Suara Timur Indonesia Desak KOMNAS HAM Segera Pantau Dugaan Pelanggaran HAM di Provinsi Papua Tengah
PAPUA : WARTA-NUSANTARA.COM– Ketua Suara Timur Indonesia, Martinho de Sola dan Sekretaris, Freni Lutrun, mendesak Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) untuk segera melakukan pemantauan terhadap dugaan pelanggaran HAM di Provinsi Papua Tengah. Desakan tersebut dituangkan dalam Rilis yang diterima Warta-Nusantara.Com, Kamis, 2 April 2026.



Pengurus Suara Timur Indonesia mengungkapkan, Peristiwa Berdarah merenggut nyawa Aparat Pehegak Hukum dan Rakyat Sipil aseli Papua merupakan pelanggaran hukum dan HAM di Tanah Papua. Awal kejadian Kasus Dogiyai : Dugaan kecurigaan Masyarakat terhadap pihak keamanan POLRI/TNI terjadi 2 (dua) kali korban tembak masyarakat sipil oleh pihak keamanan, dicurigai pelaku OAP Bripda Juventus Edowai.
Pada tanggal 31 Maret 2026 sekitar jam 09.10 WIT, ditemukan mayat anggota Polisi an. Bripda Juventus Edowai dibacok bagian leher dan lima jari bagian kanan dimutilasi.Lokasi kejadian di Pertigaan Gereja Ebenezer Moanemani.



Setelah evakuasi Jenasah anggota Polisi Bripda Juventus Edowai siang hari menurut kesaksian masyarakat bahwa Gabungan POLRI/TNI terdengar bunyi tembakan mulai bergemuruh di langit Moanemani Kabupaten Dogiyai. Operasi balas dendam atas meninggalnya aparat keamanan berinisial Bripda JE telah menambah deretan panjang korban nyawa dan harta benda kepada Masyarakat Sipil dalam insiden 31 Maret 2026 di Kabupaten Dogiyai



Pasca terjadi tindakan kekerasan terhadap satu orang Aparat Keamanan berinisial JE tanggal 31 Maret 2026 selanjutnya disikapi oleh Aparat Keamanan dengan melakukan Operasi penyisiran disekitar kota dan beberapa tempat di Kabupaten Dogiyai yang telah berdampak pada terganggunya hak hidup dan rasa aman Masyarakat sipil setempat dan bahkan telah menimbulkan korban nyawa dan harta benda dari berbagai pihak Masyarakat sipil yang ada di Kabupaten Dogiyai.



Berdasarkan alat bukti elektronik dalam bentuk foto dan video yang tersebar diberbagai media sosial terlihat ada 4 (empat) orang Masyarakat sipil yang sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah baik yang terlihat didalam dapur milik pribadi maupun dipingiran jalan raya serta tepat diatas aspal yang berinisial AY, EP, ST, dan MY, adapula sopir angkutan yang melarikan diri ke hutan sementara kendaraan mereka terbakar serta adapula Motor Warga yang terbakar.
Adapun Identitas Korban yakni
tanggal 31 Maret 2026 Korban nyawa dan fasilitas kendaraan, antara lain :
a. Korban Jiwa :
1) Bripda Juventus Edowai (Anggota Polisi) bacok leher dan mutilasi lima Jari tangan kanan
2) Angkian Edowai (Masyarakat Sipil) ditembak mati
3) Ester Pigai (Masyarakat Sipil) ditembak mati
4) Sprianus Tibakoto (Masyarakat Sipil) ditembak mati
5) MY Yobe (Masyarakat Sipil) ditembak mati
6) Maikel Waine Luka-luka
7) Yobe Luka-luka
8) Onikel Anou Luka-luka
b. Fasilitas Kendaraan
1) Mobil Hilux 1 buah terbakar
2) Truk 2 buah terbakar
3) Beberapa motor dibakar
4. Lokasi Kejadian : Moanemani Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah
Menurut informasi Kabupaten Dogiyai masih memanas semua aktivitas terhenti dan sangat mengganggu kenyamanan Perayaan PASKAH.
Pengurus Suara Timur Indonesia terpanggil nurani kemanusiaan dan dukungan total Tanah Papua ADIL dan DAMAI maka kami dari Suara Timur Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :
Pertama, mendesak KOMNAS HAM RI segera melakukan pemantauan Ham ke lokasi.
Kedua, mendesak PRESIDEN RI perintahkan Kapolri dan Panglima TNI segera menindak tegas dan melakukan proses hukum terhadap oknum Anggota Polri dan.Anggota TNI.yang terlibat dalam tragedi Berdarah Papua Tengah.
Ketiga, mendesak PRESIDEN RI perintahkan Gubernur Papua Tengah dan Bupati Dogiyai segera mengambil langkah pemenuhan Ham bagi Korban atas kesehatan,atas rasa aman dan pemenuhan Ham Ekosob Masyarakat.
Keempat, mendukung upaya Tokoh-tokoh Agama,tokoh-tokoh Adat dan Pembela HAM Papua untuk BELARASA Terhadap KORBAN dan berkolaborasi menegakkan KEADILAN dan menciptakan PERDAMAIAN untuk Tanah Papua Tengah. ***(WN-01)









