
Paus Leo XIV mengatakan pihak-pihak terlibat di spiral kekerasan di Timur Tengah agar memikul tanggung jawab moral untuk menghentikannya. (REUTERS/Claudia Greco)JAKARTA : WARTA-NUSANTARA.COM– Pemimpin lebih dari 1,4 miliar umat Khatolik di dunia, Paus Leo XIV, menyerukan “spiral kekerasan” di Timur Tengah diakhiri. Ucapan Paus ini menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang sudah memicu serangan balasan.

“Menghadapi kemungkinan tragedi yang sangat besar, saya mengimbau pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral untuk menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki,” kata Paus kepada kerumunan di Lapangan Santo Petrus, diberitakan AFP.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan balas dendam atas kematian Khamenei adalah hak dan kewajiban Iran. Dia berjanji bakal menyerang dengan seluruh kekuatan Iran.Presiden AS Donald Trump menanggapinya dengan mengatakan sebaiknya Iran tak melakukannya atau bakal diserang dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya.


“Semoga diplomasi kembali memainkan perannya dan semoga kebaikan rakyat dipromosikan,” tambah Paus.
Paus juga menyerukan “kembalinya dialog yang mendesak” antara Afghanistan dan Pakistan, yang telah berkonflik dalam beberapa hari terakhir. ***
Paus Leo XIV Desak AS dan Israel Hentikan Serangan ke Iran, Minta Semua Pihak Berdiplomasi
Paus Leo XIV menyebut, kawasan Timur Tengah dan Iran tengah berada dalam situasi yang berpotensi memicu tragedi besar.
Dalam reaksi resmi pertama Takhta Suci terhadap eskalasi tersebut, Paus asal Amerika Serikat itu menyerukan dimulainya kembali jalur diplomasi dan dialog yang “masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab” yang berlandaskan keadilan.
Berbicara dari jendela studionya yang menghadap Lapangan Santo Petrus saat doa Angelus Minggu siang, Paus menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian tidak dapat dicapai melalui ancaman maupun penggunaan senjata.
“Senjata hanya menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian,” ujarnya, dikutip dari laman Independent.co.uk, Senin (2/3/2026).
“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik, tetapi melalui dialog yang rasional, tulus, dan bertanggung jawab.”
Ia memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah dan Iran tengah berada dalam situasi yang berpotensi memicu tragedi besar.
“Saya menyerukan dengan sepenuh hati kepada semua pihak untuk memikul tanggung jawab moral menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak terjembatani,” kata Paus. Ia juga mengajak umat untuk terus mendoakan perdamaian.
Selain konflik Iran, Paus Leo XIV juga menyoroti bentrokan yang terjadi antara Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir, dan mendesak kedua negara kembali ke meja perundingan. “Hanya perdamaian, karunia Tuhan, yang dapat menyembuhkan luka antarbangsa,” tutupnya.
Seruan Paus sejalan dengan desakan sejumlah pemimpin dunia yang meminta agar semua pihak kembali ke jalur perundingan. Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan.
Ledakan besar mengguncang Teheran pada Minggu (1/3) pagi ketika militer Israel menyatakan tengah menargetkan “jantung” ibu kota Iran. Sehari sebelumnya, Israel mengklaim telah membuka jalur menuju Teheran. Di sisi lain, Iran melanjutkan serangan balasan. Qatar, Kuwait, dan Bahrain menyatakan berhasil mencegat rentetan rudal yang ditembakkan Teheran.
Oman, yang sebelumnya menjadi mediator dalam pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington, melaporkan sebuah kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz. Pelabuhan Duqm, yang digunakan Angkatan Laut AS sebagai pusat logistik dan mampu menampung kapal induk, juga menjadi sasaran serangan drone.
Situasi semakin kompleks setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tidak menunjuk penerus resmi. Kekosongan kepemimpinan itu memicu ketidakpastian politik di dalam negeri Iran dan memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas. ***
Presiden AS Donald Trump menyerukan rakyat Iran untuk “mengambil alih nasib mereka” dengan bangkit melawan sistem teokrasi yang berkuasa sejak 1979.
Di tingkat internasional, para diplomat dari 27 negara anggota Uni Eropa menggelar pertemuan darurat untuk membahas perkembangan terbaru dan langkah lanjutan blok tersebut. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengecam serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya dan memperingatkan risiko perang yang lebih luas.
Di Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal António Guterres mendesak penghentian serangan dan kembalinya negosiasi. Ia mengingatkan bahwa kegagalan meredakan ketegangan dapat berujung pada konflik regional yang berdampak serius terhadap warga sipil dan stabilitas kawasan.
Sejumlah negara di Timur Tengah memilih berhati-hati dalam menyikapi serangan gabungan AS-Israel, namun mengecam serangan balasan Iran. Liga Arab menyebut aksi Teheran sebagai pelanggaran kedaulatan negara-negara yang mengupayakan stabilitas kawasan.
Arab Saudi, menurut seorang diplomatnya, secara tertutup telah meminta Iran untuk tidak menyerang wilayah kerajaan. Sementara itu, Rusia dan China secara terbuka mengecam pembunuhan Khamenei. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutnya sebagai pelanggaran sinis terhadap norma moral dan hukum internasional. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara.
Dengan eskalasi yang terus berlangsung, tekanan internasional kian menguat agar seluruh pihak menghentikan operasi militer dan kembali ke jalur diplomasi demi mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Paus Leo XIV Merasa Perihatin Atas Pristiwa di Timur Tengah

Paus Robert Francis Prevost Merasa Keprihatinan Atas Tragedi Di Timur Tengah.
Paus Robert Francis Prevost atau Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap peristiwa perang yang terjadi di Timur Tengah dan Iran dalam beberapa hari ini. Paus serukan perdamaian setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke negara Iran sejak Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan Paus Leo XIV atas situasi itu disampaikan pada Doa Angeluspada hari Minggu (1/3/2026). Secara tegas Paus Leo menunjukan keprihatinan mendalam atas situasi pecahnya perang Amerika Serikat-Australia kepada Iran.
“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun dengan ancaman timbal balik, atau dengan senjata, yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian, tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal, otentik, dan bertanggung jawab,” katanya, seperti dilansir Vatican News.
Paus Leo mengharapkan negara-negara untuk menunjukan tanggung jawab moralnya untuk mengusakan perdamaian dengan menempuh jalan dialog dan diplomasi.
“Semoga diplomasi kembali memainkan perannya dan semoga kebaikan rakyat dipromosikan, rakyat yang mendambakan hidup berdampingan secara damai yang didasarkan pada keadilan,” katanya.
Paus Leo mengajak untuk mendoakan perdamaian dunia. “Dan marilah kita terus berdoa untuk perdamaian.”
Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu itu telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. ***(Dari Berbagai Sumber/WN-01)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455303/original/090641400_1766644470-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5516383/original/048395100_1772287074-AP26059256811672.jpg)





