Banjir Bandang Landa Lembata, Pagar Kantor Bupati Ambruk
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—Hujan Lebat selama kurang lebih dua jam mengguyur Kabupaten Lembata, khususnya Kota Lewoleba mngakibatkan banjir bandang melanda 22 titik. Pagar Kantor Bupati Lembata juga ambruk diterpa banjir. Warga pun semakin cemas dengan kondisi cuaca ektrim ini, Selasa, 28 April 2026.

Berdasarkan laporan situasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata, Selasa (28/04/2026) diterima media ini. Hujan terjadi sejak siang hingga sore hari sekitar pukul 14.00–17.00 WITA, sesuai dengan peringatan dini cuaca dari BMKG NTT. Curah hujan tersebut memicu luapan air pada saluran drainase serta genangan di berbagai wilayah kota.




Banjir dilaporkan tersebar di beberapa kelurahan, antara lain Lewoleba Timur, Lewoleba Utara, Lewoleba Tengah, Lewoleba Selatan, dan Selandoro, dengan ketinggian air yang bervariasi.
Akses Jalan Terganggu, Rumah Warga Terendam




Luapan air menggenangi sejumlah ruas jalan utama, termasuk jalur Trans Lembata dan jalan lingkungan. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas transportasi warga.
Selain itu, banjir juga merendam permukiman warga. Data sementara mencatat sebanyak 141 unit rumah terdampak, sementara satu fasilitas umum berupa pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang sekitar 100 meter dilaporkan roboh. Aktivitas di Pasar TPI juga terganggu akibat genangan air.




Kendati demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang terdampak sebagian besar melakukan pengungsian secara mandiri dan mengalami kerugian material, terutama kerusakan perabot rumah tangga.
BPBD Turunkan Tim, Listrik Diamankan
Merespons kejadian tersebut, BPBD Lembata bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (F.PRB) dan tim reaksi cepat (TRC) langsung turun ke lokasi. Tim dibagi menjadi lima kelompok untuk melakukan penanganan awal dan pendataan.



Petugas juga bekerja sama dengan kepolisian untuk mengamankan akses jalan guna mencegah kecelakaan lalu lintas saat banjir berlangsung. Di sisi lain, koordinasi dilakukan dengan pihak PLN untuk memastikan keamanan jaringan listrik di wilayah terdampak, meskipun saat kejadian listrik dalam kondisi padam.
BPBD turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
22 Jalur Banjir Rawan di Dalam Kota
Dari hasil pemetaan, pemerintah daerah mengidentifikasi sedikitnya 22 jalur banjir di dalam Kota Lewoleba yang dinilai rawan terdampak saat curah hujan tinggi.
Jalur-jalur tersebut umumnya berasal dari kawasan perbukitan, aliran kali, hingga drainase yang melintasi permukiman warga. Beberapa titik di antaranya berada di kawasan Waikomo, Lusikawak, Lamahora, hingga Selandoro, yang selama ini menjadi titik akumulasi aliran air.
Kebutuhan Mendesak dan Rekomendasi
BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak pascabencana, di antaranya bantuan logistik berupa beras serta kegiatan pembersihan rumah warga terdampak.
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah merekomendasikan sejumlah langkah strategis, seperti normalisasi dan pembersihan drainase, perbaikan gorong-gorong, penataan kawasan rawan genangan, hingga penyusunan masterplan drainase terpadu Kota Lewoleba.
Selain itu, rehabilitasi daerah tangkapan air di wilayah hulu serta kolaborasi lintas instansi dinilai penting guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
Kondisi Terkini
Hingga saat ini, BPBD Lembata masih melakukan pemantauan dan kaji cepat lanjutan. Rantai komando kesiapsiagaan telah diaktifkan, termasuk penguatan komunikasi darurat dan koordinasi dengan instansi terkait.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap siaga mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. ***(*/Sumber: Yohanes Gregorius Solang Demo/WN-01)












