Bupati Lembata Percepat Pemulihan Layanan Air Bersih di Perumahan Tanah Merah Lembata, 11 Juni 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, bersama Tim Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II Kupang di Perumahan Tanah Merah, Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang diawali di Kantor Desa Lamawolo tersebut dilakukan dalam rangka memantau kondisi fasilitas Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Perumahan Tanah Merah dan sekitarnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengecekan sumur bor dan bak penampung air yang menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama rombongan juga berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kondisi pelayanan air bersih di lapangan. Salah seorang warga, Mama Maria Lewa, menyampaikan bahwa selama lima hari terakhir aliran air ke rumah-rumah warga tidak berjalan sebagaimana biasanya. Menindaklanjuti informasi tersebut, Bupati bersama tim teknis melakukan pemeriksaan pada fasilitas sumber air yang melayani Desa Lamawolo. Dari hasil pengecekan diketahui bahwa sejumlah panel surya yang menjadi sumber tenaga operasional fasilitas air bersih hilang akibat pencurian. Kondisi tersebut menyebabkan sistem distribusi air tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Pelaksana Teknik Satker NVT Air Tanah dan Air Baku BBWS Nusa Tenggara II, Konrardus Onek, ST, mengatakan bahwa kehadiran tim teknis merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Lembata untuk memastikan sarana air bersih yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Menurutnya, BBWS Nusa Tenggara II akan melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap kondisi fasilitas yang ada, termasuk berbagai kebutuhan perbaikan agar layanan air bersih dapat kembali berjalan dengan baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun pemerintah sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Selain itu, pemerintah desa dan masyarakat didorong untuk mengusulkan lokasi-lokasi baru yang membutuhkan layanan air bersih agar dapat menjadi bagian dari perencanaan program pada masa mendatang. Pada kesempatan yang sama, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq memberikan arahan kepada Dinas PUPR, pemerintah desa, serta pihak terkait untuk segera mengambil langkah-langkah perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami gangguan. Bupati menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur air bersih merupakan aset penting yang harus dijaga dan diamankan bersama. Ia juga meminta agar dilakukan penguatan sistem pengamanan dan pemeliharaan fasilitas guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain perbaikan fasilitas, Bupati meminta pembentukan tim pengelola air bersih yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Tim tersebut diharapkan mampu mengatur operasional, pemeliharaan, serta pengawasan fasilitas agar pelayanan air bersih dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, fasilitas yang sudah dibangun harus dirawat, dijaga, dan dikelola dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” tegas Bupati. Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya bersama antara Pemerintah Kabupaten Lembata, BBWS Nusa Tenggara II, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan dasar serta memastikan akses air bersih yang lebih baik bagi warga. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Teknis Satker BBWS Nusa Tenggara II, pimpinan OPD teknis, Plt. Camat Ile Ape Timur, Kepala Desa Lamawolo dan Waimatan beserta jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. (ProkompimPemkabLembata) Post Views: 26 Navigasi pos Pustu Lewoleba Timur Resmi Beroperasi, Ibu Hamil Hingga Balita Dapat Layanan Dekat Rumah