Prosesi Laut Semana Santa 134 Armada Mengagumkan Ribuan Umat
LARANTUKA : WARTA-NUSANTARA.COM– Sebanyak 134 armada laut dikerahkan dalam prosesi laut pada rangkaian perayaan Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ribuan umat terlibat dalam kegiatan devosi iman yang menjadi tradisi tahunan tersebut. Prosesi Laut itu, sungguh mengagumkan ribuan umat peziarah.




Asisten I Pemerintah Daerah Flores Timur, Jac Arakian, menyampaikan bahwa total peserta yang terdata mencapai kurang lebih 3.000 orang. “Sebanyak 134 armada laut dikerahkan dengan muatan sekitar 3.000 orang,” ujarnya, Jumad (03/04/2026).


Ia menjelaskan, armada tersebut tersebar di sejumlah titik posko embarkasi prosesi laut. Di Pelabuhan Laut Larantuka tercatat sebanyak 80 armada dengan kapasitas muat sekitar 1.600 orang.
Sementara itu, di TPI Amagarapti terdapat 20 armada dengan jumlah penumpang sekitar 420 orang, dan di Pantai Pallo sebanyak 34 armada dengan kapasitas sekitar 680 orang.
Menurut Jac, data tersebut merupakan hasil laporan dari petugas lapangan yang melakukan pendataan selama kegiatan berlangsung.



Namun demikian, ia mengakui masih terdapat armada lain yang ikut dalam prosesi laut secara mandiri dan tidak tercatat dalam data resmi.
“Ada juga kapal yang secara mandiri ikut prosesi laut di luar pendataan kami,” katanya.
Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian kegiatan devosi iman Semana Santa di Larantuka dapat berjalan dengan aman dan lancar, meskipun terdapat peserta yang mengikuti perarakan di luar pendataan Dinas Perhubungan Flores Timur.
Tradisi Semana Santa di Larantuka dikenal sebagai salah satu perayaan keagamaan terbesar di Indonesia, yang setiap tahunnya menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah.***



Terik Tak Halangi Umat, Doa Rosario Iringi Prosesi Laut Semana Santa
Prosesi Laut Tuan Meninu dari Kota Rowido ke Pantai Kuce, Jumat (3/4/2026). (Foto: Yurgo Purab/detikBali)
Flores Timur – Terik matahari tak menyurutkan langkah ribuan umat Katolik yang memadati pesisir Larantuka, Flores Timur, Jumat (3/4/2026). Doa Rosario bergema dari laut hingga darat, mengiringi prosesi sakral penghantaran Tuan Meninu.
Ratusan kapal bergerak perlahan dari Pantai Kota Rowido menuju Pantai Kuce. Di atasnya, para peziarah khusyuk melantunkan doa, sementara di darat, lautan manusia mengikuti dengan penuh harap.
Pantauan detikBali, suasana hening terasa di tengah deru ombak. Suara doa dari pengeras suara berpadu dengan lantunan peziarah, menciptakan nuansa religius yang kuat di siang yang terik.
Prosesi Tuan Meninu merupakan bagian penting dari rangkaian Semana Santa, yang memperingati wafat hingga kebangkitan Yesus. Dalam prosesi ini, patung Yesus di kayu salib atau Bayi Yesus diarak melintasi laut.
Patung tersebut diberangkatkan dari Kapela Tuan Meninu di pesisir Kota Rowido, Kelurahan Sarotari menuju Pantai Kuce, Larantuka.
Prosesi Laut Tuan Meninu dari Kota Rowido ke Pantai Kuce, Jumat (3/4/2026). Foto: Yurgo Purab/detikBali
Para peziarah mengantar Tuan Meninu menggunakan perahu tanpa mesin yang dalam bahasa lokal disebut ‘berok’.
Berok berukuran sekitar 8 meter dengan lebar 80 sentimeter. Perahu ini dikemudikan oleh lima orang, terdiri dari tiga pendayung dan dua pengarah.
Kelima orang tersebut biasanya memiliki niat khusus atau permesa dalam prosesi ini.
Salah satu peziarah asal Bajawa, Erik mengatakan, dia sudah dua kali mengikuti Semana Santa. Ia merasakan khidmatnya perayaan tersebut. “Khidmat dan luar biasa,”kata Erik.
Sementara, Erlin, peziarah lainnya, menyebut Semana Santa sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
” Semoga kita lebih dekat dengan Tuhan,” ujarnya.
Di tengah prosesi, pemandangan berbeda terlihat di Kelurahan Postoh. Seusai salat Jumat, umat Islam menyediakan minuman dingin bagi peziarah Katolik yang mengikuti jalannya prosesi.
Sebagian peziarah memang mengikuti dari darat karena keterbatasan kapal. Saat melintasi wilayah tersebut, ibu-ibu berhijab dan remaja masjid membagikan air dan jus di bawah terik matahari.
“Ini inisiasi dari Karang taruna dan remaja masjid,” Kata Kata Pemuda Kelurahan Postoh, Abdul Rifaid kepada detikBali, Jumat.
Abdul mengatakan, toleransi antaragama harus terus dipupuk agar hubungan kekerabatan di Flores Timur semakin baik. “Hubungan kekerabatan antaragama harus semakin dipupuk agar menjadi lebih baik,” tandanya. ****/(WN-01)











