Hukrim  

Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia Minta Polres Ngada Jangan SP3 Kasus Kematian Tragis Siswa SD Rutojawa Perlu  Autopsi

Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia Minta Polres Ngada Jangan SP3 Kasus Kematian Tragis Siswa SD Rutojawa Perlu  Autopsi

JAKARTA : WARTA-NUSANTARA.COM– Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan.dan Perdamaian Indonesia (Padma Indonesia), Gabriel Goa meminta Polres Ngada untuk tidak secepatnya mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) Kasus Kematian Tragis Siswa SD Rutojawa Perlu Autopsi Forensik Dokter Ahli Forensik .

Menurut Gabriel Goa Kematian tragis Siswa SD Rutojawa,Desa Naruwolo,Kecamatan Jerebuu,Ngada,NTT diduga bunuh diri wajib dilakukan autopsi foresnsik oleh Dokter Ahli Forensik.

Gabriel Goa dalam Siaran Pers yang diterima Warta-Nusantara.Com, Kamis, 12 Pebruari 2026, menyatakan merasa terpanggil nurani untuk penghormatan terhadap harkat dan martabat Korban maka kami dari PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan.dan Perdamaian Indonesia) meminta :

Pertama,  menyampaikan.DUKA YANG MENDALAM atas Kematian.tragis anak Indonesia asal Ngada.

Kedua,  mendukung total Kapolri dan Kapolda NTT untuk membantu melakukan autopsi.forensik kepada Korban yang marak dalam pemberitaan diduga bunuh diri dan penyelidikannya sudah dihentikan oleh Polres Ngada.

Ketiga, mendesak Pemkab dan DPRD Ngada melakukan Audit.investigatif terhadap semua bantuan pemenuhan Hak-Hak HAM anak-anak Ngad agar tidak dikorupsi tapi tepat sasaran kepada anak-anak Ngada seperti Dana BOS dan bantuan-bantuan Pusat lainnya ***(WN-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *