Wabup Nasir Tinjau Kerusakan Talut Penahan SDS Katolik Lamanunang, Tindak Cepat Tangani Dampak Cuaca Ekstrem
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM– Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, segera merespons kerusakan yang terjadi pada talut penahan Gedung Sekolah Dasar Swasta (SDS) Katolik Lamanunang, yang terletak di Dusun Lamanunang, Desa Dulir, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata.

Pemeriksaan langsung dilakukan pada Senin, 12 Januari 2026, setelah kerusakan talut dilaporkan terjadi pada 11 Januari akibat hujan deras dan kondisi cuaca ekstrem.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati, Muhamad Nasir didampingi oleh Staf Ahli Bupati, serta perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, termasuk BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Satpol PP.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah bertujuan untuk mengevaluasi situasi di lapangan dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang efektif guna memastikan kelangsungan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Wakil Bupati Nasir menegaskan bahwa perbaikan talut harus dilakukan dengan segera, mengingat SDS Katolik Lamanunang merupakan sarana pendidikan vital bagi 17 siswa di Dusun Lamanunang.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Kita harus memastikan bahwa kondisi bangunan tetap mendukung proses pendidikan yang berkualitas, terutama bagi anak-anak yang ada di desa ini,” ujarnya.
Kepala Sekolah SDS Katolik Lamanunang, Maria Florince Gone, menyampaikan bahwa gedung sekolah yang dibangun sejak tahun 1970-an ini sudah menjadi bagian penting dari komunitas lokal.
“Meskipun sekolah kami tergolong kecil, namun perannya sangat besar dalam mencetak generasi penerus bangsa. Kami berharap kerusakan ini dapat segera ditangani agar siswa bisa kembali belajar dengan tenang,” ungkapnya.
Pihak Dinas PUPR Kabupaten Lembata, melalui Kabid Cipta Karya, Petrus Pati Kolin, menginformasikan bahwa perbaikan talut akan dibiayai melalui dana darurat BPBD.
“Kami sedang melakukan penghitungan volume pekerjaan dan merancang langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk pemasangan dan pengamanan talut agar proses perbaikan bisa segera dilakukan tanpa mengganggu kegiatan sekolah,” jelasnya.
Kerusakan talut ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, mengingat pentingnya infrastruktur pendidikan yang aman bagi generasi muda.
Ke depan, perbaikan akan menjadi prioritas agar talut dapat kembali berfungsi dengan baik dan sekolah tetap menjadi tempat yang layak untuk belajar.***(Prokompimkablembata)








