Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, pada Selasa (13/1/2026), meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG 03 Lembata yang berlokasi di Waikilok, Kelurahan Lewoleba Utara, Kota Lewoleba. Dengan demikian, saat ini sudah ada tiga Dapur MBG yang beroperasi yakni, Dapur MBG 01 Lamahora Penanggungjawab Hany Chandra), Dapur MBG 02 Longser Lewoleba Barat (Penanggungjawab Yohanes Viany K. Buron dan Dapur MBG 03 Nubatukan (Penanggungjawab Benediktus Lelaona). Lembata membutuhkan 27 Dapur MBG untuk melayani semua penerima manfaat anak sekolah di seluruh Lembata.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tani Merdeka Indonesia Lembata yang berada di bawah naungan Yayasan Ina Ata Budi Diken, serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan masyarakat, termasuk unsur Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat merangkap Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi, dan Anggota Komisi ll DPRD Lembata, Vigis Koban

Dalam sambutannya, perwakilan Yayasan Ina Ata Budi Diken, Ignatius Pati Ola, menekankan komitmen yayasan dalam menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
“Kami akan terus memperhatikan mutu makanan bergizi yang diberikan. Sebagai pengurus yayasan, kami bersyukur atas kepercayaan kemitraan ini. Mari bersama-sama mengawasi proses penyaluran MBG agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Pati Ola.
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Dapur MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan fokus pada pengentasan gizi buruk dan stunting.
“Program ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Wabup Nasir.
Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga kualitas makanan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengelolaan limbah.
“Yang kita layani adalah masyarakat dan anak-anak kita sendiri. Kita ingin mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas sebagai fondasi generasi emas Lembata,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, Wabup Nasir juga menyoroti dampak ekonomi positif dari Dapur MBG, dengan menekankan perlunya pemberdayaan tenaga kerja lokal dan keterlibatan UMKM serta petani setempat.
“Dapur ini harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal, menggerakkan roda perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lembata,” ujarnya.
Saat ini, Dapur MBG SPPG 03 Lembata sudah melayani sekitar 1.052 penerima manfaat yang terdiri dari siswa-siswi di lima lembaga pendidikan, yaitu: TK Don Bosco (78 siswa), TK RA (74 siswa), SDK Don Bosco (335 siswa), SMPK Don Bosco (481 siswa), dan Posyandu Waikilok (84 anak).
Dengan diresmikannya Dapur MBG SPPG 03, pemerintah daerah berharap agar program ini menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat menciptakan generasi Lembata yang lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
***(Prokompimkablembata)








