๐ซ๐ผ๐ถ ๐ด๐ถ๐ต๐ป๐ฌ๐ฐ๐น๐ถ (๐ต๐๐๐๐๐ ๐ผ๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐๐๐๐: ๐ฎ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐ฏ๐๐๐ )
Oleh : Robert Bala
WARTA-NUSANTARA.COM-–ย Sejak P. Paulus Budi Kleden, SVD menjadi Uskup, semakin banyak orang tahu bahwa apa yang dijabat Budi sekarang tidak bisa dilepaskan dari โbapa besarnyaโ, Mgr Paulus Sani Kleden, SVD yang menjadi Uskup Denpasar. Julukan โduo kledenโ tentu tepat.

Isitilah ini kemudian dimunculkan kembali saat Rm Yohanes Hans Monteiro, Pr diangkat jadi Uskup Larantuka. Ingatan pada Uskup Gregorius Monteiro, SVD yang terkenal lemah lembut, sederhana mencuat. Lagi-lagi โduo monteiroโ.
Namun penggunaan โDuo Monteiroโ dalam tulisan ini tidak sekadar menyanjung satu klen keluarga yang telah memiliki dua figur sentral sebagai uskup. โDuo monteiroโ lebih dilihat secara simbolis sebagai kekuatan (sekaligus harapan) dan kekompakan sekaligus sebuah keteladanan pastoral.
Bukan Asal Nama
Di NTT, nama Monteiro tentu tidak sekadar nama. Pengangkatan Rm Yohanes Hans Monteiro, SVD menjasi Uskup Larantuka sebenarnya mengingatkan sekaligus memperkuat nama yang sudah ada di Keuskupan Agung Kupang, Mgr Gregorius Monteiro, SVD.
Sejak menjadi uskup 13 April 1967, ia tidak menjadi pemimpin yang menggebu-gebu menghadirkan kekatolikan. Yang ia lakukan hanyalah menjiwai motonya: ๐ถ๐๐๐ ๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐โ, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ โ๐ฒ๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐จ๐ ๐๐๐๐ ๐ซ๐๐๐๐.โ Itu berarti sebelum mewartakan ajaran (apalagi di level ibu kota provinsi), yang perlu diwujudkan adalah perdamaian tidak saja secara rohani tetapi benar-benar dirasakan dalam kehidupan sosial.
Setelah 30 tahun menjabat, ia buktikan, keadilan telah dia tunjukkan. Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang awalnya hanya berstatus diaspora berubah wajar menjadi keuskupan yang, menyebar, dan bersifat multikultural. Keberanian mendirikan Seminari Menengah St. Rafael Oepoi (1984) mapun Seminari Tinggi St. Mikael Penfui (1991) hanyalah merupakan tuaian dari benih keadialn yang telah ditanamkan.
Di barisan rohaniwan, cucu dan cece Monteiro tidak sedikit. Jadinya tidak sekadar duo (2), tetap telah menjadi ๐๐๐๐๐๐๐ (5, ๐ ๐๐๐๐ (10), ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ (12), ๐๐๐๐๐๐ 20 (๐๐๐๐๐๐๐) ๐๐๐๐๐๐ 50 (๐๐๐ฬ๐๐๐๐ฬ๐๐๐๐๐ฬ ๐๐๐ฬ๐๐๐๐) ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ 100 (๐๐๐๐๐๐)
Di level kepemimpinan duniawi, deretan Monteiro turunan Paulo Monteiro yang menikah dengan Dona Boko DVG juga melahirkan birokrat ulung. ๐ช๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐๐๐๐ (saudara kandung Uskup Gregorius Monteiro) bupati Flotim (1967-1973), dari turunan Matheus Monteiro salah satunya. Sebelumnya, saudara sepupunya, ๐๐จ๐๐จ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฌ ๐๐ฆ๐๐ง๐ฎ๐๐ฅ ๐๐จ๐ง๐ญ๐๐ข๐ซ๐จ bahkan telah menjabat sebagai Kepala Daerah Flores (1952-1959). ๐ญ๐๐๐๐ ๐ญ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ *Bupati Flotim 2000-2005 juga adalah anak darii Maria Fatima Monteiro. Bila ditambahkan dengan anak mantu bupati Sumba Barat Daya 2016-2021 (Agustinus Niga Dapawole) dan Wakil bupati Sumba Bara Daya (Ndara Tanggu Kaha), maka โpasukan monteiroโ tidak hanya dua tetapi malah lebih dari itu. Jadi Monteiro yang mencuat kini bukan sekadar nama. Ia telah menjadi simbol dengan pemaknaan yang sangat kaya.
๐ป๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐๐๐
Sejarah Monteiro yang terpateri di Larantuka dan menyebar ke NTT malah seluruh Indonesia, membuka kesadaran bahwa terpilihnya Yohanes Hans Monteiro, Pr sebagai Uskup Larantuka tidak membuatnya lebih tinggi. Putera Paulo Monteiro, Emanuel Monteiro, dua turunan awal Monteiro di Larantuka, bahkan telah menjadi salah satu dari Triumvirat di Kerajaan Larantuka. Artinya, meski tidak menjadi uskup pun, Hans dan keluarga besarnya sudah berada di sana.
Lebih lagi melalui 7 putera dan puteri dari Emanuel Monteiro dan Sarlota King da Costa yakni ๐ฎ๐๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐๐๐๐ ๐ผ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐๐๐๐๐๐), ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐, ๐ฏ๐๐๐๐๐๐๐๐๐, (๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ผ๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐๐), ๐๐๐๐๐๐, ๐ท๐๐๐๐๐, ๐ด๐๐๐๐ ๐ญ๐๐๐๐๐ melahirkan anak, cucu, cece, bahkan buyut (lapisan 3), dan cangga (4) dan wareng (5) dengan jangkauan pengaruh yang tidak sedikit.
Secara pribadi, Yohanes Hans Monteiro juga tidak kalah prestasi. Berada di Austria selama 13 tahun (2005-2018) menunjukkan bahwa ia bisa berkiprah di Eropa. Atau juga berada begitu lama di benua biru bisa juga menjadi godaan untuk terus berada di sana. Kembali ke Larantuka yang sudah diketahui kondisinya tentu sebuah pergulatan dan pengorbanan.
Tidak hanya itu. Sekembali dari Eopa, kini sudah 7 tahun di STFK dan kemudian IFT Ledalero dengan jabatan sebagai Wakil Rektor. Terbayang, Hans sudah mulai rasakan kenyamanan. Minimal ia mulai meretas jenjang akademik yang bagi teman seumuran, mereka sudah lebih jauh. Penelitian dan Pengabadian kepada Masyarakat tengah โsengit-sengitnyaโ dilakukan dengan sejumlah impian yang tentu tidak sedikit.
Bila dianalogkan, dua posisi terakhir memberikan kenyamanan bak berada di atas bukit (monte). Di sana ada ketenangan, tempat perlindungan, dan tempat yang aman. Kini Hans harus turun bukit. (monte). Tetapi keberanian untuk turun akan menjadikan Hans dikenal sebagai โmonteโ (bukit) โeiroโ (pekerjaan). Bila dijuluki โMonte-eiroโ (Monteiro), maka itu berarti dianggap sebagai pekerjaan dari bukit atau orang bukit.
Sebuah arti simbolis. Sekitar 185 ribu umat Keuskupan Larantuka berada di lembah, berkutat sebagai petani, ternak, dan nelayan. Selama 51 tahun terakhir bersama Uskup Darius Nggawa SVD dan Uskup Frans Kopong Kung, umat telah menanamkan fondasi Komunitas Basis Gerejani (KBG). Ada hasil berupa partisipasi liturgis yang sangat aktif. Tetapi apakah model umat basis seperti di Amerika Latin sebagai pusat gerakan ekonomis dan sosial sudah terwujud? Banyak orang masih ragu-ragu menjawabnya dan Uskup Hans pasti lebih tahu.
Namun bagi Uskup Hans yang dari 26 tahun imamat hanya 5 tahun bekerja di keuskupan Larantuka bisa menjadi sebuah keuntungan. Sebagai orang baru, kadang lebih mudah mendeteksi faktor penyebab yang menghalangi perkembangan yang mestinya jauh lebih pesat. Atau kehadiran Hans bisa memberi harapan di tengah orang yang sudah pasrah dan berkata bahwa yang ada โbegitu sudahโ.
Selain itu dengan pengalaman sebagai ilmuwan, dengan melakukan riset, mestinya tidak butuh waktu lama untuk mendeteksi faktor utama. Bila hal itu sudah disentuh, maka yang lain akan mengalir. Hal itu sudah ditunjukkan oleh Uskup Gregorius telah melakukan dengan keadilan dan perdamaian di KAK. Di situlah harapan itu berada di pundak Ama Hans.
Sebagai seorang yang mengenal Hans sebagai adik kelas, saya yakin ketulusan dan kebijaksanaan merupakan keunggulan dari dalam dan tidak sekadar tempelen dari luar. Dengan itu saya yakin, keuskupan Larantuka di tangan Ama Hans akan lebih membumi (dengan petani, peternak, dan nelayan) dan begitu, membuat Keuskupan Larantuka lebih bersinar.
๐น๐๐๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐. ๐ท๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐๐๐. ๐ท๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐ช๐๐๐๐๐๐ ๐๐-3.
Catatan : Opini ini telah dimuat di Pos Kupang, Minggu 23 November 2025











