• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukrim

Isu Anak Dijadikan Senjata, Yanti Siubelan: Itu Manipulasi Moral di Balik Proses Banding Perkara Lucky

by WartaNusantara
Januari 14, 2026
in Hukrim
0
Isu Anak Dijadikan Senjata, Yanti Siubelan: Itu Manipulasi Moral di Balik Proses Banding Perkara Lucky
0
SHARES
82
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Isu Anak Dijadikan Senjata, Yanti Siubelan: Itu Manipulasi Moral di Balik Proses Banding Perkara Lucky

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM– Serangan narasi dari akun-akun anonim yang menyebut dua anak terakhir yang dilahirkan Sepriana Paulina Merpey bukan anak Pelda Chrestian Namo bukanlah sekadar gosip liar. Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Sepriana Paulina Merpey, Yacoba Y. S Siubelan, SH yang biasa disapa Yanti Siubelan kepada media ini, Rabu (14/1/2026) di Kupang.

Menurut Yanti, narasi ini memiliki pola, tujuan, dan momentum yang jelas, tujuannya untuk meruntuhkan moral seorang ibu sekaligus mengalihkan perhatian publik dari proses banding perkara Lucky, kepentingan 22 terdakwa sedang bergerak aktif

“Dalam konflik hukum perkara Lucky ini sangat kompleks, saat ini dijadikan alat paling kejam. Anak tidak dapat membela diri, tapi keberadaannya efektif untuk mengguncang psikis ibu Epy dan melemahkan posisi moral pihak yang sedang berjuang di jalur hukum”, jelas Yanti.

RelatedPosts

Bantuan Pakaian Bagi Korban Erupsi Lewotobi Disalurkan di Flores Timur

Polres Lembata Ringkus MRL Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur 

Wakil Ketua Komisi Xlll DPR RI, Andreas Hugo Pareira Apresiasi Imigras NTT Gagalkan Keberangkatan Tiga WNA ke Australia

Wakil Ketua Komisi Xlll DPR RI, Andreas Hugo Pareira Apresiasi Imigras NTT Gagalkan Keberangkatan Tiga WNA ke Australia

Load More

Serangan terhadap status anak bukan kebetulan, ia adalah strategi klasik. Narasi anonim ini tidak dibangun dengan mekanisme hukum yang sah.

“Status anak tidak ditentukan oleh opini media sosial. Anak itu dilahirkan oleh ayah dan ibu melalui perkawinan yang sah, bukan anak diluar perkawinan. Akta kelahiran anak diterbitkan oleh pejabat pemerintah berdasar surat keterangan lahir dari bidan/dokter, secara formil sah. Didalamnya menyebut bapak dan ibu anak yang dilahirkan secara jelas”, jelas Yanti.

Tuduhan akun anonim tersebut tidak memiliki nilai hukum, tapi sengaja dimainkan untuk menciptakan tekanan psikis.

“Serangan ini bukan diarahkan pada kebenaran, melainkan pada ketahanan mental ibu Ely. Ketika seorang ibu dipaksa membela kehormatan anak-anaknya di ruang publik, fokusnya terpecah. Energi terkuras. Konsentrasi terhadap proses banding melemah. Di titik inilah motifnya menjadi terang, bukan membuktikan siapa ayah biologis anak, melainkan membuat Sepriana runtuh secara moral agar lalai memperhatikan jalannya banding Lucky. Ibu Epy tidak terpancing dengan isu-isu sampah demikian”, ungkapnya.

Yanti menjalaskan isu anak yang dimainkan hanyalah alat, bukan tujuan. Tidak dapat diabaikan bahwa proses banding Lucky menyentuh kepentingan lebih luas, melibatkan 22 terdakwa dengan melibatkan orang dibelakang mereka yang tak diketahui.

“Setiap pelemahan terhadap pihak yang konsisten mengawal perkara tentu menguntungkan mereka yang berharap proses banding berjalan tanpa pengawasan publik yang ketat. Kita tidak terkecoh dengan isu itu, kita fokus dengan perkara Lucky, tim kita fokus untuk banding”, jelasnya.

Serangan terhadap Sepriana harus dibaca sebagai bagian dari operasi pengalihan isu, bukan fenomena spontan. Isu anak bukan arena permainan politik, anak bukan alat tawar-menawar hukum, dan bukan senjata untuk menekan seorang ibu Epy.

Ketika akun anonim berbicara tanpa dasar hukum, yang sebenarnya mereka takuti adalah kebenaran yang sedang diuji di pengadilan. Fokus kita di satu titik, keadilan dalam proses banding kasus Lucky, dan kepentingan 22 terdakwa tidak boleh disembunyikan di balik serangan personal.

”Anak-anak harus dilindungi. Ibu Epy harus dikuatkan. Dan hukum harus tetap menjadi panglima”, pungkas Yanti, advokat perempuan asal kota Kupang ini. *** (*/WN-01)

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Bantuan Pakaian Bagi Korban Erupsi Lewotobi Disalurkan di Flores Timur
Hukrim

Polres Lembata Ringkus MRL Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur 

Polres Lembata Ringkus MRL Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lembata berhasil meringkus...

Read more
Wakil Ketua Komisi Xlll DPR RI, Andreas Hugo Pareira Apresiasi Imigras NTT Gagalkan Keberangkatan Tiga WNA ke Australia

Wakil Ketua Komisi Xlll DPR RI, Andreas Hugo Pareira Apresiasi Imigras NTT Gagalkan Keberangkatan Tiga WNA ke Australia

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Satu Demi Satu “Dosa” Serfolus Tegu Terkuak Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (12)

Yusril Nilai Pilkada Lewat DPRD Lebih Mudah Diawasi, Biaya Politik Tinggi Jadi Sorotan Utama

Yusril Nilai Pilkada Lewat DPRD Lebih Mudah Diawasi, Biaya Politik Tinggi Jadi Sorotan Utama

Kabag OPS Polres Nagekeo Kena Sanksi Demosi 1 Tahun, Terbukti Intimdasi Mahasiswa

Kabag OPS Polres Nagekeo Kena Sanksi Demosi 1 Tahun, Terbukti Intimdasi Mahasiswa

PMKRI Desak Propam Tindak Tegas Kabag Ops Nagekeo

PMKRI Desak Propam Tindak Tegas Kabag Ops Nagekeo

Load More
Next Post
Bantuan Pakaian Bagi Korban Erupsi Lewotobi Disalurkan di Flores Timur

Polres Lembata Ringkus MRL Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In