Pater Nicholas Joseph Strawn,SVD Jasa dan Karya Pelayanan Abadi di Tanah Misi Lembata LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Pater Nicholas Joseph Strawn, SVD telah tiada. Namun jasa dan karya pelayanan pastoral tetap lestari abadi di Tanah Misi Dekenat Lembata, Keuskupan Larantuka. Ia berpulang menuju rumah bapa di Surga, Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 12.30 Wita. Siapa sesungguhnya sosok misionaris Pater Nico Strawn, SVD itu. Ia lebih akrab disapa Pater Nico. Lahir di Oelwein, Iowa, United Statate of Amerika (USA)-Amerika Serikat pada 4 September 1934, buah hati keempat dari pasangan Loren Strawn dan Loreta Bauer. Pada 4 September 1948, Nico mulai menapakijalan panggilannya sebagai calon imam dan misionaris di St. Mari”s Seminary of SVD di Techny. Empat tahun berselang, ia diperkenankan menerima jubah di St. Mary”s Mission House, Techny pada 8 September 1952 dan mulai menjalani masa novisiat selama 2 tahun dirumah yang sama. Pada 8 September 1954, ia mengikrarkan kaul pertama dan memulai studi Filsafat-Teologi di Divine Worrd College, Epworth, Iowa, sampai tahun 1958. Pada 8 September 1960, ia mengikrarkan Kaul Kekal dan setahun berikutnya, pada 17 September 1961, ia menerima tahbisansubdiakon dan pada 24 September 1961, tahbisan diakon, ditempat yang sama. Pada 2 Februari 1962, Pater Nico ditahbiskan menjadi imam di Rumah Misi SVD Techny dan diutus sebagai misionaris ke Regio SVD Ende-Flores, Indonesia. Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali menyerahkan Akte Kematian Pater Niko Strawn, SVD kepada Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Hans Monteiro Pimpin Misa Pemakaman Pater Niko Strawn, SVD di Gereja Sta Maria Banneux Lewoleba Setelah memperoleh Visa, pada 20 Oktober 1963, ia berangkat ke Indonesiadengan menunpang Kapal SS President Madison Setelah pelayanan yang memakan waktu hampir dua bulan, Pater Niko akhirnya tiba di Jakarta pada 4 Desember 1963. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya dari Surabaya pada 28 Desember 1963dengan menunmpang Kapal Stela Maris dan tiba di Ende pada 31 Desember 1963. Sesampainya di Ende, ia dijemput oleh Pater Nikolas Apeldom,SVD, Supervisor Regional dan diberi tugas untuk memulai karya pastoralnya di Lembata. Pada awal tahun 1964, setelah berjumpa dengan Mgr. Antonius Thijssen, SVD selaku Uskup Larantuka kala itu, berangkatlah Pater Nico ke Lembata menumpang Kapal Siti Nirmala, dan mulai berkarya di Paroki Hati Amat Kudus Yesus, Lerek, pada 4 Februari 1964. Pada 27 April 1964, Mgr Antonius Thijssen mengangkatnya sebagai Vicarius Cooperatorem di Dekenat Lomblen/Lembata. Dua tahun berselang, tepatnya pada 1 juli 1966, ia diangkat sebagai Pastor Paroki Hati Amat Kudus Yesus, Lerek, menggantikan Pater Konrardus Beeker,SVD, yang sebelumnya telah bekerja selama 21 tahun di Lerek. Selain bekerja di Paroki Lerek, pater Nico juga bekerja paruh waktu di Paroki St. Antonius Kalikasa. Setelah bekerja di Lerek selama 23 tahun, Pater Nico akhirnya berpindah ke Paroki St. Yosef Boto. Di Paroki St. Yosef Boto, Pater Nico bekerja selama 16 tahun dari 1988-2004. Melihat kondidi kesehatan Pater Nico mulai menurun, ditambah beban tugas pelayanan pastoral di Boto yang relatif tinggi, Uskup Larantuka, melalui surat keputusannya pada14 Juli 2004, membebaskan Pater Nico dari tugasnya sebagai Pastor Paroki Boto, dan menempatkan Pater Nico untuk beristirahat dan memulihkan kesehatannya di Rumah Dekenat Lembata/Lewoleba. Memasuki tahun 2023, esehatan Pater Nico kian menurun. Pada 23 Desember 2023, ketika sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Kupang, >nde, Pater Eman Embu, SVD menjenguk PaterPater Provinsial SVD Nico. Kepada Pater Nico, Pater Provinsial mengajaknya untuk pulang ke Rumah Simeon di Ledalero, tempat para misionaris purna bakti tinggal dan mereka yang sakit dirawat. Namun Pater Nico berkata bahwa Lembata adalah rumahnya. Ia mau berada ditengah-tengah umat yang ia kenal dan mengenalnya. Dia kemudian memilih untuk dirawat di rumah Sakit Bukit, Lembata. Selasa, 4 Agustus 2026, di siang hari yang cerah, pada pukul 12.30 Wita, Pater Nico menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bukit Lembata. Ketika berpulang, Pater Nicholas Joseph Strawn, SVD berusia 91 tahun, 11 bulan, 21 hari ; 64 tahun dalam Imamat ; 72 tahun dalam kaul-kaul religius. Kita bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Pater Nico atas hidup yang seutuhnya, dibaktikan untuk Misi, untuk Ziarah Misioner yang panjang. Akhirnya, Selamat Jalan, Imam Misionaris Tanah Lembata, Nicholas Joseph Strawn, SVD . Beristirahatlah dalam damai Tuhan yang adalah asal, pemilik dan tujuan kehidupan. ***(Karel Burin) Post Views: 52 Navigasi pos SELAMAT JALAN P. NICHOLAS STRAWN, SVD