• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, Februari 4, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Opini

Belajar dari Nepal: Mencegah Ledakan Sosial di Indonesia

by WartaNusantara
September 16, 2025
in Opini
0
Belajar dari Nepal: Mencegah Ledakan Sosial di Indonesia
0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Belajar dari Nepal: Mencegah Ledakan Sosial di Indonesia

Oleh Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

WARTA-NUSANTARA.COM-Opini : — Awal September 2025, Nepal diguncang kerusuhan besar setelah pemerintah memblokir media sosial seperti Facebook, X, dan YouTube. Kebijakan ini memicu kemarahan generasi muda (Gen-Z) yang menganggapnya sebagai bentuk pembungkaman suara rakyat. Protes pun berkembang menjadi gerakan anti-korupsi yang menyoroti gaya hidup mewah anak-anak pejabat, sementara rakyat hidup dalam kesulitan.

RelatedPosts

Menanam Energi di Tanah Lembata: Catatan untuk Rancangan Awal RKPD 2027

Menanam Energi di Tanah Lembata: Catatan untuk Rancangan Awal RKPD 2027

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Mengapa Serfolus Tegu Tetap Teguh Menipu? Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (13)

Load More

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan pada 8–9 September 2025. Gedung parlemen, Mahkamah Agung, istana presiden, hingga rumah-rumah pejabat dibakar massa. Korban jiwa mencapai puluhan orang dan ribuan lainnya terluka.

Salah satu peristiwa paling tragis adalah terbakarnya rumah mantan Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli yang menewaskan istrinya. Peristiwa ini menjadi simbol pahit betapa parahnya kemarahan rakyat terhadap elit politik.

Jika kita melihat data, Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Nepal hanya 34. Angka ini sama persis dengan CPI Indonesia, yang berarti tantangan kita terhadap korupsi sebenarnya tidak kalah serius.

Di Indonesia, jurang antara elit politik dan rakyat juga sangat lebar. Seorang anggota DPR RI bisa memperoleh pendapatan hingga 2 miliar rupiah per bulan dari gaji, tunjangan, fasilitas, dan honor, sementara jutaan rakyat masih hidup dengan upah minimum, kesulitan membayar sekolah anak, dan mahalnya biaya berobat.

Di Nusa Tenggara Timur, kondisi ini terasa lebih nyata karena banyak masyarakat yang masih berjuang untuk kebutuhan dasar, sementara pejabatnya hidup dengan segala fasilitas mewah.

Kisah Nepal seharusnya menjadi cermin bagi Indonesia. Jika kesenjangan sosial dan praktik korupsi tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kemarahan rakyat suatu saat meledak.

Generasi muda Indonesia kini lebih kritis, lebih berani bersuara, dan punya senjata ampuh berupa media sosial. Reformasi parlemen, transparansi pendapatan pejabat, dan upaya serius mengurangi korupsi harus menjadi agenda utama. Kalau tidak, tragedi yang menimpa Nepal bisa saja terjadi di negeri kita sendiri.

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Menanam Energi di Tanah Lembata: Catatan untuk Rancangan Awal RKPD 2027
Ekonomi

Menanam Energi di Tanah Lembata: Catatan untuk Rancangan Awal RKPD 2027

Menanam Energi di Tanah Lembata: Catatan untuk Rancangan Awal RKPD 2027 Oleh : Alexander Tifaona, (Periset Lembata Climate Lab, Yayasan...

Read more
Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Mengapa Serfolus Tegu Tetap Teguh Menipu? Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (13)

Ketika Titi Jagung Jadi Perlombaan Birokrasi Lembata

Kepala Desa Mundur, Akuntabilitas Jangan Ikut Pergi : Membaca Ulang Etika Transisi Kekuasaan di Leuwayan

Bahasa Memotong Proses (Bahaya Viralitas, Identitas, dan Kejatuhan)

Bahaya Memotong Proses (Bahaya Viralitas, Identitas, dan Kejatuhan)

PANDANGAN YANG SAMA Ide Homili Inspiratif untuk Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen, Minggu 18/1/2026.

PANDANGAN YANG SAMA Ide Homili Inspiratif untuk Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen, Minggu 18/1/2026.

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Satu Demi Satu “Dosa” Serfolus Tegu Terkuak Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (12)

Load More
Next Post
Formalen Rapat Bersama Bupati Lembata Bahas Tunjangan DPRD

Formalen Rapat Bersama Bupati Lembata Bahas Tunjangan DPRD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In