Pos Komando Tanggap Darurat Gempa di Sikka Kerja Kontinyu Salurkan Bantuan SIKKA : WARTA-NUSANTARA.COM— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka bekerja keras secara kontinyu mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi tektonik yang melanda wilayah tersebut. Bupati Lembata, Kanis Tuaq dan Wakil Bupati, Muhamad Nasir mengucapkan Dirgahayu HUT RI Ke-81 Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, proses distribusi masih berlangsung dari Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang berlokasi di Jalan Mawar, Perumnas Maumere. Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan telah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026. “Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026. Untuk wilayah Kecamatan Palue, bantuan dibawa langsung oleh Bupati Sikka bersama anggota Forkopimda Kabupaten Sikka dan Tim PLN Flores Bagian Timur,” jelas Margaretha di Pos Komando Tanggap Darurat, Selasa (18/8/2026). Ia menambahkan, distribusi bantuan ke Palue terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi. Selain Palue, pendistribusian bantuan juga berlangsung serentak di 20 kecamatan lain di Kabupaten Sikka, dipimpin langsung oleh para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai wilayah dan tugas masing-masing. “Distribusi secara serentak di 20 kecamatan lainnya dipimpin langsung oleh para pimpinan OPD. Prosesnya berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WITA tadi pagi dan sampai saat ini masih terus berlanjut,” katanya. Bantuan logistik yang telah disalurkan ke berbagai wilayah Kabupaten Sikka mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan keluarga, perlengkapan pengungsian, hingga kebutuhan kesehatan dan sanitasi. Bantuan tersebut antara lain air mineral, beras, minyak goreng, mi instan, susu, gula, teh dan kopi, telur, roti, biskuit/wafer, makanan bayi, bahan makanan mentah, paket sembako, dan nasi kotak. Selain itu, disalurkan pula pembalut, popok bayi, minyak angin, sabun, tikar, selimut, terpal, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya. Di lokasi pengungsian, khususnya di Kecamatan Palue, pemerintah juga mendistribusikan sejumlah perlengkapan pendukung, meliputi 5 unit tenda pengungsi berukuran 6×12 meter, 146 tenda keluarga berukuran 4×4 meter berwarna oranye beserta terpal tenda, 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, dan 300 paket sembako. Bantuan lain berupa 100 paket perlengkapan anak (kids ware), 10 unit genset, 100 hygiene kit, 5 unit water tank, 3 unit baterai light power, serta 2 unit charger light power. Selain menangani dampak gempa, Pemkab Sikka turut memberi perhatian pada kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana lain. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pemerintah telah mendroping bantuan air minum ke Desa Kringa, menyusul tercemarnya sumber air masyarakat akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi. Distribusi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih dan layak bagi kebutuhan sehari-hari. Margaretha menegaskan bahwa seluruh bantuan yang masuk terus diproses dan didistribusikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. “Kami pastikan tidak ada penumpukan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Setiap bantuan yang masuk terus diproses untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” tegasnya. Ia menambahkan, Pemkab Sikka terus melakukan koordinasi antara Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya agar pendistribusian bantuan berlangsung cepat, tepat sasaran, dan merata. “Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” pungkasnya. ***(ICHA-WN Sikka) Post Views: 22 Navigasi pos Wagub Johni Asadoma dan Daud Yordan Galang Solidaritas dari Ring Tinju untuk Korban Gempa Flores