Menyongsong Gembala Baru, Larantuka Bersiap untuk Tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro
Laporan : Anselmus DW Atasoge
WARTA-NUSANTARA.COM– Suasana di “Kota Reinha” Larantuka kian hangat dan penuh sukacita menjelang peristiwa iman bersejarah yang akan berlangsung pada 11 Februari 2026. Segenap umat Katolik di Keuskupan Larantuka kini tengah memasuki fase akhir persiapan untuk menyambut pentahbisan Uskup terpilih, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Berdasarkan informasi resmi dari Komsos Keuskupan Larantuka, kepanitiaan besar yang dipimpin oleh Deken Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni, telah bergerak intensif guna memastikan seluruh aspek liturgi maupun teknis terpenuhi untuk menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru tanah air.

Perayaan agung ini tidak hanya terpaku pada hari puncak, melainkan terdiri dari rangkaian peristiwa penting yang menjadi satu kesatuan syukur Gereja Lokal. Rangkaian tersebut akan diawali dengan Vesper Agung pada tanggal 10 Februari 2026 sebagai ibadat sore meriah yang menandai pembukaan resmi. Puncaknya, Upacara Tahbisan Episkopal akan dilaksanakan pada 11 Februari, di mana Mgr. Hans Monteiro akan resmi dikukuhkan sebagai Uskup Larantuka. Rangkaian ini kemudian akan ditutup dengan Misa Pontifikal perdana pada 12 Februari, yang akan dipimpin langsung oleh sang uskup baru bersama umat dan para imam.

Mgr. Yohanes Hans Monteiro sendiri merupakan putra asli Larantuka yang lahir pada 15 April 1971 dan dikenal luas sebagai pakar liturgi. Lulusan Doktoral dari Universitas Wina, Austria, ini sebelumnya mengabdikan diri sebagai Dosen di IFTK Ledalero serta aktif dalam Komisi Liturgi KWI. Penunjukannya oleh Takhta Suci pada November 2025 lalu disambut dengan antusiasme besar oleh masyarakat Lamaholot, mengingat beliau akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang telah memasuki masa purnatugas atau emeritus.
Hingga saat ini, panitia melaporkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dimatangkan, mulai dari penataan lokasi utama hingga logistik bagi para undangan. Selain persiapan fisik, umat di paroki-paroki juga diajak untuk memberikan dukungan rohani melalui doa-doa khusus dalam setiap perayaan ekaristi harian. Kehadiran puluhan Uskup dari seluruh Indonesia dan perwakilan Takhta Suci diperkirakan akan menambah kekhidmatan momen yang bertepatan dengan Pesta Santa Maria dari Lourdes tersebut, mempertegas identitas Larantuka sebagai pusat devosi Maria yang kuat di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang dijadwalkan pada 11 Februari 2026. Wakil Bupati Flores Timur, Ignatius Boli Uran, menegaskan bahwa pemerintah memandang peristiwa ini bukan hanya sebagai ritual keagamaan, melainkan juga sebagai momentum sosial dan budaya yang memperkuat persatuan masyarakat Lamaholot. Sebagai bentuk komitmen nyata, pemerintah daerah menetapkan kebijakan libur selama tiga hari bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tanggal 10 hingga 12 Februari guna memastikan partisipasi aktif dan kelancaran seluruh rangkaian acara, mulai dari penjemputan tamu hingga aspek keamanan di lapangan.
Selain dukungan administratif dan finansial, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga citra Larantuka sebagai kota religi yang aman dan toleran menjelang peristiwa bersejarah ini. Koordinasi lintas sektor telah dilakukan, termasuk pelibatan Pemerintah Kabupaten Lembata serta umat dari berbagai lintas agama untuk menyambut para uskup dan tamu negara yang akan hadir. Di tengah persiapan tersebut, pemerintah memberikan imbauan keras kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban umum dan menghentikan segala bentuk pertikaian antar-wilayah demi menghormati kesucian momen tahbisan yang telah dinantikan selama lebih dari dua dekade ini.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menegaskan bahwa tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro adalah momentum untuk mempererat toleransi dan persaudaraan lintas iman di tanah Lamaholot. Wakil Bupati Ignatius Boli Uran menyampaikan bahwa meskipun ini adalah perayaan sakramental Gereja Katolik, secara sosial ini merupakan perayaan seluruh masyarakat, di mana umat Islam, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha dilibatkan secara aktif sesuai peran masing-masing. Keterlibatan ini mencakup partisipasi dalam kepanitiaan hingga persembahan seni budaya, yang menunjukkan bahwa keberagaman agama di Flores Timur tetap bersatu dalam satu ikatan budaya “Kakan Arin” demi menyukseskan acara yang menjadi perhatian internasional ini.
Dalam pesannya, Wakil Bupati juga menyampaikan imbauan damai yang sangat kuat demi menjaga martabat Larantuka sebagai kota religi menjelang hari bersejarah tersebut. Beliau meminta seluruh warga, khususnya di wilayah-wilayah yang sempat mengalami konflik, untuk menahan diri, membuang rasa dendam, dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pemerintah menekankan bahwa keamanan wilayah adalah cerminan hidup sosial masyarakat Flores Timur di mata para tamu mancanegara, sehingga persatuan dan kedamaian harus menjadi prioritas utama agar rahmat dari tahbisan uskup baru ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.***








