta menciptakan etos kerja.
    c) Melakukan penyuluhan hukum dan HAM

2) Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur
a) Membangun dan memeloihara jalan, jembatan dan listrik
b) Membangun prasarana dan sarana perkantoran
c) Membangun prasarana dan sarana air, irigasi, embung dan bendungan
d) Membangun prasarana dan sarana rumah ibadah, guna meningkatkkan kualitas kehidupan umat beragama
e) Membangun prasaran dan sarana olahraga untuk meningkatkan pembinaan olahraga
f) Membangun prasarana dan sarana transportasi laut, darat dan udara

3) Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Masyarakat
a) Pertanian:

  • Meningkatkan produktivitas jagung, padi, ubi, kayu dan kacang-kacangan
  • Meningkatkan produktivitas buah-buahan dan sayur-sayuran
    b) Perkebunan dan kehutanan:
  • Meningkatkan produktivitas mete, kakao, kopi, asam, kemiri dan kelapa
  • Meningkatkan penanaman tanaman umur panjang (jati, amhoni, sengon, dll)
  • Meningkatkan reboisasia hutan dan pemeliharaan sumber-sumber mata air
    c) Peternakan:
  • Meningkatkan produktivitas ternak besar (sapi dan kuda)
  • Meningkatkan produktivitas ternak kecil (kambing dan babi)
  • Meningkatkan produktivitas unggas (ayam ras; pedaging dan petelur, bebek dan itik)
  • Mencegah dan mengendalikan penyakit hewan menular, penyakit zoosis dan esotik
    d) Perikanan:
  • Peningkatan prasarana dan sarana pennagkapan / budidaya ikan
  • Peningkatan pembangunan prasraana dan sarana pengolahan hasil laut
  • Peningkatan pembangunan prasrana dan sarana budidaya rumput laut
    e) Meningkatkan kesempatan kerja bagi buruh dan kesempatan usaha bagi UKM
    f) Membuka akses pemasaran untuk menjamin kelangsungan produksi

4) Meningkatkan Mutu Pendidikan
a) Prasarana dan sarana pendidikan
b) Mutu guru dan mutu siswa
c) Meningkatkan upaya pemberantasan buta aksara
d) Memperkecil perbedaan gender pada semua jenis dan jenjang pendidikan
e) Meningkatkan upaya menuntaskan wajib belajar
f) Memberikan beasiswa bagi siswa yag berprestasi dari kalangan keluarga yang kurang mampu

5) Memlihara Kesehatan Masyarakat
a) Prasarana dan sarana gedung pukesmas dan polindes
b) Menyediakan tenaga dokter, perawat dan bidan sesuai kebutuhan
c) Melakukan penyuluhan kesehatan dan memberantas penyakit menular

6) Mengembangkan Pariwisata
a) Pelestarian budaya dan penangkapan ikan paus secara tradisonal
b) Membangun agroekowisata dan mengembangkan obbyek wisata lainnya
c) Melestarikan seni tari dan budaya masyarakat

7) Mewujudkan Kabupaten Koperasi
a) Revitalisasi KUD dan Koperasi lainnya yang saat inni sedang kurang sehat menuju koperasi produksi, koperasi konsumsi seta koperasi jasa simpan pinjam maupun KSU
b) Membentuk koperasi di setiap desa/kelurahan sesuai dengan komiditi unggulannya
c) Pendidikan dan pelatihan perkoperasian

CURICULUM VITAE/DAFTAR RIWAYAT HIDUP

BAKAL CALON WAKIL BUPATI) KABUPATEN LEMBATA PERIODE 2024 – 2029

  1. DATA PRIBADI
  2. NAMA LENGKAP                              : YOHNAES VIANY K. BURIN.
  3. TEMPAT/TANGGAL LAHIR            : PUOR, 15 JULI 1965.
  4. PEKERJAAN                                        : ADVOCAT/PENGACARA.
  5. AGAMA                                                               : KATOLIK.
  6. NO. HP                                                 : 081338448387
  7. EMAIL                                                   : burinvian@gmail.com.
  8. ALAMAT DOMISILI                          : WOLOGLARAK, RT15,RW005, KELURAHAN LEWOLEBA BARAT KECAMATAN NUBATUKAN KABUPATEN LEMBATA.
  • KELUARGA
  • NAMA ISTERI/SUAMI                     : YASINTA YUS.
  • PEKERJAAN                                        : PNS.
  • NAMA ANAK – ANAK DAN

PEKERJAAN                                        :

  1. EDEL MERYQUEEN KEWA BURIN. PEKERJAAN SWASTA.
  2. HENDRIKUS KOLI BEAN BURIN. PEKERJAAN GURU.
  3. PIUS MEYLIANO PITO BURIN. PEKERJAAN SWASTA.
  4. PEDRO IGNASIO TUDE BURIN. PEKERJAAN BIARAWAN.
  5. KAROLUS RONALDO KIA BURIN. PEKERJAAN MAHASISWA.
  • RIWAYAT PENDIDIKAN
  • SEKOLAH DASAR                                              : SDK BOTO TAMAT TAHUN 1977.
  • SEKOLAH MENENGAH PERTAMA              : SMPK ST PIUS X LEWOLEBA TAMAT TAHUN 1981.
  • SEKOLAH MENENGAH ATAS                        : SMA KAWULA KARYA TAMAT TAHUN 1985.
  • STRATA 1                                                             : FH UNV. WARMADEWA BALI TAHUN 1992.
  • STRATA 2                                                             : —–
  • STRATA 3                                                             :——
  • RIWAYAT PEKERJAAN/PENGALAMAN :
  • KORESPONDEN MAJALAH DIAN DAN HIDUP JAKARTA 1984-1992.
  • WARTAWAN HARIAN NUSA TENGGARA DENPASAR 1988-1992.
  • WARTAWAN HARIAN UMUM POS KUPANG 1992-1994.
  • KORESPONDE MAJALAH TEMPO JAKARTA 1994-1996.
  • DIREKTUR YAYASAN CITRA INDONESIA ABDI 1995- 2009.
  • WARTAWAN HARIAN FLORES POS 1999-2000.
  • PEMILIK DAN PEMIMPIN UMUM MINGGUAN SWARA LEMBATA 2001-2006.
  • ADVOCAT PENGACARA 2009-SEKARANG.
  • JABATAN YANG PERNAH DIDUDUKI:
  • ANGGOTA DPRD LEMBATA 2000-2004.
  • ANGGOTA DPRD LEMBATA 2004-2009.
  • WAKIL KETUA FRAKSI PARTAI GOLKAR 2000-2004.
  • WAKIL KETUA KOMISI A DPRD LEMBATA 2000-2002.
  • KETUA KOMISI A DPRD LEMBATA 2002-2004.
  • KETUA FRAKSI PARTAI GOLKAR DPRD LEMBATA 2004-2009.
  • WAKIL KETUA KOMISI B DPRD LEMBATA 2004-2009.
  • RIWAYAT KEPARTAIAN:
  • WAKIL KETUA DPC PDI FLORES TIMUR 1994-1999.
  • WAKIL KETUA DPD II PARTAI GOLKAR 1999-2010.
  • KETUA DPC PARTAI GERINDRA 2011-2024.
  • PENGALAMAN ORGANISASI:
  • KETUA OSIS SMA KAWULA KARYA 1982-1984.
  • WAKIL KETUA SENAT MAHASISWA FH UNIV. WARMADEWA DENAPASAR 1989-1991.
  • KETUA PMKRI CABANG ST. PAULUS DENPASAR 1990-1991.
  • SEKERTARIS DEWAN KONSULTAN FORKOM PENGKAJIAN STRATEGIS PEMBANGUNAN LEMBATA 1998-2000.
  • WAKIL KETUA PSSI/PERSEBATA LEMBATA 2000-2003.
  • SEKERTARIS PERTINA LEMBATA 2004-2008.
  • KETUA PERTINA LEMBATA 2008-2011.
  • KETUA YAYASAN CINESA 1995-SEKARANG.
  • PENDIRI DAN WAKIL KETUA MPA KONSORSIUM PEMBAHARUAN AGRARIA 1996-2000.
  • PENDIRI DAN ANGGOTA JARUNGAN GERAKAN MASYARAKAT ADAT NTT .
  • KETUA LBH SURYA NTT PERWAKILAN LEMBATA 2018-2024.
  • RIWAYAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
  • DIKLAT KADER PRATAMA PARTAI GERINDRA DI HAMBALANG ANGKATAN KE 9.
  • PENGHARGAAN
  • PELOPOR PEMBANGUNAN DAERAH DARI BADAN PROMOSI PEMBANGUNAN DAERAH JAKARTA 2003.
  • ASEAN DEVELOPMENT AWARD DARI CITRA MANDIRI INDONESIA JAKARTA 2003.
  • CINCIN PENGHARGAAN KELAS I DARI PEMERINTAH KABUPATEN LEMBATA 2004.
  • RIWAYAT PERJUANGAN : IKUT MEMPERJUANGKAN OTONOMI LEMBATA 1998-1999, DAN SEBAGAI SALAH SATU DARI LIMA ORANG DELEGASI RAKYAT LEMBATA MEMPERJUANGKAN OTONOMI LEMBATA DI JAKARTA TAHUN 1999.

Demikianlah daftar Riwayat hidup saya buat dengan sebenar-benarnya untuk kepentingan persyaratan pendaftaran sebagai bakal calon bupati/wakil bupati Kabupaten Lembata periode 2024 – 2029.

Hormat Saya,

YOHANES VIANY K. BURIN.

 (Karolus Kia Burin))

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *