Padma Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Korban YBR

JAKARTA : WARTA-NUSANTARA.COM– Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadiilan dan Perdamaian Indonesia (Padma Indonesia), Gabriel Goa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten Ngada, provinsi NTT untuk mendukung total proses hukum autopsi forensik korban YBR.


Gabriel Goa mengungkapkan, kematian tragis YBR memantik simpati Presiden RI Prabowo Subianto,Gubernur NTT Melky Lakalena dan publik dampak dari publikasi media dan medsos. Ngada menjadi sorotan publik.


Namun di tengah maraknya publikasi kritik pedas mulai dari Presiden,Gubernur NTT dan publik terhadap Ngada kita abaikan dan lupa kawal ketat proses hukum.yang.dilakukan Polres Ngada. Polres Ngada menghentikan proses penyelidikan.
Polres Ngada lupa bahwa publik juga sedang mengawasi mereka apakah serius melakukan penyelidikan investigatif dan forensik melibatkan Ahli Forensik? Pemkab dan DPRD Ngada juga diam dan pasrah.tanpa aksi nyata untuk mengusut tuntas PENYEBAB KEMATIAN TRAGIS YBR

.
Pertanyaannya mereka sungguh-sungguh Wakil rakyat dan Pemimpin Rakyat atau Wakil Partai Politik dan Pemimpin Partai Politk bukan Rakyat Ngada voice of the voiceless. Kini saatnya ^JAGA WAKA NGADA” ,bersama-sama Keluarga Korban YBR membantu dengan hati.yang tulus ikhlas”JAGA WAKA ANA YBR” melakukan autopsi forensik melalui Fakultas Kedokteran UI khususnya Forensik UI melalui Ahli Forensiknya autopsi forensik Korban YBR melalui peran.aktif Kadis Kesehatan Kabupaten Ngada dan Direktur RSUD Bajawa biar ada dasar hukum yang jelas bagi Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian tragis misterius YBR. Jangan lupa uji surat almarhum YBR melalui Lab Forensik Mabes Polri.
Terpanggil nurani “JAGA WAKA NGADA” dan “JAGA WAKA KORBAN YBR” maka kami dengan rendahhati dari PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadiilan dan Perdamaian Indonesia) menyatakan :
Pertama, menyampaikan.Duka yang mendalam kepada Korban YBR dan mohon bantuan YBR membantu menguak Penyebab Kematian.
Kedua, mendesak Bupati,Wakil Bupati dan DPRD Ngada untuk bersama Korban YBR dan Keluarga Korban YBR untuk meminta Kapolri melalui Kapolda NTT melakukan Autopsi Foresnsik terhadap Korban oleh Ahli Forensik dari Fakultas Kedokteran UI serta uji laboratorium forensik Mabes Polri Surat yang.diduga.ditulis oleh alm YBR.
Ketiga, mengajak solidaritas semua stakeholder Bapa Uskup Agung Ende, Tokoh-tokoh Masyarakat Ngada dan Nasional beserta Pers untuk mendukung total pengusutan komprehensif dan profesional melibatkan Ahli Forensik untuk mengungkap Penyebab Kematian Tragis YBR dan Ahli Lab Forensik Mabes Polri terkait surat dan tulisan yang.diduga dilakukan alm YBR.
Keempat, memohon restu Leluhur Ngada dan TUHAN YESUS DOKTER.YANG MAHA.AGUNG menolong kita semua agar terkuak jelas Penyebab Kematian Tragis YBR. Dewa Beka! *** (WN-01)








