Nya, Mahasiswi Fakultas Hukum Undana, Tinggalkan Kampus, Ganti Seragam dengan Celemek Jualan Kue Lewoleba, Selasa, 33 Juni 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Siapa sangka? Di tengah hiruk-pikuk dunia hukum yang kerap dianggap dingin dan kaku, ada sosok muda nan inspiratif di Lewoleba. Namanya Fadhelatunnisa, atau akrab disapa Niya. Bukan sedang asyik membaca pasal-pasal undang-undang di perpustakaan kampus, gadis cantik semester 5 Fakultas Hukum Universitas Cendana Kupang ini justru terlihat sibuk melayani pembeli di pinggir jalan Lamahora, tepat di sebelah kiri Kantor BRI Wunopito, saat didatangi awak media Warta-Nusantara.Com, Selasa, 30/06/2026 Ya, Anda tidak salah baca! Saat liburan kuliah tiba, Niya memilih pulang kampung bukan untuk bermalas-malasan, melainkan menjadi “Prajurit Ekonomi” bagi ibunya. Dengan senyum manis dan gerak cekatan, ia menjajakan aneka kue basah dan gorengan yang menggugah selera. Menu Murah Meriah, Rasa Bintang Lima! Jangan remehkan dagangan Niya! Meski harganya bersahabat di kantong pelajar, kualitasnya tak kalah dengan kafe kekinian. Coba intip daftar menunya yang bikin ngiler: * Cuma Rp1.000: Donat Meses, Roti Bakar isi Selai Mangga Madu, Lemet, Nogosari, hingga Dadar Gulung isi Kelapa Kacang. Ada juga Donat Bale Gula yang legit! * Cuma Rp2.000: Onde-onde wijen berisi kacang hijau atau ubi ungu, serta Lampar gurih isi abon sapi. * Cuma Rp5.000: Risol Mayo isi sayur dan sosis yang lumer di mulut. * Cuma Rp10.000: Basreng (Bakso Goreng) renyah yang jadi favorit anak muda. “Kak tinggal bilang saja mau yang mana, beta siap kantongi!” seru Niya dengan semangat tinggi saat ditemui awak media. Sikapnya yang ramah membuat para pembeli betah berlama-lama. Mimpi Jadi Notaris Demi Orang Tua Di balik kesibukannya mengantar kue, tersimpan cita-cita mulia. Niya mengungkapkan keinginannya menjadi seorang Notaris. Alasannya? Sangat menyentuh hati. “Kalau jadi Notaris, waktu kerjanya lebih banyak di rumah. Jadi beta bisa menjaga dan mendampingi Mama dan Papa,” ungkapnya dengan nada santun namun tegas. Bagi Niya, kesuksesan bukan soal gengsi, tapi soal bagaimana ia bisa berbakti kepada orang tuanya. Soal asmara? Gadis asal Lamahora ini tampak teguh memegang prinsip. “Belum mau serius kak. Lebih baik punya banyak teman daripada membatasi diri. Lagian baru semester lima, fokus dulu sampai lulus. Kalau nanti bisa lanjut S2, itu kebahagiaan tersendiri,” jawabnya tenang, menunjukkan kedewasaan berpikir yang jarang dimiliki anak muda seusianya. Jaminan Halal, Hati Tenang! Bagi umat Muslim yang khawatir soal kehalalan, Niya memberikan jaminan penuh. “Jajanan yang kami jual sudah memiliki Sertifikat Halal. Untuk varian lain, sedang dalam proses pengurusan,” tegasnya. Ini membuktikan bahwa Niya tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga teliti dalam menjalankan usaha. Pesan Manis Penutup Hari Setiap transaksi selesai, Niya selalu menutupnya dengan senyum khas anak Lembata yang hangat. “Terima kasih kak, esok belanja lagi ya!” ucapnya. Kisah Niya adalah bukti nyata bahwa kesuksesan sejati dimulai dari kerendahan hati. Ia tidak malu membantu orang tua, tidak lupa pada akar budayanya, dan tetap fokus pada masa depan. Selamat berjuang, Niya! Semoga cita-citamu tercapai dan menjadi inspirasi bagi ribuan pemuda lainnya di Nusa Tenggara Timur. #RAM Post Views: 32 Navigasi pos GURU BESAR DARI KAMPUNG KECIL PROF. DR. DRS. THOMAS TOKAN PUREKLOLON, M.Si., M.M., M.Ph.