Sembilan Korban KKB Berhasil Dievakuasi ke Sentani

PAPUA : WARTA-NUSANTARA.COM- – Sekitar pukul 14.30 WIT, 2 pesawat Caravan dan Pilatus berhasil mendarat di Lapangan Terbang Doyo Baru. Dua pesawat tersebut mengevakuasi 9 korban kekerasan KKB dari Kampung Anggruk Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, yang sempat tertahan 2 hari.
Para korban diantar langsung bersama Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, yang langsung dilarikan ke RSUD Yowari dan RSUD Marthen Indey.
Korban yang mengalami luka-luka ringan dilarikan ke RSUD Yowari, dan luka berat serta korban MD dilarikan langsung ke RS Marthen Indei, menggunakan empat ambulance yang sudah standby di Lapangan Terbang Doyo Baru.
Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram menjelaskan, bahwa 9 korban berhasil dievakuasi.
“Ada 9 orang, diantaranya, 8 orang tenaga guru, 1 nakes, korban yang luka berat ada 3 orang, 1 lagi MD, dan lainnya luka ringan,” katanya kepada Wartawan Minggu (23/3/2025)
Lanjutnya, para korban langsung dilarikan ke RSUD Yowari dan Marthen Indei.
Guru
Meninggal Dunia
- Rosalia Rerek Sogen
Ttl. 26 januari 1995
Umur 29 Tahun
Luka Berat
- Fidelis De Lena
Ttl. 7 September 1993
Umur 32 Tahun - Kosmas Paga
Ttl. 7 April 1996
Umur 29 Tahun
Luka Ringan
- Vantiana Kambu
Ttl. 17 Februari 1993
Umur 32 Tahun - Dionisia Taroci More
Ttl. 13 Mei 1997
Umur 27 Tahun - Penus Lepi
Ttl 27 Juni 1992
Umur 33 Tahun
Tenaga Kesehatan
Luka Berat
- Irmawati Nenobahan
Ttl. 7 Mei 1998
Umur 26 Tahun
Korban Guru di Yahukimo Ternyata Seorang Wanita

Proses evakuasi yang dilakukan aparat TNI Polri di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (23/3). (Ceposonline/istimewa)
Korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan terdeteksi. Korban seorang tenaga guru dan seorang wanita.
Korban diketahui bernama Rosalina Sogen pengangkatan tahun 2021 yang berasal NTT. Ia tewas dengan sejumlah luka ditubuh. Disini beberapa rekannya juga mengklarifikasi jika bukan enam orang yang tewas melainkan satu rekannya, Rosalina.
“Benar kami diserang oleh KKB akan tetapi mereka semua tidak meninggal. Berdasarkan hasil evakuasi tadi, dari semua yang meninggal 1 orang atas nama Rosalia Sogen. Sedangkan yang lainnya luka berat da luka ringan,” tulis salah satu tenaga medis yang enggan namanya dipublish.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli secara tegas menyampaikan bahwa Jumat (21/3/2025) yang lalu pihaknya mendapat laporan ada penyerangan di Puskesmas Anggruk dan sekolah di Anggruk. Namun Sabtu kemarin cuaca tidak bersahabat akhirnya baru dieakuasi pada Minggu (23/3/2025).
“Mohon maaf karena cuaca akhirnya kamibaru bisa masuk hari Minggu dan kami masuk gunakan lima pesawat. Kami dapati satu meninggal dunia dan lainnya luka-luka,” beber Didimus. Soal rekrutmen guru bupati jug ini meluruskan bahwa mereka bukan rekrutmen baru tetapi ini nakes atau guru yang sudah lama.
“Kami rekrut terbuka tapi wajib beragama Kristen dan wajib terima yesus, lalu ereka sudah dibaptis dan menjadi guru atau tenaga medis missionaris. Untuk memenuhi ini kami verifikasi selama 30 hari sampai orang tuanya semua kami tanyakan,” tegas Didimus.
“Kami bantah nakes atau guru dari TNI Polri sebab proses rekrutmen secara terbuka dan orang tahu. Hingga pendeta mendoakan mereka lalu menandatangani perjanjian kerjasama. Kalau bilang anggota TNI Polri yang mata-mata itu bohong. Itu tidak benar,” tutup Didimu.
Bupati Yahukimo Klarifikasi Korban Meninggal Hanya 1, Bukan 6 Atau 7 Orang
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli menjelaskan bahwa hanya 1 orang korban meninggal dunia akibat ulah Tentara Pembebasan Papua Papua Barat (TPN- PB). Dia menyebut informasi yang mengatakan 6 orang meninggal dunia itu tidak benar.
“Kami sudah masuk di lokasi dan melakukan penanganan darurat,” kata Bupati Yahuli.
Dengan cuaca yang baik, kekuatan TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu korban. Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Bupati Yahuli juga menyampaikan bahwa pertolongan kesehatan di lokasi terbatas, sehingga korban yang luka berat dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
“Kami menyampaikan prihatin dan turut berduka cita yang mendalam untuk satu tenaga guru yang meninggal dunia. Kiranya jasa dan pelayanannya dapat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan dapat penguatan dari Tuhan,” katanya.
“Kami sudah tanya wakil bupati langsung yang turun ke lokasi. Informasi terakhir yang kami dapat adalah 1 meninggal dunia dan 3 luka berat dan 3 luka ringan,” katanya.
Ia kembali menegaskan kepada semua pihak bahwa informasi yang menyebut terdapat 6 hingga 7 korban meninggal dunia, tidak benar.
“Sebagai kepala daerah kami menyampaikan prihatin dan turut berduka sangat mendalam untuk 1 tenaga guru yang meninggal dunia. Kiranya jasa dan pelayanannya dapat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan dapat penguatan dari Tuhan,” katanya. *** (*/Laporan : Frans Kobun, Jurnalis dari Papua)