Bupati Anton : Festival Bale Nagi Perkenalkan Wajah Flotim di Mata Dunia FLORES TIMUR : WARTA-NUSANTARA.COM— Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan resmi meluncurkan Festival Bale Nagi (FBN) 2026 di pelataran Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Sabtu (11/7/2026). “Melalui Festival Bale Nagi, kami ingin memperkenalkan wajah Flores Timur kepada Indonesia bahkan dunia bahwa Flores Timur adalah destinasi wisata yang layak dikunjungi,” ungkap Bupati Flores Timur, Anton Doni Dien ketika dilakukan peluncuran secara resmi Festival Bale Nagi. Memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh, Festival Bale Nagi 2026 mengusung tema “Milenial Keru Baki, Torang Semua Basudara” sebagai ajakan untuk memperkuat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, serta mendorong generasi muda menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah. Festival Bale Nagi diadakan selama tiga hari, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, dengan menghadirkan beragam atraksi seni budaya, pertunjukan musik, kuliner khas, pameran UMKM, hingga berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan komunitas dan masyarakat. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Herry Lamawuran, melaporkan penyelenggaraan Festival Bale Nagi tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Flores Timur tetap berkomitmen menghadirkan festival tersebut tanpa mengeluarkan dana dari APBD. “Kami tetap berkomitmen menyelenggarakan Festival Bale Nagi 2026 tanpa intervensi anggaran daerah. Festival ini lahir dari semangat Bale Nagi, semangat pulang kampung, kembali ke alam dan budaya, mempererat persaudaraan serta membangun Flores Timur melalui kekuatan kebersamaan,” ujar Herry. Menurutnya, semangat itulah yang terus dijaga sejak Festival Bale Nagi pertama kali digelar pada 2019. Selama tujuh tahun perjalanan festival, FBN telah berkembang menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas kreatif, UMKM, media, diaspora, dunia usaha, hingga masyarakat luas. Herry menjelaskan, Festival Bale Nagi pernah mencatat prestasi dengan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Pada periode tersebut, penyelenggaraan festival mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Pariwisata serta APBD Kabupaten Flores Timur. Namun sejak tahun 2025, Festival Bale Nagi tidak lagi masuk dalam daftar KEN. Pemerintah pusat mendorong festival tersebut berkembang menjadi event mandiri, di mana pemerintah tetap memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas dan pendampingan tanpa pembiayaan langsung. “Kami optimistis Festival Bale Nagi tetap tumbuh melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, komunitas seni budaya, UMKM, media, diaspora, dan seluruh masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan festival ini,” katanya. Ia menegaskan, Festival Bale Nagi tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang untuk mempercepat kehidupan sosial masyarakat, membangkitkan kreativitas generasi muda, menggerakkan perekonomian lokal, serta memperkenalkan Flores Timur sebagai daerah yang kaya akan budaya, tradisi, dan keramahtamahan. Selama beberapa tahun terakhir, Festival Bale Nagi telah menjadi salah satu ikon pariwisata Flores Timur. Festival ini secara konsisten mempromosikan kekayaan budaya Lamaholot melalui pertunjukan seni tradisional, ritual budaya, kuliner lokal, pameran produk UMKM, hingga keterlibatan aktif komunitas kreatif. Kehadiran festival tersebut juga terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Flores Timur. Sementara itu, Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan penghargaan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama seluruh panitia yang tetap optimistis menyelenggarakan Festival Bale Nagi meskipun memiliki keterbatasan anggaran. “Ini salah satu sikap nekat dari panitia Festival Bale Nagi di tengah semangat yang hampir hilang. Namun karena kegigihan itu, saya yakin dan percaya Festival Bale Nagi dapat kita selenggarakan dengan baik,” ujarnya. Bupati mengatakan Flores Timur merupakan daerah yang dianugerahi Tuhan dengan kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang luar biasa. Keindahan laut, pegunungan, kuliner khas, seni budaya Lamaholot, hingga tradisi religius Semana Santa merupakan potensi besar yang harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Melalui Festival Bale Nagi, kami ingin memperkenalkan wajah Flores Timur kepada Indonesia bahkan dunia bahwa Flores Timur adalah destinasi wisata yang layak dikunjungi,” katanya. Menurut Doni Dihen, Festival Bale Nagi bukan sekedar agenda tahunan ataupun hiburan semata, melainkan ruang bersama untuk memperkenalkan identitas budaya Flores Timur dan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya Lamaholot. Ia juga mengapresiasi tema Festival Bale Nagi tahun ini, “Milenial Keru Baki, Torang Semua Basudara”, yang dinilainya unik sekaligus memiliki makna mendalam tentang persatuan di tengah keberagaman masyarakat Flores Timur. “Melalui Festival Bale Nagi kita memperbesar rasa Lamaholot, sehingga kita mampu menunjukkan identitas daerah dan masyarakat yang terbentuk dari latar belakang yang beragam, namun tetap hidup sebagai saudara,” ujarnya. Di akhir perayaannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan Festival Bale Nagi 2026. Ia berharap festival tersebut mampu memperkuat kesadaran budaya masyarakat, menjaga warisan tradisi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Kita memang berangkat dari berbagai keterbatasan. Namun dengan doa, kerja sama, dan semangat kebersamaan, saya yakin Festival Bale Nagi 2026 dapat berlangsung sukses dan membawa manfaat besar bagi Flores Timur,” tutupnya. ***(*/WN-01) Post Views: 18 Navigasi pos Wagub Johni Asadoma Kunjungi Destinasi Wisata Kelabba Maja dan Taman Skyber