• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, Februari 25, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Agama

Membuka Kotak Natal Kedua

by WartaNusantara
Desember 26, 2025
in Agama, Opini
0
π‘Ήπ’–π’•π’Šπ’π’Šπ’•π’‚π’” (𝒅𝒂𝒏 π‘ͺπ’‰π’†π’„π’Œ 𝑼𝒑 π‘Ήπ’–π’•π’Šπ’) (π‘°π’π’”π’‘π’Šπ’“π’‚π’”π’Š π‘―π’π’Žπ’Šπ’π’Š π‘΄π’Šπ’π’ˆπ’ˆπ’– π‘·π’†π’“π’•π’‚π’Žπ’‚ 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒏, 30/11/2025)
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Membuka Kotak Natal Kedua

Oleh : Robert Bala

WARTA-NUSANTARA.COM–Β  Awalnya terasa janggal. Ketika saya menanyakan kepada beberapa teman di Jabodetabek tentang perayaan Natal Kedua, sebagian dari mereka menatap dengan raut heranβ€”bahkan ironis. Natal kedua? Bagi banyak orang, hari Natal saja kerap terasa β€œopsional”. Gereja penuh sesak pada Malam Natal, tetapi keesokan harinya, 25 Desember, jumlah umat menyusut drastis. Fenomena serupa juga mudah dijumpai pada Paskah: Malam Paskah meriah, Minggu Paskah relatif lengang.

RelatedPosts

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Tuhan Bersama Kita di Padang Gurun

Lantik Pengurus BAZNAS, Bupati Lembata Dorong Inovasi, Zakat Motor Penggerak Pemberdayaan Umat

Lantik Pengurus BAZNAS, Bupati Lembata Dorong Inovasi, Zakat Motor Penggerak Pemberdayaan Umat

Load More

Pengalaman ini kontras dengan apa yang terjadi di Nusa Tenggara, khususnya Flores dan Timor. Di sana, Natal Kedua dirayakan nyaris sama meriahnya dengan Natal pertama. Koor disiapkan dengan serius, umat datang berbondong-bondong, dan suasana liturgi terasa seperti perayaan besar. Pertanyaannya kemudian muncul: mengapa tradisi Natal Kedua begitu kuat di Flores dan Timor, tetapi nyaris tak terdengar di banyak wilayah lain di Indonesia?Jawabannya membawa kita melintasi sejarah dan benuaβ€”menuju Eropa.

Jejak Tradisi dari Eropa

Apa yang dikenal sebagai Natal Kedua di Flores dan Timor ternyata berakar kuat pada tradisi Eropa. Di benua itu, Natal memang tidak berhenti pada satu hari. Ia dirayakan sebagai sebuah rentang waktu, lengkap dengan makna liturgis dan sosial.

Nama dan bentuknya beragam. Di Inggris dikenal Second Day of Christmas. Di wilayah tertentu Spanyol ada Segundo DΓ­a de Navidad. Di Irlandia, Austria, Jerman, dan Hungaria, 26 Desember dirayakan sebagai St. Stephen’s Day, peringatan Santo Stefanus, martir pertama Gereja. Di Jerman, hari ini disebut Zweiter Weihnachtstag. Sementara di negara-negara persemakmuran Eropa, Natal Kedua lebih populer dengan sebutan Boxing Day.

Istilah Boxing Day sering disalahpahami seolah berkaitan dengan tinju. Padahal, kata boxing berasal dari boxβ€”kotak. Pada masa lalu, gereja-gereja di Inggris menyediakan charity box atau kotak amal selama masa Adven dan Natal. Kotak ini baru dibuka pada 26 Desember, dan isinya dibagikan kepada mereka yang membutuhkan: orang miskin, janda, anak yatim, serta para pelayan dan pekerja rumah tangga.

Secara liturgis, Natal Kedua memang tidak memiliki ritus semeriah Hari Raya Natal. Fokusnya lebih pada kesaksian iman, sebagaimana ditampilkan dalam figur Santo Stefanus. Namun di Flores dan Timor, konteks geografis dan pastoral memberi warna tersendiri. Karena jarak dan keterbatasan akses, tidak semua umat bisa hadir pada Misa Natal 25 Desember. Maka Natal Kedua menjadi kesempatan bersama yang dirayakan dengan penuh, lengkap dengan koor dan perayaan liturgi yang kuat.

Sebaliknya, di wilayah seperti Jabodetabekβ€”dan mungkin banyak daerah lainβ€”posisi umat Kristen sebagai minoritas ikut memengaruhi. Natal Kedua, jika pun dirayakan, cenderung berlangsung lebih personal dan sederhana.

Membuka Kotak, Membuka Hati

Meski tradisi Natal Kedua tidak umum di banyak wilayah Indonesia, situasi bencana yang melanda Sumatraβ€”Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Baratβ€”membuat makna Natal Kedua terasa relevan kembali. Di sinilah tradisi charity box menemukan momentumnya.
Dalam sejarah Eropa, tradisi kotak amal juga hidup di lingkungan bangsawan. Dikenal sebagai Christmas Box, sebuah kotak yang diletakkan di rumah dan diberikan kepada para pelayan atau karyawan pada 26 Desember. Isinya bisa berupa uang, makanan, atau pakaianβ€”sebuah pengakuan bahwa kesejahteraan tuan rumah tidak terlepas dari kerja mereka.

Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia di Madrid pernah menceritakan pengalamannya. Pada hari Natal, ia menerima sebuah kado dari majikannya. Ketika dibuka, ia menangis haru. Di dalam amplop itu terselip tiket pesawat Madrid–Jakarta. Itulah Christmas Box yang ia terimaβ€”sebuah hadiah yang mengubah Natal menjadi kenangan seumur hidup.

Dalam konteks bencana yang terjadi di tanah air, tradisi charity box menemukan gaungnya. Apalagi, banjir bandang itu terjadi berdekatan dengan perayaan Kristus Raja Semesta Alam dan memasuki Minggu pertama Adven. Seruan untuk berbagi dan meringankan beban korban terdengar di banyak gereja.

Sesungguhnya, praktik Natal Kedua dalam arti berbagi sudah lama hidup di banyak keluarga. Ada yang diam-diam memasak makanan dan membagikannya kepada tetangga yang membutuhkan. Ada yang memberi perhatian khusus kepada pekerja rumah tangga atau warga sekitar. Semua dilakukan tanpa sorak-sorai. Kisah-kisah kecil seperti ini sering muncul dalam pertemuan Advenβ€”sederhana, tetapi sarat makna.

Memang, gerakan Adven sering berpusat pada gereja melalui derma Natal yang bersifat kolektif. Itu baik dan perlu. Namun akan jauh lebih kuat bila diimbangi dengan gerakan personal dan keluarga: Natal Kedua yang dirayakan dengan membuka tangan dan hati bagi sesama, terutama mereka yang terdampak bencana.

Pada akhirnya, Natal Kedua mengingatkan kita bahwa sukacita Natal tidak selesai di malam perayaan. Ia menemukan maknanya justru ketika dibagikanβ€”ketika kotak dibuka, dan kasih dilepaskan ke dunia. ***

Robert Bala. Penulis buku Inspirasi Hidup: Pengalaman Kecil Sarat Makna (Penerbit Kanisius, Yogyakarta, cetakan ke-2

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong
Agama

Tuhan Bersama Kita di Padang Gurun

Tuhan Bersama Kita di Padang Gurun Oleh :Β  Pater Steph Tupeng Witin, SVD Mat 4: 1-11WARTA-NUSANTARA.COM--Β  Yesus digoda di padangΒ gurunΒ yang...

Read more
Lantik Pengurus BAZNAS, Bupati Lembata Dorong Inovasi, Zakat Motor Penggerak Pemberdayaan Umat

Lantik Pengurus BAZNAS, Bupati Lembata Dorong Inovasi, Zakat Motor Penggerak Pemberdayaan Umat

TIGA LUKA MANUSIA MODERN

TIGA LUKA MANUSIA MODERN

Pawai Ta’aruf Ramadhan, Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan dan Layanan Publik

Pawai Ta’aruf Ramadhan, Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan dan Layanan Publik

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Bukan Panggung Kemunafikan

AGPAII Lembata Gelar Gebyar Ramadhan 2026: Sentuhan Ukhuwah di Tengah Krisis Kemanusiaan!

AGPAII Lembata Gelar Gebyar Ramadhan 2026: Sentuhan Ukhuwah di Tengah Krisis Kemanusiaan!

Load More
Next Post
Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Open House Natal 2025 Hadirkan Sukacita, Kebersamaan, dan Semangat Persatuan

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Open House Natal 2025 Hadirkan Sukacita, Kebersamaan, dan Semangat Persatuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In