• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Minggu, Februari 1, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Agama

Di Tengah Rutinitas Ide Inspiratif Homili Populer Matius 4:12–23, Minggu 25 Januari 2025

by WartaNusantara
Januari 24, 2026
in Agama
0
Bahasa Memotong Proses (Bahaya Viralitas, Identitas, dan Kejatuhan)
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di Tengah Rutinitas Ide Inspiratif Homili Populer Matius 4:12–23, Minggu 25 Januari 2025.

WARTA-NUSANTARA.COM–  Sering kali kita mendengar nasihat rohani yang terdengar sangat bijak: “Luangkan waktu untuk dekat dengan Tuhan.” Biasanya nasihat ini langsung dikaitkan dengan kegiatan seperti rekoleksi, retret, ziarah, atau waktu doa khusus yang jauh dari kesibukan. Di tempat-tempat itu, kita diyakinkan bisa lebih mudah bertemu Tuhan.

Nasihat ini tentu benar dan penting. Dalam keheningan, hati lebih tenang, pikiran lebih fokus, dan doa terasa lebih dalam. Namun, tanpa kita sadari, cara berpikir seperti ini bisa menimbulkan kesan seolah-olah Tuhan hanya bisa ditemui saat kita berhenti dari rutinitas. Seakan-akan Tuhan lebih dekat di kapel atau rumah retret, tetapi jauh dari kantor, sekolah, pasar, sawah, atau laut tempat orang bekerja.

Injil hari ini, Matius 4:12–23, meluruskan cara pandang tersebut. Yesus memulai karya-Nya bukan di tempat ibadah yang megah, melainkan di Galilea, wilayah pinggiran. Ia juga tidak memanggil murid-murid-Nya saat mereka sedang melakukan aktivitas rohani. Yesus justru memanggil mereka ketika mereka sedang bekerja, di tengan rutinitas kerja.

RelatedPosts

Natal Bersama K3M Kupang, Gubernur Melki Dorong Kontribusi Komunitas Membangun NTT

Natal Bersama K3M Kupang, Gubernur Melki Dorong Kontribusi Komunitas Membangun NTT

Menyongsong Gembala Baru, Larantuka Bersiap untuk Tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Menyongsong Gembala Baru, Larantuka Bersiap untuk Tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Load More

Simon Petrus dan Andreas dipanggil saat sedang menebarkan jala. Yakobus dan Yohanes dipanggil saat membereskan jala bersama ayah mereka. Tangan mereka masih sibuk, pikiran mereka masih soal pekerjaan, namun justru di situlah Yesus datang. Ini pesan yang sangat kuat: Tuhan tidak menunggu kita keluar dari rutinitas untuk memanggil kita. Ia hadir di dalam rutinitas itu sendiri.

Memang benar, dalam kegiatan rohani kita lebih mudah merasa dekat dengan Tuhan. Suasananya mendukung, gangguan lebih sedikit. Namun Injil hari ini menegaskan bahwa perjumpaan dengan Tuhan tidak terbatas pada ruang-ruang suci. Justru dalam keseharian yang tampak biasa, Tuhan sering menyapa dan memanggil.

Mengapa Yesus memilih rutinitas sebagai momen pemanggilan? Karena rutinitas menyingkapkan keaslian seseorang. Dalam rutinitas, orang tidak sedang tampil atau berpura-pura. Cara bekerja, bersikap, bertanggung jawab, dan menghadapi kesulitan terlihat apa adanya. Di situlah karakter dibentuk dan ditunjukkan. Keseharian yang dilakukan secara rutin menggambarkan keaslian diri.

Aristoteles pernah mengatakan, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali.” Keunggulan bukanlah satu tindakan besar, melainkan kebiasaan yang dijalani terus-menerus. Dengan kata lain, siapa kita hari ini adalah hasil dari rutinitas yang kita bangun kemarin.

Hal senada diungkapkan oleh Mike Murdock: “Rahasia masa depanmu tersembunyi dalam rutinitas harianmu.” Rutinitas sering kita anggap membosankan, padahal justru di sanalah masa depan perlahan dibentuk. Kebiasaan kecil yang dilakukan dengan setia dapat membuka kepercayaan, peluang, dan tanggung jawab yang lebih besar.

Tetapi keseharian kita yang biasa saja kadang menjadi alasan untuk meremehkan kemampuan diri kita. Kita merasa belum sempurna saat diminta atau dipercayakan untuk sebuah jabatan tertentu di lingkuingan kita. Kita merasa belum layak. Tetapi hari ini Yesus menyadarkan bahwa Ia tidak mencari orang yang tampak sempurna, melainkan orang yang bisa dibentuk. Rutinitas menjadi modal dasar pembentukan itu. Pendidikan, pelatihan, dan pendampingan hanya memberi bentuk lebih lanjut pada karakter yang sudah ditempa oleh kebiasaan sehari-hari.

Pemanggilan murid-murid juga mengingatkan kita bahwa Yesus tidak mengubah identitas mereka. Mereka tetap nelayan. Yang diubah adalah arah dan maknanya. Dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Keahlian lama tidak dibuang, tetapi dipakai untuk misi baru: yang tadinya penjala ikan, diubah arahnya menjadi penjala manusia. Identitas sebagai penjala tetap dipertahankan tetapi diubah.

Sering kali kita berharap Tuhan mengubah hidup kita secara drastis dan instan. Kita menunggu mukjizat besar, perubahan total. Padahal, Yesus lebih sering bekerja dengan cara sederhana: menggunakan apa yang sudah ada pada kita. Mukjizat penggandaan lima roti dan dua ikan terjadi karena ada kesediaan mempersembahkan yang kecil. Demikian pula panggilan para murid berangkat dari hidup mereka apa adanya.

Maka, jika hari ini kita dipanggil Tuhan, panggilan itu tidak terlepas dari kehidupan konkret kita: dari pekerjaan kita, keluarga kita, tanggung jawab kita, dan rutinitas yang kita jalani setiap hari. Tuhan tidak memanggil kita keluar dari hidup kita, melainkan mengajak kita menemukan makna baru di dalamnya.

Pesan Injil hari ini jelas: jangan meremehkan rutinitas. Di sanalah Tuhan sering hadir dan bekerja. Yang dibutuhkan bukan hidup yang luar biasa, melainkan hati yang sadar, peka, dan terbuka.

Mungkin kita tidak sedang berada di tempat sunyi atau kegiatan rohani khusus. Kita sedang sibuk dengan pekerjaan dan urusan sehari-hari. Namun justru di sanalah Yesus bisa berkata kepada kita, seperti kepada para nelayan di Galilea: “Mari, ikutlah Aku.”

Robert Bala. Penulis buku RANCANG DIRI RAIH KARIER (Pengembangan Kepribadian dan Karier). Penerbit Tanah Air Beta (Januari 2026).

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Natal Bersama K3M Kupang, Gubernur Melki Dorong Kontribusi Komunitas Membangun NTT
Agama

Natal Bersama K3M Kupang, Gubernur Melki Dorong Kontribusi Komunitas Membangun NTT

Natal Bersama K3M Kupang, Gubernur Melki Dorong Kontribusi Komunitas Membangun NTT KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COm--  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades...

Read more
Menyongsong Gembala Baru, Larantuka Bersiap untuk Tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Menyongsong Gembala Baru, Larantuka Bersiap untuk Tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Usai Misa Perdana, Romo Gusti Wenger “Dipinang” Umat Paroki Noehaen

Usai Misa Perdana, Romo Gusti Wenger “Dipinang” Umat Paroki Noehaen

𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏𝒊𝒕𝒂𝒔 (𝒅𝒂𝒏 𝑪𝒉𝒆𝒄𝒌 𝑼𝒑 𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏) (𝑰𝒏𝒔𝒑𝒊𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑯𝒐𝒎𝒊𝒍𝒊 𝑴𝒊𝒏𝒈𝒈𝒖 𝑷𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒏, 30/11/2025)

RINDU RUMAH Ide Inspiratif dari Lukas 10: 1 – 12. Homili Pesta Santo Josef Freinademetz, 29 Januari 2026

Misa Pemakaman Romo Marno Wuwur, Sekjen Keuskupan Larantuka :  Salib jadi Jalan Pulang ke Lewotanah Abadi

Misa Pemakaman Romo Marno Wuwur, Sekjen Keuskupan Larantuka :  Salib jadi Jalan Pulang ke Lewotanah Abadi

Renstra Kemenag Jadi Panduan Kerja ASN Lembata

Renstra Kemenag Jadi Panduan Kerja ASN Lembata

Load More
Next Post
Bantuan Pakaian Bagi Korban Erupsi Lewotobi Disalurkan di Flores Timur

Antonius Nirang Tewas Tertimpa Pohon Kemiri di Desa Wolonterang, Sikka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In