MALANG, JAWA TIMUR : WARTA-NUSANTARA.COM- Aliansi Mahasiswa Timur Melawan Malang, Jawa Timur melakukan aksi demonstrasi menolak pembangunan Jurassic Park justru akan menciptakan neraka bagi komunitas komodo yang dapat berujung pada musnahnya hewan unik ini selamanya. Selain itu, berdampak pada kelangsungan habitat dan hidup komodo bahkan masyarakat yang menempati tanah tersebut tidak nyaman, Kamis. 5/11/2020 Persoalan pembangunan “Jurassic Park” saja ada beberapa persoalan rakyat lainnya yang terjadi di NTT. Seperti yang baru-baru ini terjadi perampasan tanah adat masyarakat besipae di TTS oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk kepentingan Investasi, yang dimana berakhir dengan tindakan represif aparat keamanan terhadap masyarakat adat Besipae tanpa ada penyelesaian yang jelas. Kasus pelecehan seksual oleh aparat desa yang terjadi di Titehena Flores Timur sampe sekarang belum ada kejelasan penyelesaiannya, kasus penganiyaan terhadap warga yang di lakukan oleh anggota DPRD Sumba Barat Daya. yang dimana pelakunya dari Fraksi Partai NasDem dan PDI Perjuangan yang jelas ini semua menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak punya tindak tegas dalam menyelesaikan persoalan kemanusian masyarakat NTT hari ini. Pemerintah Provinsi NTT melalui pihak TNI/POLRI untuk menutup ruang demokrasi masyarakat NTT seperti tindakan pembubaran diskusi yang terjadi di Kota Kupang baru-baru ini dengan cara intimidasi dan upaya-upaya lain sebagainya. Kami tidak melihat persoalan yang terjadi di NTT saja namun ada juga persoalan rakyat di daerah lain seperti yang terjadi di Maluku. Dimana daerah Kepaluan Aru sebagai lumbung ikan nasional tanpa melibatkan nelayan setempat serta kasus pelanggaran HAM berat yang di lakukan oleh TNI/POLRI di Papua. Pemerintah pusat sampai ke daerah sama-sama tidak menyelesaikan persoalan rakyat hari ini. Hari ini rakyat sudah lagi tidak percaya kepada pemerintah dalam menyelesaikan peroblem yang sedang terjadi. Olehnya itu, kami dari ALIANSI MAHASISWA TIMUR MELAWAN (MALANG) menyatakan sikap; Hentikan dan tolak pembangunan jurarsic park di pulau Rinca (manggarai barat) NTTCabut UU Omnibus CawMengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat NTT di BesipaeUsut dan Adili pelaku penganiayaan warga SBD Kecamatan LauraMengecam keras kepada Pemprov NTT Viktor Laiskodat perampasan tanah adat di NTTKami menuntut Presiden Joko Widodo dan Mentri Lingkungan Hidup untuk mencabut izin pengusahaan pariwisata alam di NTTKembalikan tanah kepada suku asli Pulau Komodo atau ModoUsut tuntas dan Adili pelaku pemerkosaan Kecamatan Titiena Flores Timur, dan sahkan RUU PKSTolak lumbung ikan nasional di Kepulauan Aru MalukuTarik militer organik dan non organik di tanah west PapuaHentikan perampasan ruang hidup di Manggarai BaratCabut izin perusahaan-perusahaan swasta alam dalam kawasan Taman Nasional Komodo. PT Sagara Komodo Lestari di Pulau Rinca, PT Komodo Wildlife Ecotourism di Pulau Padar dan Pulau Komodo dan PT Sinergyndo Niagatama di Pulau Tatawa. 13.Mendesak Polda NTT segera tetapkan tersangka kasus pariwisata Awololong Kabupaten Lembata. Koordinator Lapangan; Arafik Burhan. -**(WN-RH).** Post Views: 9 Navigasi pos Fraksi Golkar NTT Minta Penjelasan Gubernur Viktor Soal Dana Rp 1,5 Triliun Pemkab Lembata Optimis Patok PAD 2021 Rp100 Miliar