Natal & Tahun Baru 2026 Bersama Karyawan Dapur MBG Longser : Merajut Semangat Cinta Kasih Bagi Anak Lembata
LEMBATA : WARTA_NUSANTARA.COM– Keluarga Besar Dapur Makan Bergizi Gratis ((MBG) 02 di Lorong Sejahtera (Longser), Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata menggelar acara syukuran Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama Karyawan dan keluarga dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan penuh sukacita, Sabtu, 3 Januari 2026.Â






Acara syukuran Hari Raya Natal dan Tahun Baru bersama Karyawan dan keluarga Besar Dapur MBG Longser sekitar 100 orang tersebut, diawali dengan Ibadat Syukur dipimpin oleh Pater Steph Tupeng Witin,SVD. Hadir dalam acara itu, Penanggungjawab Dapur MBG Longser, Yohanes Viany K. Burin, Keoala SPPG, Vian Barca, dua Supplier, Muvhtar Pehang dan Benediktus Burak Making. Sedangkan Petrus Lanang memandu acara itu penuh sukacita.




Pater Steph Tupeng Witin, SVD, seorang Pastor dan Jurnalis dalam homilinya pada acara Natal dan Tahun Baru mengatakan, Â Natal itu cara Allah mengasihi kita manusia. Dalam bahasa yang sedehana Allah yang agung tampak tak berdaya dalam diri seorang bayi Yesus. yang diletakan Maria dalam palungan tempat makan Domba yang kotor. Sebetulnya Alllah tidak tinggal dalam keagungannya,. Tetapi menyelinap masuk dalam sejarah hidup kita. Maka waktu hidup kita yang profan, yang duniawi itu disakralkan, disucikan oleh Alllah melalui peristiwa natal. Dalam istilah Latin Carpedianm, tangkaplah hari, kejarlah hari, jangan biarkan waktu berlari tanpa sesuatu yang bernilai.



Bahwa ada dua aspek melingkupi kehidupan manusia yakni kehidupan Profan dan kehidupan Sakral. Setiap manusia senantiasa memanfaatkan waktu secara baik dengan berbagai aktivitas pekerjaan dan aktivitas sosial. Karena itu, waktu harus direbut dan dimanfaatkan secara baik mulai dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. (364 hari). Menyadari betapa pentingnya waktu, maka orang sering mengatakan “Time is Money” (Waktu adalah Uang).



Makna Natal hendaknya dipahami sebagai cara Tuhan mengasihi kita umatnya. Yesus harus lahir di Kandang Domba di Betlehem yang hina dan sederhama hanya mau menunjukan cintanya yang tulus bagi kita yang juga hidup dalam kesederhanaan ini.
Cinta Tuhan yang sunggguh radikal bagi kita. Artinya, cinta yang mengakar dihati kita. Hidup kita yang profan disakralkan oleh Allah melalui pristiwa Natal.
“Acara Natal dan Tahun Baru ini sangat bermakna bahwa setelah kita sibuk dengan tugas menjalani aktivitas pekerjaan (kehidupan profan) kita selama setahun maka kita mesti bersyukur kepada Tuhan. Artinya, kita juga mesti menjalani kehidupan Sakral seperti memuji Tuhan baik dalam momentum seperti ini maupun hidup berdoa pada hari minggu setelah enam hari bekerja”, ungkap Pater Steph Tupeng Witin.
Karena itu, jelas Pater Steph, bagi karyawan Dapur MBG Longser yang bekerja disini tentu saja tidak sekedar bekerja. Namun harus bekerja dengan tekun, tulus dan penuh cinta dan sukacita karena yang dilayani adalah masa depan anak-anak Lembata yang kita cinta. Dari Bukit Longser ini kalian berkarya nyata melayani anak-anak Lembata penuh sukacita untuk meraih masa depan.




Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Dapur Longser, Vian Barcalona dalam acara itu mengungkapkan bahwa pihanya bersama sedikitnya 42 pegawai SPPG ditempatkan oleh Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN-RI) untuk melakukan pelayanan gizi bagi anak-anak Lembata melalui MBGÂ agar mendapat asupan gizi yang baik. Kita akan bangun 47 Dapur MBG di Lembata. Ada dua dapar yang sudah berjalan, yakni di Lamahora dan Dapur MBG Longser. Tahun 2025, saya ditugaskan untuk menjadi Kepala SPPG disini. Saya merasakan mendapat suatu keluarga besar yang baru dan saya berterima kasih orang-orangnya sangat baik. Padahal saya satu-satunya orang Kedang yang bergabung disini kebanyak dari Selatan Lembata tapi orang-orangnya baik sekali. Karena itu, aY mengajak seluruh karyawan bekerja dengan baik dan disiplin untuk memberikan pelayanan gizi lebih baik lagi bagi anak-anak Lembata.

Sedangkan Person In Change (PIC) atau Penanggungjawab Dapur MBG Longser, Yohanes Viany K. Burin dalam sambutannya mengatakan sebagaimana kotbah Pater Steph tadi bahwa dengan semangat Natal dan Tahun Baru kita semakin lebih tertib dan disiplin bekerja. Saya sudah mendengar semua kesan dan pesan dari karyawan. Intinya, dengan semangat Natal dan Tahun Baru bersama ini Dapur MBG Longser semakin meningkatkan disiplin kerja dan menghasilkan pelayanan yang lebih berkualitas dan nilai Gizi yang baik.
Kita harus berhati-hati dalam pelayanan. Karena kemarin ada goncangan-gocangan kecil dan itu politis. Biasa dalam dunia persaingan. Karena itu, saya minta kita lebih tertib waktu dan disiplin kerja. yang mungkin kemari banyak lalai. Nanti banyak kompetitor, dan akan beroperasi tiga Dapur MBG lagi di Kota Lewoleba. Kalau makin banyak kompetitor, kita wajib jaga kualitas kita dengan menegakan aturan.. “Tadi kalian menyatakan isi hati senang dan saya juga senang karena dengan program MBG inikita membantu banyak keluarga, masyarakat , Petani, Peternak dan Nelayan. Disini ada Supplier kita mantan Camat, Ben Making menyediakan kebutuhan sayuran. Memang ada dinamika menarik. Tapi itu bukti kesungguhan seorang mantan camat sampai jam 10.00 malam masih mengantar sayuran untuk mendukung Dapur MBG ini. Begitu juga pak Muchtar Pehang, Sekretaris Gerindra 20 tahun seperti saya, Tetapi kini sukses . sebagai Supplier Ikan Tuna dan Cakalang. Terima kasih ikannya segar semua dan nilai gizinya sangat tinggi. Mohon dijaga kualitas ikan. Meski pihak tertentu menyiapkan jenis ikan lain. Jika itu ditemukan dan dicatat itu. Kita tidak boleh seperti itu.tapi tetap jaga kualitas”, ungkap Vian Burin.
Apa Kata Karyawan Dapur MBG Longser
Nela Wuwur, Koordinator Divisi Masak mengungkapkan isi hati penuh sukacita. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah membuka lapangan kerja bagi kami kaum ibu, bapak dan anak-anak. Dengan demikian kami bisa bekerja dan perekonomian kami terbantu, bahkan hutang-hutang kecil bisa dibayar karena dengan adanya program ini. Karena itu, saya minta kita semua sebagai corong menyampaikan kepada siapa saja tentang manfaat dari MBG. ”
Bukan main-main program ini. Kami masak juga dengan hati dan tidak gegabah. Karena kami masak salah, bisa masuk penjara. Hasil kerja sudah dinikmati anak-anak selama dua bulan. Terima kasih untuk pak Vian Burin, Ketua Yayasan, (Penanggungjawab Dapur MBG Longser)Â dan pak Vian Barca, Kepala SPPG yang telah membuka dapur ini untuk kami. Luar biasa, itu kesan kami dan teman-teman”,ungkap Nela polos.
Mery, Anggota Devisi Masak mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan bapak Vian Burin karena sudah buka lapangan kerja untuk kami. Sebagai tetangga kami bersyukur pak Vian bisa lihat dan memanggil kami untuk bekerja di dapur ini. Sekarang kami punya suami kurang diperhatikan karena kami bekerja sampai malam, pulang mereka sudah nyenyak”, ungkap Mery disambut tawa hadirin.
Nesti Daton, Anggota Devisi Promosian mengungkapkan, kesan selama bekerja di Dapur ini, yang pertama, adanya peningkatan perekonomian keluarga. Kedua, kami generasi baru bisa bertemu dan bekerja dengan teman baru dengan pengalaman kerja yang baru. Hanya kami ini bekerja di jam-jam rawan pada jam 03.00. Karena itu ketika say pergi bekerja Jakat itu saya balik ke depan agar tulisan pada Seragam terbaca jelas dipunggung. Takut persepsi orang beda-beda. Saya berharap program MBG ini tetap berlanjut dan kulitas pelayanannya semakin bagus”, ujar Nesti.
Irma Goran, Ketua Devisi Persiapan, mengungkapkan kesananya setelah bekerja di dapur ini semua kebutuhan rumah tangga terpenuhi . Sebagai ibu rumah tangga sudah tahu, kadang ada pinjaman di kopersi bisa dilunaskan. Karena bekerja di dapur ini sangat membantu.
Benediktus Burak Making, Supplier Sayuran mengatakan program MBG ini sangat bagus dan melibatkan banyak pihak untuk bekerja termasuk para petani menyiapkan produksi pertanian. Kesannya, baru dua Dapur MBG, kita kesulitan menyediakan sayuran. Kita cari sayur di Pasar Pada dan Lmajora tidak cukup. Mengapa? Karena para petani kita belum menyediakan tanaman sayuran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan MBG di Lembata. Apalagi banyak dapur akan dibangun lagi di seluruh Wilayah Lembata.
Asisten Lapangan (Aslap), Vinsen Kerong menjelaskan tugasnya membangun kemitraan dengan sekolah, guru dan anak-anak. Untuk sementara Dapur MBG Longser melayani 14 sekolah di Kelurahan Lewoleba Barat. Yakni ada 4 TK, 1 SMKN dan 1 Semandu. dan ada 6 SD dengan total penerima manfaat sebanyak 2117 orang. Kita berharap ke depan lebih giat lagi bekerja dan merangkul anak-anak sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, kita juga melayani gizi bagi anak-anak sesuai arahan Ahli Gizi. *** (WN-01)








