Mahasiswa Program Studi Ilmu Sosiatri Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula Ende Identifikasi Masalah Krusial di RW 007 Sukamaju
Kontributor : Domitius Pau, S.Sos., M.A
Dosen Program Studi Ilmu Sosiatri Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula
ENDE : WARTA-NUSANTARA.COM– Mahasiswa Semester III Program Studi Ilmu Sosiatri, pada Sabtu, 6 Desember 2025, melaksanakan kegiatan transect walk di RW 007 Lingkungan Sukamaju, Kelurahan Ende Selatan, Kabupaten Ende. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari pembelajaran mata kuliah Metodologi Pembangunan Sosial, khususnya pengenalan dan penerapan metode Participatory Rural Appraisal (PRA).



Meskipun berstatus sebagai praktik perkuliahan, mahasiswa menemukan sejumlah isu penting di wilayah tersebut yang kemudian menjadi bahan diskusi mendalam. Isu-isu tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, penanganan sampah keluarga, tata ruang dan sanitasi, pemanfaatan pekarangan rumah, hingga potensi penyakit yang selama ini menjadi tantangan bagi warga.


PRA sebagai Upaya Pemberdayaan
Dosen pendamping, Domitius Pau, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari proses pemberdayaan masyarakat, yang berfokus pada penyelesaian masalah sosial berbasis komunitas.
“Masyarakat harus terlibat dalam kegiatan PRA agar mereka dapat mengetahui potensi dan hambatan yang menghalangi mereka mencapai kesejahteraan. Dengan memahami itu, penyelesaian masalah dapat dilakukan melalui perencanaan pembangunan ataupun inisiatif masyarakat sendiri,” ujarnya.


Suara Mahasiswa dan Warga
Beberapa mahasiswa yang diwawancara mengungkapkan pentingnya praktik ini sebagai bekal bagi mahasiswa yang adalah calon kader pembangunan sosial di masyarakat. Mereka menilai bahwa metode PRA membantu menghasilkan rumusan perencanaan yang benar-benar menyentuh persoalan masyarakat.
“Kebijakan yang lahir dari proses seperti ini lebih tepat sasaran dan betul-betul dapat membantu masyarakat keluar dari masalah,” ungkap salah satu mahasiswa.
Ibu Mery, warga RT 002/RW 007, menyampaikan apresiasi serupa.
“Kami senang dengan kegiatan seperti ini. Semoga hasilnya bisa disampaikan kepada pemerintah agar masalah yang kami alami diperhatikan, terutama selokan air yang sangat kami butuhkan saat musim hujan agar tidak kebanjiran,” jelasnya.
Ia juga menyinggung persoalan penataan lorong yang terkendala karena sebagian warga belum bersedia merelakan tanahnya untuk itu.
Selain itu, masalah sampah menjadi sorotan penting. Warga mengeluhkan tidak adanya tempat penampungan sampah sementara, sehingga sampah rumah tangga kerap menumpuk dan berpotensi memicu penyakit seperti malaria, serangan lalat, maupun risiko infeksi lainnya.
Tindak Lanjut: Seminar dan Pengolahan Data
Kegiatan lapangan ini ditutup dengan evaluasi singkat di lokasi. Seluruh data dan temuan mahasiswa akan diolah lebih lanjut dan diseminarkan di Kampus STPM Santa Ursula Ende. Seminar tersebut rencananya akan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen sebagai langkah awal merumuskan rekomendasi pembangunan yang lebih komprehensif dan berbasis kebutuhan masyarakat kepada pemerintah. ***








