Jamaludin Malik : Menyoroti Pergaulan Bebas, Pendidikan Karakter Generasi Muda Harus dilakukan Sejak Dini

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik, S. Ag menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, ketahanan keluarga, kesadaran lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di Kabupaten Lembata. Langkah ini sangat penting dilakukan setelah mencermati adanya kecenderungan pergaulan bebas dan tingginya perceraian di Kabupaten Lembata.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Kick Off Kemenag Berdampak yang digelar di Aula Terbuka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata di selenggarakan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari Kepala KUA se-Kabupaten Lembata, Kepala Madrasah se-Lembata, Kepala SMA Katolik St Yakobus Rasul Lewoleba, para Penyuluh Agama, Pengawas Pendidikan Agama, serta Pengawas Madrasah.
Kegiatan yang berlangsug pada Kamis, 15 Januari 2026 di Aula Kementerian Agama, H. Aziz Djou, Kasi Bimais ini menjelaskan saat copy break bahwa Kick Off Kemenag Berdampak merupakan refleksi program Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata tahun 2025.
Dalam pemaparannya, Jamal mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sosial generasi muda di Lembata. Berdasarkan data statistik Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, sekitar 85% anak usia sekolah terindikasi terpapar pergaulan bebas. Meski tidak menyebutkan angka pasti terkait ODHA (orang yang terindikasi HIV) di Lembata, Jamal mengutip pernyataan Ketua NU Lembata yang menilai bahwa pergaulan anak-anak dan remaja di daerah tersebut telah memasuki fase darurat pergaulan.
Selain persoalan pergaulan bebas, Jamal juga menyoroti tingginya angka perceraian di Kabupaten Lembata. Menurutnya, faktor ekonomi menjadi penyebab utama perceraian, meskipun ia mengakui bahwa perkawinan dini turut memberikan kontribusi signifikan terhadap meningkatnya angka tersebut.
“Fenomena ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama lembaga keagamaan dan Pendidikan dan Pemerintah Daerah kabupaten Lembata untuk memperkuat ketahanan keluarga dan memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat,” ujar Jamal di hadapan peserta kegiatan Kick Off Kemenag Berdampak.
Lebih lanjut Jamaludin Malik, S. Ag juga menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan dengan menegaskan bahwa hutan merupakan simbol kesadaran kolektif untuk menjaga bumi (save the earth), yang harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dini dan penyuluhan keagamaan, sekolah dan madrasah dapat menjadikan sebagai bagian dari kurikulum cinta. “sangat disayangkan kegiatan ini tidak semua kepala madrasah ikut ambil bagian” sebelum mengakhir pemaparannya.
Selain itu, Jamal menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai agama harus sejalan dengan pemberdayaan ekonomi umat, agar masyarakat tidak hanya kuat secara moral dan spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Kegiatan Kick Off Kemenag Berdampak ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lembata dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Lebata saat ini. ***(RAM/WN-01)








